Kamis, 30 Juni 2016

ISSN 2356-0878, Vol.05, No.01, edisi Juni 2016



Penerapan Desain untuk Kenyamanan Termal dalam Rumah Susun
Studi Kasus Rumah Susun Komplek Asia Mega Mas unit A2

Sanggam B Sihombing, ST., MT

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
Kenyamanan termal merupakan salah satu unsur kenyamanan yang sangat penting, karena menyangkut kondisi suhu ruangan yang nyaman. Kenyamanan termal selain memegang peran dalam penciptaan kondisi ruang yang nyaman bagi aktivitas, juga akan berdampak pada kesehatan penghuni bangunan.
Metoda Untuk Menerapkan Arahan Desain Bangunan dalam kenyamanan termal meliputi : arahan desain alamiah seperti orientasi bangunan, peneduhan, vantilasi, pelembaban atau pengeringan udara, jenis konstruksi, dan kualitas material berkaitan dengan sifat termalnya, selain itu juga ada arahan desain mekanis seperti pengeringan, pelembaban, penyejukan, penetapan sistem mekanis, dan individual.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana cara mendesain rumah hunian dengan menerapkan konsep termal. Kemudian memberikan sebuah kesimpulan dan saran agar desain rumah dengan konsep kenyamanan termal menjadi lebih baik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan dan survey lapangan, pemotretan, dan wawancara kepada pemilik rumah susun.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, kemudian didapatkan kesimpulan dan saran yang dapat diterapkan oleh penghuni rumah dan pembaca agar dapat mengetahui cara penerapan desain kenyamanan termal yang benar.

Kata kunci : termal, kenymanan termal, desain termal

ABSTRACT
Thermal comfort is one very important element of comfort, because it involves a comfortable room temperature conditions. Thermal comfort in addition to play a role in the creation of conditions for a comfortable space for activities, will also have an impact on the health of building occupants.
Method For Building Design Tutorial Applying thermal comfort includes: natural design direction as building orientation, shading, ventilation, humidification or air drying, the type of construction, and quality materials with regard to thermal properties, but it also is the direction of mechanical designs such as drying, moisturizing, cooling, the determination of the mechanical system, and  individual.
This study was conducted to determine how to design a residential home by applying thermal concept. Then give a conclusion and suggestions for the design of the house with the concept of thermal comfort for the better one. Data collected through observation and field surveys, photo shoots, and interviews to the landlord.
From the research that is done, then it was concluded and advice that can be applied by residents and readers to be aware of how the application of the correct thermal comfort design.

Keywords: thermal, thermal comfort, thermal design

“MELIHAT NILAI TOLERANSI BESARAN RUANG DALAM PERANCANGAN ARSITEKTUR PADA RUMAH TINGGAL TIPE 45”

Isniar Tiurma Leonora Ritonga, ST., MM., MT

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Perdede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK 
                Permintaan akan jumlah rumah tinggal di kota-kota besar seperti kota Medan terus berkembang seiring dengan meningkatnya tingkat penduduk di Indonesia. Terkadang peningkatan ini tidak diimbangi dengan perancangan yang baik pada ruangan khususnya secara dimensional yang dapat mempengaruhi kenyamanan ruang bagi penghuninya. Pendekatan terhadap kenyamanan ruang dapat menggunakan pendekatan sistem proporsi ruang maupun terhadap perabot yang melengkapinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan menganalisa kembali apakah perancang sudah mengaplikasikan proporsi dan standar dimensi dalam perancangan ruang-dalam yang sering kali tidak direncanakan dengan baik serta untuk mengetahui dan memahami bahwa proporsi yang baik dapat menghasilkan kualitas ruangan dengan tingkat kenyamanan ruang yang diinginkan.

                Kata kunci : proporsi, ruangan, kenyamanan ruang, rumah tinggal.


ABSTRACT 
                    The demand for the number of homes in major cities such as Medan city continues growing along with the increasing rate of the population in Indonesia . Sometimes this increase is not offset by good design in the room, especially in dimensional space that can affect the comfort of the occupants. The approach to the comfort of the room can use a systems approach to the proportions of the room and the furniture is complete. This study aims to look back and analyze whether the designer has applied the proportions and dimensions standards in the design of the space inside is often not planned properly and to know and understand that a good proportion of which can produce quality room with level comfort desired space.
               
                Keywords : proportion, interior, spatial comfort, the home stay.


Faktor-faktor Hambatan Dalam Realisasi Proyek KPS Di Sub Sistem Penyediaan Air Minum 

Di Indonesia


Ilham Sipala1 dan Anton Soekiman2

1Karyasiswa Magister Teknik Sipil Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi, 
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung


2Staf Pengajar dan Peneliti Manajemen dan Rekayasa Konstruksi Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung


Abstrak
                Skema Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) merupakan salah satu solusi efektif untuk mengatasi keterbatasan pemerintah dalam penyediaan pendanaan dalam pembangunan infrastruktur. Dibalik skema kerjasama yang menjanjikan ini, tidak semua penerapan KPS berjalan dengan mulus. Sebagian besar diantaranya yang telah diinisiasikan sebelum tahun 2015 mengalami penundaan, terdapat suatu bentuk hambatan yang selalu menjadi sumber permasalahan dalam realisasi proyek KPS. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui faktor-faktor yang paling berpengaruh utama sebagai hambatan dalam realisasi proyek KPS Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta untuk mengetahui fakta dan perbedaaan pandangan stakeholders. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner yang disebarkan kepada stakeholders terkait dalam proyek KPS SPAM. Data yang terkumpul kemudian di analisis dengan metode Relative Importance Index (RII) yang disesuaikan dengan tujuan penelitian. Hasil analisis RII gabungan para pihak terhadap faktor hambatan utama berdasarkan dengan kriteria penilaian sangat berpengaruh secara berurutan adalah terjadi perubahan terkait peraturan sub bidang SPAM dan ketersediaan air baku yang tidak dapat mendukung rencana proyek KPS SPAM, sedangkan dengan kriteria penilaian berpengaruh pada peringkat ketiga adalah belum adanya penyesuaian peraturan daerah terbaru dalam mendukung proyek KPS SPAM. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi rekomendasi kepada stakeholders terkait sebagai bahan informasi dan pertimbangan untuk menghadapi hambatan proyek KPS SPAM.
Kata kunci  : Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS), Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), Relative Importance Index(RII), stakeholders, hambatan utama.


Prioritas Pemilihan Faktor-Faktor Penilaian Dalam Penentuan Lokasi Pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) dengan Metode
Analytical Hierarchy Process (AHP)
  
Radita Sukma Kristiani¹
  
¹Program Magister Teknik Sipil - Program Manajemen Proyek Konstruksi
Universitas Katholik Parahyangan Bandung

Abstrak
                Seiring dengan perubahan paradigma penanganan bencana di Indonesia yang telah mengalami pergeseran, yaitu penanganan bencana tidak lagi menekankan pada aspek penanganan tanggap darurat, tetapi lebih menekankan pada keseluruhan managemen risiko bencana. Sebagai respons dari perubahanparadigma penanggulangan bencana tersebut maka diterbitkan Undang-undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana dimana didalamnya terdapat ketentuan umum yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penatapan kebijakan pembangunan yang mengurangi risiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan rehabilitasi. Program pembangunan shelter ini masuk dalam rencana Masterplan Pengurangan Risiko Bencana Tsunami.. Dibangunnya Temporary Evacuation Shelter (Tempat Evakuasi Sementara) diharapkan dapat membantu korban bencana Gempa dan Tsunami agar mempunyai tempat untuk evakuasi yang terdekat, namun pembangunnannya tersebut belum sepenuhnya berhasil mewadahi kebutuhan perlindungan bencana dan tepat sasaran. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui prioritas faktor – faktor penilaian dalam penentuan lokasi pembangunan TES.

Kata Kunci: Tempat Evakuasi Sementara, Bencana, Tsunami, AHP


PENENTUAN TIPE PELAKSANAAN JENIS PERKERASAN UNTUK VOLUME LALU LINTAS RENDAH DENGAN

ANALITYCAL HIERARCHY PROCESS

 Tatan Rustandi

Mahasiswa Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan Bandung

ABSTRAK
                Fungsi jalan sangat fital dalam menunjang perekonomian masyarakat,oleh karena itu jalan senantiasa harus memiliki kualitas yang baik dengan dijaga dan dipelihara dari berbagai kerusakan. Dari data jalan kabupaten dengan data terakhir 1990-an, jalan dengan volume rendah ekivalen dengan lalu lintas selama umur pelayanan sebesar 500.000 ESA4. sehingga dengan kondisi ini maka pembangunan jalan yang murah, ramah dan kuat dari segi stuktur menjadikan prioritas utama didalam pembangunan inftrastruktur jalan. Dalam studi berikut ini akan dilakukan penelitian mengenai keputusan paling tepat yang mungkin diambil oleh pembuat kebijakan dalam suatu permasalahan menentukan metode pelaksanaan untuk volume lalu lintas rendah yaitu jenis perkerasan lentur, jenis perkerasan kaku dan jenis perkerasan  lapisan penutup. Dalam kasus berikut ini, tipe-tipe untuk melaksanakan konstruksi tersebut dibatasi kriteria kriteria yang menjadi pertimbangan. Kriteria tersebut adalah biaya konstruksi, waktu pengerjaan, tenaga terampil, aspek lingkungan dan lalu lintas.
                Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), merupakan salah satu metode pengambil keputusan multi kriteria yang mempunyai banyak kelebihan dibandingkan dengan metode lain, diantaranya karena pada metode AHP terdapat struktur yang berhieraki dari kriteria sampai subkriteria yang paling dalam. Perhitungan bobot kriteria menggunakan Eigen faktor dengan langkah normalisasi kolom dan  perhitungan nilai Eigen, sehingga perhitungan konsistensi dari data dapat mudah dilakukan.
                Berdasarkan hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa tipe konstruksi terbaik menurut pendapat responden adalah dengan menggunakan  tipe Perkerasan Jalan Lentur (hotmix) dengan memberikan nilai 37,7 %  dan kriteria dengan bobot prioritas paling besar adalah Menghindari durasi pengerjaaan atau waktu pengerjaan yang tidak terlalu lama terhadap pembangunan jalan sebesar 31,2 %.

Kata kunci: Analytical Hierarchy Process, jenis perkerasan, lalu lintas, tipe konstruksi, lalu lintas rendah.

ABSTRACT
                The road is very vital function in supporting the economy of the community, Therefore, the road always have to have a good quality to be maintained and preserved from various damage. From the data of district roads with recent data 1990s, low volume roads equivalent to traffic during the service life of 500,000 ESA4. so with this condition then cheap road construction, friendly and powerful in terms of structure makes a major priority in the construction of roads inftrastruktur. In the following study. will be carried out research on the most appropriate decisions that may be taken by policy makers in a problem of determining the method of implementation for low traffic volume: which is a type of flexible pavement, types of rigid pavement and pavement types of cover. In the following case, method - the method to carry out the construction of restricted criteria - criteria into consideration. These criteria are construction costs, processing time, skilled labor, environmental and traffic aspects.
                Metode Analytical Hierarchy Process (AHP), is a multi-criteria decision-making method that has many advantages compared with other methods. Such as in AHP are berhieraki structure of criteria to subcriteria most in. Calculation criteria weights using Eigen factor with normalization steps and calculations column Eigen values, with the result that the calculation of the consistency of the data can be easily done.
                Based on the results of the study concluded that the best construction type in the opinion of the respondents is to use the thype of Flexible Pavement (hot mix) with a value of 37.7% and criteria with the greatest priority weight is Avoiding the duration of the working or processing time is not too long for road construction amounted to 31.2%.

Keywords: Analytical Hierarchy Process, the type of pavement, traffic, Construction type, Low Volume Road.


Kajian Potensi dan Pengembangan Wilayah Kota-Kota
di Kabupaten Deli Serdang
  
Yuanita FD. Sidabutar

Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK
Kabupaten Deli Serdang dikenal sebagai salah satu daerah dari 25 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Deli Serdang terdiri dari 22 kecamatan, deli serdang merupakan kabupaten yang memiliki keanekaragaman sumber daya alamnya yang besar sehingga merupakan daerah yang memiliki peluang investasi cukup menjanjikan.
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui potensi-potensi apa saja yang ada di kabupaten Deli Serdang dan bagaimana mengembangkan potensi tersebut sehingga bisa meningkatkan perekonomian daerah tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur mengenai kabupaten Deli Serdang, survey langsung beberapa kecamatan berpotensi di kabupaten Deli Serdang, pemotretan, dan pembagian kuesioner ke lapangan.
Hasil dari penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis dari hasil survey ke lapangan berupa analisis kondisi kawasan, dan data dari hasil pembagian kuesioner berupa hasil analisis statistik presentase. Dan juga diperoleh konsep pemikiran untuk bagaimana cara meningkatkan perekonomian kawasan ini.
Dari hasil penelitian yang dilakukan, kemudian didapatkan kesimpulan dan saran berupa kabupaten Deli Serdang merupakan kecamatan yang kaya akan potensi, dimana potensi-potensi tersebut dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian kawasan tersebut.

Kata kunci : Kabupaten Deli Serdang, potensi, ekonomi
  
ABSTRACT
Deli Serdang regency is known as one of the areas of the 25 districts / cities in North Sumatra Province. Deli Serdang regency consists of 22 districts, deli serdang a district that has a diversity of natural resources, large that is an area that has promising investment opportunities.
This research was conducted in order to determine the potential of what is in Deli Serdang district and how to develop this potential so that it can improve the economy of the area. Data collected through the study of literature regarding the Deli Serdang district, several districts potentially direct survey in Deli Serdang regency, shooting, and the distribution of questionnaires to the field.
The results of this study conducted with technical analysis of the survey results to the field in the form of analysis of regional conditions, and the data from the questionnaire division result of the analysis of statistical percentage. And also obtained the concept of thought to how to improve the economy of this region.
From the research that is done, then it was concluded and suggestions of Deli Serdang district is a district that is rich in potential, where these potentials can be developed to improve the economy of the region.

Keyword : Deli Serdang, potency, economic


EVALUASI KEBUTUHAN MESIN DAN TENAGA KERJA LANGSUNG
DI PT. SUMATERA SARI RAYA MEDAN
  
Omry Pangaribuan
  
Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

ABSTRAKSI
Setiap perusahaan selalu mengusahakan agar antara orang, mesin dan jumlah produksi dalam system produksi selalu dalam keadaan seimbang, dengan demikian kualitas dan jumlah produksi akan dapat dicapai dengan baik. Penelitian ini ditujukan untuk menentukan kebutuhan jumlah mesin dan jumlah tenaga kerja langsung yang sesuai dengan jumlah produksi pisau  Hammer Mill. Dari data yang telah dikumpulkan, kemudian diolah dengan metoda atau prinsip product routing (routing sheet dari perencanaan tata letak fasilitas pabrik), maka diperoleh hasil sebagai berikut; jumlah mesin dan peralatan yang diperlukan adalah sebanyak 8 unit, dan jumlah tenaga kerja langsung, adalah sebanyak 2 orang. Diharapkan dengan keadaan ini keseimbangan dalam kegiatan produksi akan menjadi seimbang

Kata Kunci: Seimbang

ABSTRACTION
           Each company always try to get between people, machines and production quantities in a production system always in balance, thus the quality and quantity of production can be achieved with either. This study aimed to determine the required number of machines and the number of direct labor in accordance with the number of blade production Hammer Mill. From the data collected, and then processed with a method or principle of product routing (routing sheet of planning the layout of the factory facilities), the obtained results as follows; the number of machines and the equipment required is 8 units, and the number of direct labor, is as much as 2 people. It is expected with this state of balance in the activities of production will be balanced

Keywords: Balanced


PERBANDINGAN DETEKSI TEPI  ALGORITMA CANNY DAN SOBEL PADA PENGOLAHAN CITRA

Indra Kelana Jaya

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede Medan
  
ABSTRACT
                Edge detection is the most common approach used to detect discontinuities gray level. This is because the isolated dot or line is not too often encountered in practical applications. Ideally, the techniques used for detecting discontinuities should only generate a pixel located on the boundary region. One image processing techniques used are edge detection. Edge detection is common in digital image processing because it is one of the initial steps in image segmentation, which aims to present the objects contained in the image. Edge detection function to identify the boundaries of an object against a background of overlapping. Therefore, when the outline of the image can be identified accurately, all objects can be found and basic properties such as area, shape, and size of the object can be measured. There are several types of edge detection methods that can be used to detect the outline of an image, such as Sobel algorithm, Prewitt, Canny and homogeneity. Each of these methods has its advantages and disadvantages of each. In this study will be taken two algorithms are algorithms Canny and Sobel. Based on the strengths and weaknesses of these two methods will be analyzed both of these methods to view the results of detection both of which will be used as a comparison. Judging from the results obtained from the edge detection algorithm Canny and Sobel clearly seen better cannya algorithm in the results pendekteksian edge, where the Canny algorithm have smoother results and more specifik mendekteksi edge line  of an object image. While the algorithm pendektesian Sobel edge lines still stretched stricken area that does not have borders. Judging from the structure of the results of detection Canny algorithm is better than Sobel algorithm.

Keywords : canny, sobel, image processing, camparison, edge lines


Data Mining Korelasi Pekerjaan Orang Tua Terhadap Indeks Prestasi Komulatif Lulusan Studi Kasus STMIK Kaputama Binjai

Novriyenni dan Anton Sihombing

STMIK Kaputama; Jl. Veteran No. 4-9A Binjai, Sumatera Utara

Abstract
Mahasiswa STMIK Kaputama memiliki beragam latar belakang keiuarga dan memiliki IPK lulusan masih dominan di bawah 3.00. untuk itu perlu adanya upaya akademik mencarikan strategi pembelajaran agar IPK lulusan meningkat. Prestasi akademik mahasiswa dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya: motivasi belajar, peranan orangtua, dan perekonomian keluarga.
Penelitian ini mencoba untuk menggali pengetahuan baru dari data  mahasiswa yang tersimpan didalam database untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pekerjaan orang tua denga IPK lulusan. Data mahasiswa STMIK Kaputama menunjukan pekerjaan orang tua yang beragam, selama ini data tersebut hanya tersimpan saja.
Dengan mengimplementasikan data mining pada data lulusan mahasiswa dengan algoritma a priori, dapat diketahui berapa besar confidence dan support  pekerjaan orang tua  dengan IPK lulusan. Mahasiswa yang memiliki IPK memuaskan kemungkinan 54% pekerjaan orang tuanya adalah wiraswasta, dan mahasiswa yang pekerjaan orang tuanya wiraswasta kemungkinan 52% akan memiliki IPK cukup memuaskan. Hal ini menjadi masukan bagi pihak institusi agar membuat strategi pembelajaran yang lebih baik lagi untuk meningkatkan IPK lulusan.


IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN
PEMBERIAN BEASISWA MENGGUNAKAN
METODE WEIGHT PRODUCT
  
Indira Ruth Septarini
  
ABSTRACT
Pemberian bantuan berupa Beasiswa merujuk pada kinerja individu mahasiswa yang memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Beasiswa yang akan diberikan dapat berupa beasiswa untuk prestasi dan beasiswa untuk yang kurang mampu. Penilaian mencakup prestasi akademik (indeks prestasi kumulatif), pendapatan orang tua, jumlah tanggungan orang tua, semester, dan umur. Dalam proses penyeleksian mahasiswa yang layak mendapatkan beasiswa tersebut dibutuhkan metode yang dapat membantu pengambil keputusan dalam memutuskan layak atau tidak layaknya beasiswa tersebut. Metode Weighted Product merupakan bagian dari konsep Multi-Attibut Decision Making (MADM) yang memerlukan normalisasi pada perhitungannya. Metode Weighted Product, diharapkan dapat menyelesaikan masalah pemilihan mahasiswa yang layak mendapatkan fasilitas beasiswa. Pemanfaatan Weighted Product sebagai model sistem pendukung keputusan pemilihan mahasiswa berprestasi dapat membantu pengambil keputusan dalam menentukan mahasiswa yang berhak di rekomendasikan mendapat fasilitas beasiswa dengan proses pembobotan multikriteria dan seleksi dengan lebih cepat, cermat dan lebih efektif.

Keyword : Sistem, keputusan, weighted product , beasiswa, pembobotan


KEBIJAKAN PERIODIK DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN DETERMINISTIK UNTUK DUA PRODUK SECARA TERPADU DENGAN KAPASITAS SISTEM YANG TERBATAS



Posma Lumban Raja



Dosen Jurusan Teknik Informatika – Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede
Medan


ABSTRAK
Model persediaan dengan kapasitas sistem yang terbatas memiliki prosedur penyelesaian yang lebih rumit dibandingkan dengan model persediaan tanpa batasan kapasitas sistem. Metode yang sering digunakan untuk menyelesaikan multi produk dengan kapasitas sistem yang terbatas adalah dengan menggunakan Pengali Lagrange (Lagrange Multiplier). Pada tulisan ini dikembangkan suatu model persediaan untuk dua produk secara terpadu dengan kapasitas sistem yang terbatas menggunakan kebijakan periodik. Berdasarkan analisa yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan Kebijakan Periodik  dalam pengendalian persediaan multi produk secara terpadu dengan kondisi kapasitas sistem yang terbatas akan memberikan biaya total persediaan yang lebih minimum dibanding dengan metode Pengali Lagrange.

Kata Kunci :          Model Pesediaan Deteministik, Multi Produk, Kapasitas Sistem, Kebijakan Periodik.  



















































































Tidak ada komentar:

Posting Komentar