Kamis, 30 Juni 2016

ISSN 2356-0878, Vol.05, No.01, edisi Juni 2016





Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
Kenyamanan termal merupakan salah satu unsur kenyamanan yang sangat penting, karena menyangkut kondisi suhu ruangan yang nyaman. Kenyamanan termal selain memegang peran dalam penciptaan kondisi ruang yang nyaman bagi aktivitas, juga akan berdampak pada kesehatan penghuni bangunan.
Metoda Untuk Menerapkan Arahan Desain Bangunan dalam kenyamanan termal meliputi : arahan desain alamiah seperti orientasi bangunan, peneduhan, vantilasi, pelembaban atau pengeringan udara, jenis konstruksi, dan kualitas material berkaitan dengan sifat termalnya, selain itu juga ada arahan desain mekanis seperti pengeringan, pelembaban, penyejukan, penetapan sistem mekanis, dan individual.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana cara mendesain rumah hunian dengan menerapkan konsep termal. Kemudian memberikan sebuah kesimpulan dan saran agar desain rumah dengan konsep kenyamanan termal menjadi lebih baik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan survey lapangan, pemotretan, dan wawancara kepada pemilik rumah susun.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, kemudian didapatkan kesimpulan dan saran yang dapat diterapkan oleh penghuni rumah dan pembaca agar dapat mengetahui cara penerapan desain kenyamanan termal yang benar.

Kata kunci : termal, kenymanan termal, desain termal

ABSTRACT
Thermal comfort is one very important element of comfort, because it involves a comfortable room temperature conditions. Thermal comfort in addition to play a role in the creation of conditions for a comfortable space for activities, will also have an impact on the health of building occupants.
Method For Building Design Tutorial Applying thermal comfort includes: natural design direction as building orientation, shading, ventilation, humidification or air drying, the type of construction, and quality materials with regard to thermal properties, but it also is the direction of mechanical designs such as drying, moisturizing, cooling, the determination of the mechanical system, and  individual.
This study was conducted to determine how to design a residential home by applying thermal concept. Then give a conclusion and suggestions for the design of the house with the concept of thermal comfort for the better one. Data collected through observation and field surveys, photo shoots, and interviews to the landlord.
From the research that is done, then it was concluded and advice that can be applied by residents and readers to be aware of how the application of the correct thermal comfort design.

Keywords: thermal, thermal comfort, thermal design



Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Perdede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK 
                Permintaan akan jumlah rumah tinggal di kota-kota besar seperti kota Medan terus berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat penduduk di Indonesia. Terkadang peningkatan ini tidak diimbangi dengan perancangan yang baik pada ruangan khususnya secara dimensional yang dapat mempengaruhi kenyamanan ruang bagi penghuninya. Pendekatan terhadap kenyamanan ruang dapat menggunakan pendekatan sistem proporsi ruang maupun terhadap perabot yang melengkapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa kembali apakah perancang sudah mengaplikasikan proporsi dan standar dimensi dalam perancangan ruang-dalam yang sering kali tidak direncanakan dengan baik serta untuk mengetahui dan memahami bahwa proporsi yang baik dapat menghasilkan kualitas ruangan dengan tingkat kenyamanan ruang yang diinginkan.

                Kata kunci : proporsi, ruangan, kenyamanan ruang, rumah tinggal.


ABSTRACT 
                    The demand for the number of homes in major cities such as Medan city continues growing along with the increasing rate of the population in Indonesia . Sometimes this increase is not offset by good design in the room, especially in dimensional space that can affect the comfort of the occupants. The approach to the comfort of the room can use a systems approach to the proportions of the room and the furniture is complete. This study aims to look back and analyze whether the designer has applied the proportions and dimensions standards in the design of the space inside is often not planned properly and to know and understand that a good proportion of which can produce quality room with level comfort desired space.
               
                Keywords : proportion, interior, spatial comfort, the home stay.


Faktor-faktor Hambatan Dalam Realisasi Proyek KPS Di Sub Sistem Penyediaan Air Minum 

Di Indonesia


Ilham Sipala1 dan Anton Soekiman2

1Karyasiswa Magister Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi, 
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung


2Staf Pengajar dan Peneliti Manajemen dan Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung


Abstrak
                Skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan pemerintah dalam penyediaan pendanaan dalam pembangunan infrastruktur. Dibalik skema kerjasama yang menjanjikan ini, tidak semua penerapan KPS berjalan dengan mulus. Sebagian besar diantaranya yang telah diinisiasikan sebelum tahun 2015 mengalami penundaan, terdapat suatu bentuk hambatan yang selalu menjadi sumber permasalahan dalam realisasi proyek KPS. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh utama sebagai hambatan dalam realisasi proyek KPS Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta untuk mengetahui fakta dan perbedaaan pandangan stakeholders. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan kepada stakeholders terkait dalam proyek KPS SPAM. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan metode Relative Importance Index (RII) yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis RII gabungan para pihak terhadap faktor hambatan utama berdasarkan dengan kriteria penilaian sangat berpengaruh secara berurutan adalah terjadi perubahan terkait peraturan sub bidang SPAM dan ketersediaan air baku yang tidak dapat mendukung rencana proyek KPS SPAM, sedangkan dengan kriteria penilaian berpengaruh pada peringkat ketiga adalah belum adanya penyesuaian peraturan daerah terbaru dalam mendukung proyek KPS SPAM. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi kepada stakeholders terkait sebagai bahan informasi dan pertimbangan untuk menghadapi hambatan proyek KPS SPAM.
Kata kunci  : Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Relative Importance Index(RII), stakeholders, hambatan utama.


Prioritas Pemilihan Faktor-Faktor Penilaian Dalam Penentuan Lokasi Pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) dengan Metode
Analytical Hierarchy Process (AHP)
  
Radita Sukma Kristiani¹
  
¹Program Magister Teknik Sipil - Program Manajemen Proyek Konstruksi
Universitas Katholik Parahyangan Bandung

Abstrak
                Seiring dengan perubahan paradigma penanganan bencana di Indonesia yang telah mengalami pergeseran, yaitu penanganan bencana tidak lagi menekankan pada aspek penanganan tanggap darurat, tetapi lebih menekankan pada keseluruhan managemen risiko bencana. Sebagai respons dari perubahanparadigma penanggulangan bencana tersebut maka diterbitkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dimana didalamnya terdapat ketentuan umum yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penatapan kebijakan pembangunan yang mengurangi risiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Program pembangunan shelter ini masuk dalam rencana Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami.. Dibangunnya Temporary Evacuation Shelter (Tempat Evakuasi Sementara) diharapkan dapat membantu korban bencana Gempa dan Tsunami agar mempunyai tempat untuk evakuasi yang terdekat, namun pembangunnannya tersebut belum sepenuhnya berhasil mewadahi kebutuhan perlindungan bencana dan tepat sasaran. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui prioritas faktor – faktor penilaian dalam penentuan lokasi pembangunan TES.

Kata Kunci: Tempat Evakuasi Sementara, Bencana, Tsunami, AHP


PENENTUAN TIPE PELAKSANAAN JENIS PERKERASAN UNTUK VOLUME LALU LINTAS RENDAH DENGAN

ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS

 Tatan Rustandi

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan Bandung

ABSTRAK
                Fungsi jalan sangat fital dalam menunjang perekonomian masyarakat,oleh karena itu jalan senantiasa harus memiliki kualitas yang baik dengan dijaga dan dipelihara dari berbagai kerusakan. Dari data jalan kabupaten dengan data terakhir 1990-an, jalan dengan volume rendah ekivalen dengan lalu lintas selama umur pelayanan sebesar 500.000 ESA4. sehingga dengan kondisi ini maka pembangunan jalan yang murah, ramah dan kuat dari segi stuktur menjadikan prioritas utama didalam pembangunan inftrastruktur jalan. Dalam studi berikut ini akan dilakukan penelitian mengenai keputusan paling tepat yang mungkin diambil oleh pembuat kebijakan dalam suatu permasalahan menentukan metode pelaksanaan untuk volume lalu lintas rendah yaitu jenis perkerasan lentur, jenis perkerasan kaku dan jenis perkerasan  lapisan penutup. Dalam kasus berikut ini, tipe-tipe untuk melaksanakan konstruksi tersebut dibatasi kriteria kriteria yang menjadi pertimbangan. Kriteria tersebut adalah biaya konstruksi, waktu pengerjaan, tenaga terampil, aspek lingkungan dan lalu lintas.
                Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), merupakan salah satu metode pengambil keputusan multi kriteria yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan metode lain, diantaranya karena pada metode AHP terdapat struktur yang berhieraki dari kriteria sampai subkriteria yang paling dalam. Perhitungan bobot kriteria menggunakan Eigen faktor dengan langkah normalisasi kolom dan  perhitungan nilai Eigen, sehingga perhitungan konsistensi dari data dapat mudah dilakukan.
                Berdasarkan hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa tipe konstruksi terbaik menurut pendapat responden adalah dengan menggunakan  tipe Perkerasan Jalan Lentur (hotmix) dengan memberikan nilai 37,7 %  dan kriteria dengan bobot prioritas paling besar adalah Menghindari durasi pengerjaaan atau waktu pengerjaan yang tidak terlalu lama terhadap pembangunan jalan sebesar 31,2 %.

Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, jenis perkerasan, lalu lintas, tipe konstruksi, lalu lintas rendah.

ABSTRACT
                The road is very vital function in supporting the economy of the community, Therefore, the road always have to have a good quality to be maintained and preserved from various damage. From the data of district roads with recent data 1990s, low volume roads equivalent to traffic during the service life of 500,000 ESA4. so with this condition then cheap road construction, friendly and powerful in terms of structure makes a major priority in the construction of roads inftrastruktur. In the following study. will be carried out research on the most appropriate decisions that may be taken by policy makers in a problem of determining the method of implementation for low traffic volume: which is a type of flexible pavement, types of rigid pavement and pavement types of cover. In the following case, method - the method to carry out the construction of restricted criteria - criteria into consideration. These criteria are construction costs, processing time, skilled labor, environmental and traffic aspects.
                Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), is a multi-criteria decision-making method that has many advantages compared with other methods. Such as in AHP are berhieraki structure of criteria to subcriteria most in. Calculation criteria weights using Eigen factor with normalization steps and calculations column Eigen values, with the result that the calculation of the consistency of the data can be easily done.
                Based on the results of the study concluded that the best construction type in the opinion of the respondents is to use the thype of Flexible Pavement (hot mix) with a value of 37.7% and criteria with the greatest priority weight is Avoiding the duration of the working or processing time is not too long for road construction amounted to 31.2%.

Keywords: Analytical Hierarchy Process, the type of pavement, traffic, Construction type, Low Volume Road.


Kajian Potensi dan Pengembangan Wilayah Kota-Kota
di Kabupaten Deli Serdang
  
Yuanita FD. Sidabutar

Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 25 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan, deli serdang merupakan kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup menjanjikan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi-potensi apa saja yang ada di kabupaten Deli Serdang dan bagaimana mengembangkan potensi tersebut sehingga bisa meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur mengenai kabupaten Deli Serdang, survey langsung beberapa kecamatan berpotensi di kabupaten Deli Serdang, pemotretan, dan pembagian kuesioner ke lapangan.
Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis dari hasil survey ke lapangan berupa analisis kondisi kawasan, dan data dari hasil pembagian kuesioner berupa hasil analisis statistik presentase. Dan juga diperoleh konsep pemikiran untuk bagaimana cara meningkatkan perekonomian kawasan ini.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, kemudian didapatkan kesimpulan dan saran berupa kabupaten Deli Serdang merupakan kecamatan yang kaya akan potensi, dimana potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian kawasan tersebut.

Kata kunci : Kabupaten Deli Serdang, potensi, ekonomi
  
ABSTRACT
Deli Serdang regency is known as one of the areas of the 25 districts / cities in North Sumatra Province. Deli Serdang regency consists of 22 districts, deli serdang a district that has a diversity of natural resources, large that is an area that has promising investment opportunities.
This research was conducted in order to determine the potential of what is in Deli Serdang district and how to develop this potential so that it can improve the economy of the area. Data collected through the study of literature regarding the Deli Serdang district, several districts potentially direct survey in Deli Serdang regency, shooting, and the distribution of questionnaires to the field.
The results of this study conducted with technical analysis of the survey results to the field in the form of analysis of regional conditions, and the data from the questionnaire division result of the analysis of statistical percentage. And also obtained the concept of thought to how to improve the economy of this region.
From the research that is done, then it was concluded and suggestions of Deli Serdang district is a district that is rich in potential, where these potentials can be developed to improve the economy of the region.

Keyword : Deli Serdang, potency, economic


EVALUASI KEBUTUHAN MESIN DAN TENAGA KERJA LANGSUNG
DI PT. SUMATERA SARI RAYA MEDAN
  
Omry Pangaribuan
  
Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

ABSTRAKSI
Setiap perusahaan selalu mengusahakan agar antara orang, mesin dan jumlah produksi dalam system produksi selalu dalam keadaan seimbang, dengan demikian kualitas dan jumlah produksi akan dapat dicapai dengan baik. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan kebutuhan jumlah mesin dan jumlah tenaga kerja langsung yang sesuai dengan jumlah produksi pisau  Hammer Mill. Dari data yang telah dikumpulkan, kemudian diolah dengan metoda atau prinsip product routing (routing sheet dari perencanaan tata letak fasilitas pabrik), maka diperoleh hasil sebagai berikut; jumlah mesin dan peralatan yang diperlukan adalah sebanyak 8 unit, dan jumlah tenaga kerja langsung, adalah sebanyak 2 orang. Diharapkan dengan keadaan ini keseimbangan dalam kegiatan produksi akan menjadi seimbang

Kata Kunci: Seimbang

ABSTRACTION
           Each company always try to get between people, machines and production quantities in a production system always in balance, thus the quality and quantity of production can be achieved with either. This study aimed to determine the required number of machines and the number of direct labor in accordance with the number of blade production Hammer Mill. From the data collected, and then processed with a method or principle of product routing (routing sheet of planning the layout of the factory facilities), the obtained results as follows; the number of machines and the equipment required is 8 units, and the number of direct labor, is as much as 2 people. It is expected with this state of balance in the activities of production will be balanced

Keywords: Balanced


PERBANDINGAN DETEKSI TEPI  ALGORITMA CANNY DAN SOBEL PADA PENGOLAHAN CITRA

Indra Kelana Jaya

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede Medan
  
ABSTRACT
                Edge detection is the most common approach used to detect discontinuities gray level. This is because the isolated dot or line is not too often encountered in practical applications. Ideally, the techniques used for detecting discontinuities should only generate a pixel located on the boundary region. One image processing techniques used are edge detection. Edge detection is common in digital image processing because it is one of the initial steps in image segmentation, which aims to present the objects contained in the image. Edge detection function to identify the boundaries of an object against a background of overlapping. Therefore, when the outline of the image can be identified accurately, all objects can be found and basic properties such as area, shape, and size of the object can be measured. There are several types of edge detection methods that can be used to detect the outline of an image, such as Sobel algorithm, Prewitt, Canny and homogeneity. Each of these methods has its advantages and disadvantages of each. In this study will be taken two algorithms are algorithms Canny and Sobel. Based on the strengths and weaknesses of these two methods will be analyzed both of these methods to view the results of detection both of which will be used as a comparison. Judging from the results obtained from the edge detection algorithm Canny and Sobel clearly seen better cannya algorithm in the results pendekteksian edge, where the Canny algorithm have smoother results and more specifik mendekteksi edge line  of an object image. While the algorithm pendektesian Sobel edge lines still stretched stricken area that does not have borders. Judging from the structure of the results of detection Canny algorithm is better than Sobel algorithm.

Keywords : canny, sobel, image processing, camparison, edge lines


Data Mining Korelasi Pekerjaan Orang Tua Terhadap Indeks Prestasi Komulatif Lulusan Studi Kasus STMIK Kaputama Binjai

Novriyenni dan Anton Sihombing

STMIK Kaputama; Jl. Veteran No. 4-9A Binjai, Sumatera Utara

Abstract
Mahasiswa STMIK Kaputama memiliki beragam latar belakang keiuarga dan memiliki IPK lulusan masih dominan di bawah 3.00. untuk itu perlu adanya upaya akademik mencarikan strategi pembelajaran agar IPK lulusan meningkat. Prestasi akademik mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya: motivasi belajar, peranan orangtua, dan perekonomian keluarga.
Penelitian ini mencoba untuk menggali pengetahuan baru dari data  mahasiswa yang tersimpan didalam database untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pekerjaan orang tua denga IPK lulusan. Data mahasiswa STMIK Kaputama menunjukan pekerjaan orang tua yang beragam, selama ini data tersebut hanya tersimpan saja.
Dengan mengimplementasikan data mining pada data lulusan mahasiswa dengan algoritma a priori, dapat diketahui berapa besar confidence dan support  pekerjaan orang tua  dengan IPK lulusan. Mahasiswa yang memiliki IPK memuaskan kemungkinan 54% pekerjaan orang tuanya adalah wiraswasta, dan mahasiswa yang pekerjaan orang tuanya wiraswasta kemungkinan 52% akan memiliki IPK cukup memuaskan. Hal ini menjadi masukan bagi pihak institusi agar membuat strategi pembelajaran yang lebih baik lagi untuk meningkatkan IPK lulusan.


IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMBERIAN BEASISWA MENGGUNAKAN
METODE WEIGHT PRODUCT
  
Indira Ruth Septarini
  
ABSTRACT
Pemberian bantuan berupa Beasiswa merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Beasiswa yang akan diberikan dapat berupa beasiswa untuk prestasi dan beasiswa untuk yang kurang mampu. Penilaian mencakup prestasi akademik (indeks prestasi kumulatif), pendapatan orang tua, jumlah tanggungan orang tua, semester, dan umur. Dalam proses penyeleksian mahasiswa yang layak mendapatkan beasiswa tersebut dibutuhkan metode yang dapat membantu pengambil keputusan dalam memutuskan layak atau tidak layaknya beasiswa tersebut. Metode Weighted Product merupakan bagian dari konsep Multi-Attibut Decision Making (MADM) yang memerlukan normalisasi pada perhitungannya. Metode Weighted Product, diharapkan dapat menyelesaikan masalah pemilihan mahasiswa yang layak mendapatkan fasilitas beasiswa. Pemanfaatan Weighted Product sebagai model sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi dapat membantu pengambil keputusan dalam menentukan mahasiswa yang berhak di rekomendasikan mendapat fasilitas beasiswa dengan proses pembobotan multikriteria dan seleksi dengan lebih cepat, cermat dan lebih efektif.

Keyword : Sistem, keputusan, weighted product , beasiswa, pembobotan


KEBIJAKAN PERIODIK DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DETERMINISTIK UNTUK DUA PRODUK SECARA TERPADU DENGAN KAPASITAS SISTEM YANG TERBATAS



Posma Lumban Raja



Dosen Jurusan Teknik Informatika – Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede
Medan


ABSTRAK
Model persediaan dengan kapasitas sistem yang terbatas memiliki prosedur penyelesaian yang lebih rumit dibandingkan dengan model persediaan tanpa batasan kapasitas sistem. Metode yang sering digunakan untuk menyelesaikan multi produk dengan kapasitas sistem yang terbatas adalah dengan menggunakan Pengali Lagrange (Lagrange Multiplier). Pada tulisan ini dikembangkan suatu model persediaan untuk dua produk secara terpadu dengan kapasitas sistem yang terbatas menggunakan kebijakan periodik. Berdasarkan analisa yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kebijakan Periodik  dalam pengendalian persediaan multi produk secara terpadu dengan kondisi kapasitas sistem yang terbatas akan memberikan biaya total persediaan yang lebih minimum dibanding dengan metode Pengali Lagrange.

Kata Kunci :          Model Pesediaan Deteministik, Multi Produk, Kapasitas Sistem, Kebijakan Periodik.  


Kamis, 31 Desember 2015

ISSN 2356-0878, Vol.04, No.01, Desember 2015


PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI
BERDASARKAN METODE PROCESS COSTING
PADA PT.SAWITTA UNGGUL JAYA
  
Ir. Julhenri Sinaga, MT
  
Dosen Jurusan Teknik dan Manajemen Industri FTI
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
                Harga pokok produksi merupakan biaya yang dikeluarkan menghasilkan suatu barang jadi. Umumnya biaya produksi terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya pabrik tidak langsung. Penentuan harga pokok produksi mempunyai peranan yang penting dalam suatu perusahaan industri. Jika terjadi perubahan kebijakan pemerintah, seperti kenaikan bahan bakar minyak (BBM), kenaikan bahan baku produksi, dan lainnya, maka perusahaan perlu menentukan kembali harga pokok produksi. Penentuan harga pokok produksi yang tidak akurat akan menyebabkan perusahaan sulit mengetahui pengeluaran biaya untuk kegiatan proses produksi, yang akhirnya akan mempengaruhi perolehan laba perusahaan. Selain itu, juga akan menyebabkan kesalahan dalam penentuan harga jual. Hal ini disebabkan perusahaan industri perlu mengetahui secara tepat harga pokok produksi agar dapat ditentukan harga jual yang sesuai.
                PT. Sawitta Unggul Jaya merupakan perusahaan industri yang menghasilkan CPO (Crude Palm Oil). Dalam menghasilkan CPO, meliputi tiga departemen produksi yaitu departemen perebusan, pemisahan, dan pemurnian. Biaya produksi perusahaan meliputi biaya bahan baku langsung, biaya bahan baku tidak langsung, biaya tenaga kerja langsung, biaya tenaga kerja tidak langsung, dan biaya pabrik tidak langsung. Bahan baku langsung yang digunakan perusahaan adalah Tandan Buah Segar (TBS). Salah satu bagian terpenting dalam perusahaan adalah menentukan harga pokok produksi dengan akurat. Penentuan harga pokok produksi yang tidak akurat akan menyebabkan perusahaan sulit menetapkan harga jual yang tepat. Oleh karena terjadi perubahan harga TBS di pasaran, maka perusahaan perlu menentukan kembali harga pokok produksi CPO, dimana dapat menggunakan metode process costing dalam menentukan biaya produksi yang terjadi pada masing-masing departemen produksi untuk memperoleh suatu harga pokok produksi.


PERANCANGAN KEAMANAN PINTU MENGGUNAKAN BLUETOOTH DENGAN ARDUINO UNO BERBASIS ATMEGA328

Marvin F.S Hutabarat

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
            Rancang bangun ini dibangun dengan memanfaatkan teknologi Bluetooth sebagai media pengiriman Password dari Smartphone ke Arduino Uno Berbasis ATMega328 untuk diproses sebagai input dan output.
Perancangan ini juga menggunakan sebuah output motor servo untuk membuka dan menutup locker sesuai dengan proses data yang dterima. Rancang bangun pada alat ini tergantung pada program yang telah didownload, dan rancang bangun ini tidak dapat berdiri sendiri tanpa sebuah Arduino Uno yang berfungsi sebagai microcontroller.
Apabila kita memasukkan password dan password yang dimasukkan benar dan sesuai dengan password yang tersimpan pada memory, maka handle motor servo akan naik dan locker akan terbuka. 


PERBANDINGAN METODE PERBAIKAN CITRA
UNTUK CITRA YANG BERDERAU (NOISE)
  
Indra Kelana Jaya

Dosen  Manajemen  Informatika,
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

ABSTRAK

                Perbaikan kualitas citra (image enhancement) proses awal dalam pengolahan citra (image preprocessing). Perbaikan kualitas digunakan untuk citra yang memiliki derau (noise).  Metode Low-Pass Filter dan High-Pass Filter adalah proses filter yang digunakan untuk menghilangkan derau. Metode Low-Pass Filter adalah mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang halus dan perbedaan intensitas yang tinggi akan dikurangi atau dibuang, High-Pass Filter adalah mengambil citra dengan gradiasi intensitas yang tinggi dan perbedaan intensitas yang rendah akan dikurangi atau dibuang. Metode ini awal dari pemrosesan kualitas citra  untuk diperbaiki sehingga citra dapat digunakan untuk aplikasi lebih lanjut, misalnya untuk aplikasi pengenalan (recognition), serta dapat mengetahui proses perbaikan citra yang lain.

Kata Kunci : image enhancement, image processing, recognition, filter


IDENTIFIKASI FASE PENYEMBUHAN LUKA BERBASIS CITRA

Ismi Amalia

Jurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Lhokseumawe
Jl. Banda Aceh-Medan Km. 280 P.O. Box 90, Buketrata, Lhokseumawe 24301  

Abstrak
            Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi fase penyembuhan luka berdasarkan citra. Ada dua fase penyembuhan luka yang akan diidentifikasi yaitu fase penyembuhan luka inflamasi dan proliferasi. Dua metode utama digunakan dalam penelitian ini, yaitu gray level co-occurence matrix (GLCM) dan probabilistic neural network (PNN). GLCM digunakan untuk mengekstraksi fitur tekstur. Tiga fitur tekstur yang diekstraksi adalah: energy, entropy dan maximum probability. Hasil ekstraksi fitur digunakan untuk mengidentifikasi fase penyembuhan luka menggunakan PNN sebagai classifier. Citra luka dibagi menjadi dua bagian, yaitu data training dan data testing. Teknik cross-validation diaplikasikan untuk model validasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode yang diusulkan dapat melakukan pengenalan hingga 75%.      
Key words: cross-validation, GLCM, luka, PNN


PERAMALAN HARGA EMAS
DENGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN
PROPAGASI BALIK (BACK PROPAGATION)

Swingly Purba

Staf Pengajar Institut  Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

ABSTRAK
Untuk melakukan suatu investasi maka diperlukan pemahaman apa yang terjadi pada masa yang akan datang berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi sekarang dan masa lalu. Harga emas mengalami fluktuasi yang cukup tinggi dalam beberapa tahun belakangan ini. Dengan mempelajari pola kenaikan dan penurunan harga yang terjadi pada masa lalu, harga emas pada masa yang akan datang dapat diperkirakan dengan menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST), sehingga dapat membantu dalam mengambil keputusan investasi emas.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menghasilkan sebuah software (aplikasi) yang dapat membantu para investor agar lebih mudah memprediksi harga emas pada periode yang ditentukan. Salah satu metode JST yang dapat digunakan untuk meramal harga emas adalah metode Propagasi Balik (Back propagation). Metode ini merupakan metode pembelajaran terawasi dan biasanya digunakan oleh metode Perceptron dengan banyak lapisan untuk mengubah bobot-bobot yang terhubung dengan neuron-neuron yang ada pada lapisan tersembunyinya. Metode Back propagation dapat digunakan untuk mempelajari pola pergerakan harga emas di masa lampau. Dengan pola yang telah dimilikinya, metode Back propagation dapat melakukan pengujian dan menghasilkan ramalan terhadap harga emas di masa mendatang.
Aplikasi dapat melakukan peramalan terhadap harga emas pada periode yang akan datang, sehingga dapat memberikan masukan terhadap keputusan investor dalam berinvestasi emas.

Kata Kunci : ramalan, akurasi, pola

TINJAUAN SISTEM INSTALASI LISTRIK BANGUNAN HOTEL
Kasus: Grand Angkasa International Hotel Medan


Janter Napitupulu

Jurusan Teknik Elektro, Universitas Darma Agung, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 21, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
Perencanaan instalasi listrik sebuah bangunan memerlukan pertimbangan  yang didasarkan kepada  fungsi utama dari bangunan tersebut.  Selain keandalan instalasi listrik ,  faktor lain yang  menjadi perhitungan adalah kemungkinan adanya  renovasi  bangunan  pada masa yang akan datang, sehingga instalasi listrik bangunan dapat disesuaikan dengan kebutuhannya.
Dalam hal ini, bangunan hotel  membutuhkan  tingkat ketelitian lebih tinggi dalam perancangan instalasinya sehingga penggunaan  peralatan dengan sistem yang  andal  akan mendukung  terhadap kelancaran operasi kerja.
Pembagian  beban  dilakukan  sesuai dengan karakteristik peralatan listrik sebagai beban listrik dengan tujuan agar kerja peralatan listrik tidak saling mempengaruhi, mudah dalam pengontrolan dan manfaat perluasan sistem kelistrikan di kemudian hari. Pada bangunan hotel, berdasarkan fungsi dan karakteristiknya  beban dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu beban mekanik, beban penerangan dan beban-beban darurat.
Perhitungan luas penampang penghantar dilakukan  untuk menentukan seberapa besar penampang penghantar yang dibutuhkan yang diketahui dari  Kemampuan Hantar Arus dari penghantar tersebut. Berdasarkan PUIL 2000 pasal 7.3.2  dinyatakan bahwa semua penghantar harus mempunyai KHA sekurang-kurangnya sama dengan arus yang mengalir melaluinya ialah yang ditentukan sesuai dengan kebutuhan arus maksimum yang dihitung atau ditaksir menurut pasal 4.3.2. dan 4.3.3.
Untuk menentukan seberapa besar penampang penghantar dari panel distribusi ke distribusi box pada tiap-tiap kamar ditentukan dengan menggunakan pembatas arus yang digunakan. Sesuai pasal 4.3.5.3 yang berisi tentang penentuan kebutuhan maksimum dengan arus nominial pemutus daya.


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TURNOVER INTENTION KARYAWAN TIM UNIT SEMPROT (TUS)  DI PT TOBA PULP LESTARI, TBK.

Kristian Hamonangan Sihaloho

Mahasiswa Sekolah Pasca Sarjana Program Studi Magister Manajemen
 Universitas Sumatera Utara
  
ABSTRAK 
KRISTIAN HAMONANGAN SIHALOHO, Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Turnover Intention Karyawan Tim Unit Semprot (TUS) di PT Toba Pulp Lestari, Tbk. Penelitian ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, MSIE sebagai ketua dan  Dr. Ir.Iskandarini, MM sebagai anggota.
Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan di PT Toba Pulp Lestari, Tbk terkait pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) dimana dalam mencapai tujuan perusahaan yaitu keberhasilan program Olympic Plantation perusahaan dihadapkan pada tingginya tingkat turnover karyawan Tim Unit Semprot (TUS) sebagai pekerja utama dalam mencapai keberhasilan program Olympic Plantation. Program Olympic Plantation merupakan suatu upaya perusahaan untuk dapat menumbuhkan tanaman Eucalyptus sesuai dengan kelas kemampuan lahan berdasarkan karakteristik tanah (Soil Management Unit-SMU) dengan potensi kubikasi yang tinggi sehingga pada akhirnya dapat menyediakan bahan baku kayu ke pabrik secara berkesinambungan. 
Pencapaian program tersebut secara operasional diharapkan dapat dilakukan oleh karyawan Tim Unit Semprot (TUS) yang berada langsung di bawah naungan perusahaan. Namun aktual yang terjadi kurun waktu Desember 2013 s/d November 2014 sudah dilakukan perekrutan karyawan TUS sebanyak 289 orang karyawan baru. Sampai dengan Juli 2015 (batasan data penelitian) statistik karyawan TUS yang keluar dari perusahaan yaitu 185  orang (64%) dan 104 orang masih tetap menjadi karyawan atau 36%. Hal ini menunjukkan tingginya persentase turnover kurun waktu tersebut. Kondisi tersebut jika berlanjut terus akan mempengaruhi rencana strategis perusahaan untuk mewujudkan Olympic Plantation melalui penggunaan karyawan Tim Unit Semprot (TUS) untuk melakukan critical activity.
                Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode analisa data statistik desktiptif  dan uji kualitas data menggunakan SPSS 22 menunjukkan bahwa faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi  turnover intention karyawan TUS adalah Kompensasi dan Jenjang Karir. Kompensasi mempengaruhi turnover intentions secara signifikan dengan nilai Rsquare -0,325* dan sig 2 tailed 0,011. Sedangkan Jenjang Karir mempengaruhi secara signifikan dengan nilai Rsquare -0,313* dan sig 2 tailed 0,014. Pemberian Fasilitas Kerja pada karyawan TUS dalam penelitian ini ditemukan tidak mempengaruhi secara signifikan turnover intention TUS (nilai Rsquare -0,237 dan sig 2 tailed 0,066).

Kata Kunci :  turnover intention, kompensasi, jenjang karir, fasilitas kerja
  
ABSTRACK
KRISTIAN HAMONANGAN SIHALOHO, The Factors Affecting Turnover Intention Tim Unit Semprot (TUS) Employee in PT Toba Pulp Lestari, Tbk. The research was supervised by Prof. Dr. Ir. Harmein Nasution, MSIE as chairperson and Dr. Ir.Iskandarini, MM, as the member.
PT. Toba Pulp Lestari, Tbk as Forest Cultivation company have problem related to achieve Olympic Plantation programme. Tim Unit Semprot (TUS) Employee as mainly worker to achieve that program has high turnover since recruited from December 2013 to November 2014. Olympic Plantation program is one of company vision to make Eucalyptus growth refers to site specifik characteristic (Soil Management Unit) in order to make high potential wood in the future to support raw material for mill production continously.
Olympic Plantation programme as operationally use TUS employee as mainly worker under PT Toba Pulp Company, Tbk. Actually company have recruit 289 people around December 2013 to November 2014 and as statistically (data until July 2015) TUS has left the company 185 persons (64%) and still work 104 persons (36%). This figure show highly turnover percentage of TUS on this period. This situation can influence company strategy to make Olympic Plantation Programme succed.
The results show with statistic descriptive analyze method and data quality test by using SPSS 22 that variable independent of compensation and career path give the dominant influence related to turnover intentions. Compensation influence turnover intentions with significance (Sig 2 tailed) value 0,011 and R square -0,325*. Carrier Path influence turnover intentions with significance (Sig 2 tailed) value 0,041 and R square -0,313*. Variable independent working facilities do not give significance influence and also do not have strong relation to turnover intentions (R square value -0,237 and sig 2 tailed 0,066). 

Keywords: turnover intention, compensation, carrier path


PENGARUH PENERAPAN PERAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT TERHADAP KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DI
PD PASAR KOTA MEDAN
  
Semedi Napitupulu, Sukaria Sinulingga, Nazaruddin


Magister Manajemen Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara
  
Abstract
Complaints merchants that do not indicate the quality of human resources is resolved PD Pasar Medan City does not meet expectations. It should be recognized the limited ability of employees becoming obstacles in improving corporate performance. Employees needed is an employee who is able to innovate in work practices to be more capable of responding to the changing demands of existing accordance with the demands of Total Quality Management. The purpose of this study was to determine the factors that affect the quality of human resources and obtain alternative solutions in improving the quality of human resources in PD Pasar Medan.
By using this type of correlational research, the data obtained are processed by multiple regression analysis. The results showed that the quality of human resources in PD Pasar Medan by 74.3% influenced by the employee's role, the role of leadership, employee relations with the leadership, organizational aspects of the role and the role of the working environment, while the remaining 25.7% is influenced by other factors not examined in this study. Of the five independent variables factor into the role of Total Quality Management, the role of leadership and the role of factors working environment significantly influences the quality of human resources in PD Pasar Medan.

Keywords: Total Quality Management, Quality of Human Resources


APLIKASI PENGACAK CITRA 
MENGGUNAKAN TRANSFORMASI FIBONACCI DAN LUCAS


Posma Lumbanraja

Dosen Jurusan Teknik Informatika, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

ABSTRAK 
Proses komunikasi melalui jaringan, keamanan merupakan masalah yang diperhatikan. Hal ini dikarenakan proses pertukaran dan komunikasi data melalui jaringan, besar kemungkinan untuk disadap oleh pihak lain. Penerapan beberapa metode kriptografi dan beberapa metode pengacakan citra memerlukan waktu yang relatif lama. Untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, maka dapat digunakan transformasi Fibonacci dan Lucas. Citra yang dihasilkan tersebut dapat direkonstruksi kembali dengan menerapkan algoritma anti-scrambling. Proses ini memerlukan kunci yang sama yang digunakan pada tahapan scrambling. Aplikasi yang dihasilkan dapat mengacak citra asli dengan mengisi nilai kunci pengacakan. Citra yang dihasilkan dapat direkonstruksi kembali dengan menggunakan kunci yang sama. Selain itu, aplikasi juga akan menghasilkan laporan detail perhitungan yang dilakukan pada saat proses scrambling dan anti-scrambling.

Kata Kunci : scrambling, fibonacci, lucas, kriptografi