Kamis, 31 Desember 2020

Jurnal Sains dan Teknologi ISTP, Volume 14 No 01 edisi Desember 2020

 


PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT. CAHAYA RIMBA

 Ir. Bungaran Tambun, MSi1) dan Ir. Piala Mutiara, MM2)

 1), 2)Dosen Jurusan Teknik dan Manajemen Industri

Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan

 1) email : bungtambun@gmail.com

2) email : pialamutiara66@gmail.com

  

ABSTRAK

Kepemimpinan adalah kemampuan pribadi untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan bersama. Konsep kepemimpinan bukanlah semata-mata  berbentuk intruksi, melainkan lebih merupakan motivasi atau pemicu yang dapat  memberi inspirasi kepada bawahan, sehingga inspirasi dan kreativitas mereka berkembang   secara   optimal   untuk   meningkatkan   kinerjanya.   Jika   ingin meningkatkan kinerja karyawan, kita perlu memahami dan memperhatikan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi efektifitas kerja karyawan. Efektivitas  adalah suatu  keadaan  yang mengandung suatu efek/akibat yang dikehendaki kalau seseorang melakukan sesuatu yag   memang   dikehendakinya   maka   seseorang   itu   dikatakan   efektif jika menimbulkan  akibat  atau  mempunyai  maksud  sebagaimana dikehendakinya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan transformasional terhdapa efektifitas kerja karyawan di PT. Cahaya Rimba dengan menggunakan metode  metode analisis regresi linear sederhana dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuisioner.

Kepemimpinan Transformasional PT. Cahaya rimba itu memberikan pengaruh sebesar 11,1% terhadap efektifitas kerja karyawannya sehingga terdapat 88,9% dijelaskan oleh variabel lain yang berada di luat model kepemimpinan tersebut. Berdasarkan uji signifikan yang telah dilakukan diperoleh hasil t hitung = 5,777 dengan nilai signifikansi 0,044 (<0,05) dimana ada pengaruh yang signifikan antara variabel Kepemimpinan Transformasional dengan Efektifitas Kerja Karyawan.

 Kata kunci : Kepemimpinan

 ABSTRACT

Leadership is personal ability to affect others to cooperate and work productively to achieve a joint purpose. The concept of leadership is not merely shaped instructions, but more is motivation or triggers can be inspired subordinate, so inspiration and creativity they optimized to improve its performance. If want to improve of employee performance , we need to understand and seen other conditions factor that can affect the effectiveness of work employees. The effectiveness of is a state of being containing an effect / because he will if someone do something that is he desired someone said effective if cause due or have a purpose as directed.

The purpose of this study is to find the influence of leadership transformational with respect to the effectiveness of work employees in PT. Cahaya Rimba by using the method the method of analysis linear regression simple with data collection through interviews and quisioner.

Transformational leadership PT. Cahaya Rimba it is giving the influence of amounting to 11.1 % to the effectiveness of its employees work and there were 88,9 % described by other variables that are in laut the model of leadership. Based on significant test that has been carried out the results t count = 5,777 with a value of significance 0,044 ( & it; 0.05 ) where there is significant influence between variables transformational leadership with the effectiveness of our employees work.

 Keyword: Leadership


ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PADA PT. DWIMULYA MANDISI PERKASA CABANG MEDAN

 Ir. Omry Pangaribuan, MM

 Dosen Jurusan Teknik dan Manajemen Industri

Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan

 

ABSTRAK

Penulis melakkukan penelitian ini pada PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Cabang Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki oleh perusahaan dan juga untuk mengetahui alternative strategi pemasaran yang dapat dipakai oleh PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Cabang Medan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi langsung, wawancara langsung, dan studi literature. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Analisis ini digunakan untuk mengidentifikasi lingkungan intern dan ekstern perusahaan dalam iklim persaingan dengan perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis yang sama. Analisis SWOT mencakup lingkungan ekstern dan lingkungan intern. Analisi lingkungan adalah suatu proses yang digunakan untuk menentukan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Kemudian menentukan bobot dan rating factor internal dan eksternal (IFAS dan EFAS), membuat diagram SWOT dan matriks SWOT. Berdasarkan analisis factor strategi internal (IFAS) dan Eksternal (EFAS), selisih bobot rating antara kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancaman adalah sebagai berikut: nilai bobot rating Strength diatas nilai Weakness selisih (+) 0.35 dan nilai Opportunity diatas nilai Threat dengan selisih (+) 0.65 yang berada pada kuadran I. maka strategi pemasaran PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Cabang Medan adalah Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif


Kata Kunci : SWOT

 

ABSTRACT

The author conducted this research at PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Medan Branch. The purpose of this study is to determine the strengths, weaknesses, opportunities and threats of the company and also to find out alternative marketing strategies that can be used by PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Medan Branch. The data collection methods used were direct observation, direct interview, and literature study. While the data analysis technique used is the SWOT analysis (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). This analysis is used to identify the company's internal and external environment in a competitive climate with companies engaged in the same business. SWOT analysis includes the external environment and the internal environment. Environmental analysis is a process used to determine strengths, weaknesses, opportunities and threats. Then determine the internal and external weight and rating factors (IFAS and EFAS), create a SWOT diagram and a SWOT matrix. Based on the analysis of internal (IFAS) and external (EFAS) strategic factors, the difference in rating weight between strengths and weaknesses as well as opportunities and threats is as follows: the weight value of the Strength rating is above the Weakness value difference (+) is 0.35 and the Opportunity value is above the Threat value with the difference ( +) 0.65 which is in quadrant I. then the marketing strategy of PT. Dwimulya Mandiri Perkasa Medan Branch is the strategy applied in this condition is to support an aggressive growth policy

 

Keywords: SWOT


TIPOLOGI RUANG TERBUKA HIJAU DI KECAMATAN

MEDAN POLONIA

  

Endi Marta Mulia, ST, M.Si

  

Dosen Arsitektur,  Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan

Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Sumatera Utara, Indonesia

 

Email: endi_mm@yahoo.co.id

  ABSTRAK

Akibat meningkatnya pertumbuhan penduduk serta berbagai aktifitas Kota menyebabkan pemakaian lahan yang sangat maksimal. Berkurangnya Ruang Terbuka Hijau Kota mengakibatkan menurunnya kualitas lingkungan hidup serta terjadinya perubahan ekosistem alami. Ruang Terbuka Hijau memiliki banyak manfaat antara lain sebagai area rekreasi, sosial budaya, estetika, fisik kota ekologis dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi bagi manusia maupun bagi pengembangan Kota. Maraknya isu global warming sekarang, disetiap Negara sekarang di Dunia sudah mulai melakukan peraturan yang ketat akan Ruang Terbuka Hijau tak terkecuali Negara Indonesia, yang dapat kita lihat melalui Peraturan Mentri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2007 serta Permen PU No. 5 Tahun 2008.

Pada kecamatan Medan Polonia kondisi ruang terbuka hijaunya masih disebagian wilayah kelurahan yang tertata dengan baik serta perawatannya yang baik pula. Tapi tidak pernah dikelompokkan dalam beberapa kriteria (Tipologinya).

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif  kualitatif serta berdasarkan tipologinya. Setelah melakukan analisis pada tipologi yang telah ditetapkan, dengan menganalisis berdasarkan fisik, fungsi, struktur ruang, dan kepemilikan.

 

Kata Kunci : Terbuka Hijau, Tipologi, Kota Ruang

  

ABSTRACT

Due to increased population growth as well as various city activities  cause land use very maximum. Reduced green open space the city resulted in a decline in the quality of the environment and changes in natural ecosystems. Green Open Space has many benefits, among others as a recreation area, socio-cultural, aesthetic, physical, ecological city and have a fairly high economic value to humans as well as for the development of the city. The rise of global warming issues now, every country in the world now have begun making strict regulations will be green open space is no exception State Indonesia, we can see through the Regulation of the Minister in country No. 1 in 2007, and Candy PU No. 5 Year 2008.

In the district of Medan Polonia open green space conditions are still some areas villages are laid out well and the treatment is also good. But never grouped into several criteria (typology).

The approach used in this research is descriptive qualitative and based on typology. After analyzing the typology established, by analyzing based Physical Function, Structure of Space, and Ownership.

 

Keywords : Green Open Space, Typology, City

 


ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI MENGGUNAKAN STRUCTURAL EQUATION MODEL (SEM)

Rahmat1)  dan  Prof. Dr.-Ing. habil. Andreas Wibowo 2)

 1)Teknik Sipil / Magister Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Jl. Ciumbuleuit No. 94, Bandung 20153, Jawa Barat, Indonesia

e-mail : rahmatambo78@gmail.com

 

2)Dosen Tetap (Guru Besar), Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik

Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

e-mail : andreaswibowo1@yahoo.de

 

Abstrak

Proyek konstruksi dapat dikatakan berhasil jika tujuan proyek tersebut dapat dicapai, yaitu tepat mutu, tepat biaya dan tepat waktu. Namun dalam usaha pencapaian tersebut sering terjadi hambatan yang dapat mengganggu keberhasilan suatu proyek konstruksi. Dampak umum yang sering terjadi adalah keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Meski telah banyak penelitian didedikasikan untuk meneliti faktor-faktor keterlambatan, masih sangat jarang, setidaknya untuk konteks Indonesia, penelitian yang secara spesifik mengkaji keterkaitan antar-faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi, terlihat bahwa penelitian pada umumnya mengasumsikan secara implisit faktor-faktor tersebut saling independen atau tidak berhubungan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini difokuskan untuk mengidentifikasi keterkaitan antar-faktor keterlambatan proyek konstruksi, mengetahui faktor yang paling dominan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan proyek konstruksi. Pengumpulan data awal berupa data sekunder dari literatur yang sesuai dengan tema penelitian ini untuk menentukan faktor-faktor yang relevan dengan lokasi studi yaitu di Provinsi Gorontalo. Data primer diperoleh dengan cara kuesioner yang mengandung 31 pertanyaan yang dikelompokkan dalam 7 faktor penyebab keterlambatan proyek konstruksi. Metode analisis yang digunakan adalah Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS. Sebanyak 200 set kuesioner yang didistribusikan, ada 102 respons valid yang diterima. yang merefleksikan laju pengembalian sebesar 51%. Responden dari kontraktor berkontribusi sebanyak 72 (70,59%), sisanya dari konsultan pengawas sebanyak 16 (15,69%) dan pengguna jasa sebanyak 14 (13,73%). Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keterlambatan proyek konstruksi adalah tenaga kerja (TK), pengelolaan proyek/manajerial (MP), keuangan (KU) dan peralatan kerja (PK) yang secara simultan berkontribusi sebesar 78,5%; Faktor keuangan (KU) dan peralatan kerja (PK) berpengaruh langsung secara positif dan signifikan yang secara simultan berkontribusi sebesar 45,2% terhadap faktor tenaga kerja (TK) yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan proyek konstruksi; Faktor tenaga kerja (TK) merupakan faktor yang paling dominan dengan loading factor 0,47 yang mempengaruhi terjadinya keterlambatan proyek konstruksi.

    Kata kunci: Faktor-faktor Keterlambatan, Proyek Konstruksi, SEM

 

Abstract

A construction project can be said to be successful if the project objectives can be achieved, namely on quality, on cost and on time. However, in the effort to achieve this, obstacles often occur that can interfere with the success of a construction project. The general impact that often occurs is the delay in project completion time. Although a lot of research has been dedicated to examining the factors of delay, it is still very rare, at least for the Indonesian context, research that specifically examines the relationship between the factors causing delays in construction projects, it appears that research generally assumes implicitly these factors are mutually independent or not related. Based on this, this research is focused on identifying the relationship between the factors of construction project delay, knowing the most dominant factors and knowing what factors influence the construction project delay. Initial data collection in the form of secondary data from the literature in accordance with the theme of this study to determine the factors that are relevant to the study location, namely in Gorontalo Province. Primary data was obtained by means of a questionnaire containing 31 questions which were grouped into 7 factors causing delays in construction projects. The analytical method used is Structural Equation Modeling (SEM) with the help of AMOS software. A total of 200 questionnaire sets were distributed, 102 valid responses were received. which reflects a return rate of 51%. Respondents from contractors contributed as much as 72 (70.59%), the rest from supervisory consultants as much as 16 (15.69%) and service users as much as 14 (13.73%). The results of the analysis show that the factors that have a positive and significant effect on delays in construction projects are labor (TK), project management / managerial (MP), finance (KU) and work equipment (PK) which simultaneously contribute 78.5 %; Financial factors (KU) and work equipment (PK) had a positive and significant direct effect which simultaneously contributed 45.2% to the labor factor (TK) which affected the occurrence of construction project delays; The labor factor (TK) is the most dominant factor with a loading factor of 0.47 which affects the delay in construction projects.

Keywords: Delay Factors, Construction Projects, SEM


Penerapan Gaya Desain Coastal Pada Sebuah Coworking Space Berlantai Dua di Kota Medan
 
Liesbeth Aritonang, S.Ds, M.Si
 
Dosen D3 Desain Interior
Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede
Email: liesbeth.aritonang@gmail.com
  

Abstrak

Sebuah tempat dimana para individu - individu yang memiliki latar belakang pekerjaan ataupun bisnis bekerja dalam sebuah tempat disebut dengan CoWorking Space. Tren bekerja di luar suasana kantor yang kaku dengan gaya yang berbeda, menurut hasil survey J. Rudnicka pada tahun 2019 pertumbuhan Coworking Space berkembang secara global mulai dari tahun 2005sebanyak 3, 2010 bertambah menjadi 600, 2015 sebanyak 8.900 Coworking Space, tahun 2018 18.700 dan diprediksi pada tahun 2020 akan terdapat sebanyak 26.300 Coworking space di seluruh dunia. (sumber https://de.statista.com/statistik/daten/studie/674101/umfrage/anzahl-der-coworking-spaces-weltweit/, akses Oktober 2020). Melihat peningkatan minat pengguna kantor dinamis nan simpel ini, penulis membuat penelitian ini dengan rencana redesain sebuah rumah tinggal menjadi sebuah Coworking Space dengan tema Coastal, menjadi lokasi yang mendukung untuk aktifitas entrepreneur, yang semakin marak di Indonesia khususnya di Kota Medan, sehingga judul penulisan Penerapan Gaya Desain Coastal Pada Sebuah Coworking Space Berlantai Dua di Kota Medan.

 Kata kunci : Coworking Space, kantor, coastal

Abstract

A place where individuals with work or business backgrounds work in a place called Coworking Space. The trend of working outside a rigid office atmosphere with a different style, according to the results of the J.Rudnicka survey in 2019 the growth of Coworking Space has grown globally starting from 2005 as much as 3, 2010 increasing to 600, 2015 as many as 8,900 Coworking Space, in 2018 18,700 and It is predicted that by 2020 there will be 26,300 coworking spaces worldwide. (source https://de.statista.com /statistik/ daten/ studie/ 674101/umfrage/anzahl-der-coworking-spaces-weltweit/, accessed October 2020). Seeing the increasing interest in this simple and dynamic office user, the authors made this study with a plan to redesign a residential house into a Coworking Space with a Coastal theme, to become a supporting location for entrepreneurial activity, which is increasingly prevalent in Indonesia, especially in Medan City, so the title of writing Application Coastal Design Style In A Two-story Coworking Space in Medan City.

 Keywords: Coworking Space, office, coastal

 

ANALISIS FAKTOR DAYA SAING KONTRAKTOR KECIL DI INDONESIA
 Samuel1)  dan  Prof. Dr.-Ing. habil. Andreas Wibowo 2)
 1)Teknik Sipil / Magister Teknik Sipil, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
Jl. Ciumbuleuit No. 94, Bandung 20153, Jawa Barat, Indonesia
e-mail : samuel.tjandradjaja@gmail.com
 2)Dosen Tetap (Guru Besar), Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
e-mail : andreaswibowo1@yahoo.de
 

Abstrak

Industri konstruksi merupakan salah satu pilar yang menumpu perkembangan perekonomian di Indonesia. Sampai dengan tahun 2017, pangsa pasar konstruksi di Indonesia masih terfragmentasi dan sebagian besar dikuasai oleh kontraktor besar. Kontraktor kecil di Indonesia dengan jumlah yang besar saling bersaing memperebutkan lapangan pekerjaan. Persaingan yang sangat ketat ini menuntut kontraktor kecil untuk memiliki daya saing yang baik untuk mampu bertahan dalam kondisi yang ada. Dari keterbatasan penelitian yang ada, penelitian yang secara spesifik membahas faktor-faktor daya saing, yang berimplikasi pada kesinambungan bisnis mereka di dunia konstruksi masih belum dilakukan. Sehubungan dengan hal tersebut, penelitian ini didedikasikan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan ini. Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu: Menyusun variabel awal (rencana), pilot survey, Menyusun kuesioner final, dan menyebarkan kuesioner. Set kuesioner berisikan data scoring tingkat kepentingan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap daya saing kontraktor kecil. Dari 75 set kuesioner yang disebar, diperoleh 64 set yang valid. Analisis pada penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu: analisis kuantitatif berupa analisis deskriptif, uji beda, dan analisis faktor; analisis kuantitatif berupa wawancara. Responden wawancara adalah lima orang kontraktor senior yang berlokasi di Jakarta dan Jawa Barat. Hasil dari analisis kuantitatif menyatakan bahwa keunggulan kompetitif merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap daya saing kontraktor kecil dengan nilai rerata sebesar 4,81 dan nilai loading factor sebesar 0,89. Hal ini diperkuat oleh hasil wawancara yang mendukung hasil analisis kuantitatif tersebut. Pada tahap wawancara, diperoleh beberapa strategi yang perlu dilakukan oleh kontraktor kecil terkait daya saing yaitu: mengedepankan dan meningkatkan keunggulan kompetitif yang dimiliki masing-masing kontraktor kecil, mengutamakan profesionalisme kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki, dan menjaga hubungan baik dan komunikasi dengan klien.

 Kata kunci: Faktor-Faktor Daya Saing, Kontraktor Kecil, Keunggulan Kompetitif.

 

Abstract

The construction industry is one of the pillars that supports the development of the economy in Indonesia. As of 2017, the share of the construction market in Indonesia is still fragmented and mostly controlled by large contractors. A large number of small contractors in Indonesia compete with each other for jobs. This intense competition requires small contractors to have good competitiveness to be able to survive in existing conditions. From the limitations of existing research, research that specifically addresses competitiveness factors, which have implications for the sustainability of their business in the world of construction, has not been carried out. In this regard, this research is dedicated to filling this knowledge gap. Data collection was carried out in several stages, namely: Arranging initial variables (plans), pilot surveys, compiling final questionnaires, and distributing questionnaires. The questionnaire set contains the scoring data for the level of importance of the factors that affect the competitiveness of small contractors. Of the 75 sets of questionnaires distributed, 64 valid sets were obtained. The analysis in this study was divided into two stages, namely: quantitative analysis in the form of descriptive analysis, difference testing, and factor analysis; quantitative analysis in the form of interviews. The interview respondents were five senior contractors located in Jakarta and West Java. The results of the quantitative analysis state is that competitive advantage is the most influential factor on the competitiveness of small contractors with a mean value of 4.81 and a loading factor value of 0.89. This was confirmed by the results of the interviews which supported the results of the quantitative analysis. At the interview stage, several strategies that need to be carried out by small contractors related to competitiveness were obtained, namely: promoting and increasing the competitive advantage of each small contractors, prioritizing work professionalism, improving the quality of human resources owned, and maintaining good relations and communication with clients.

 

Keywords: Competitiveness Factors, Small Contractors, Competitive Advantage.


POTENSI IMPLEMENTASI KONTRAK BERBASIS KINERJA (PERFORMANCE BASED CONTRACT/PBC) PADA PEMBANGUNAN DAN PENGELOLAAN RUMAH SUSUN SEWA

 

Amir Anwar 1) dan Prof. Dr. Ing. Habil Andreas Wibowo 2)

 

1) Magister Manajemen Konstruksi Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil

Universitas Katolik Parahyangan

Jalan Ciumbuleuit 94 Bandung 40141 Indonesia

ameng.fsed@yahoo.com

 

2) Guru Besar Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil

Universitas Katolik Parahyangan

Jalan Ciumbuleuit 94 Bandung 40141 Indonesia

andreaswibowo1@yahoo.de

 

 

Abstrak

Seiring dengan semakin banyaknya pembangunan rusun, permasalahan dan keluhan akan rusun itu juga bermunculan karna perbedaan yang timpang antara harapan dan kenyataan. Pada pelaksanaan kegiatan pembangunan rusunawa sering terjadi ketaktercapaian target biaya, waktu dan mutu yang telah ditetapkan. Selain itu, selama siklus hidup rusunawa perbaikan lebih sering tidak diperhitungkan. Padahal perbaikan diperlukan untuk melestarikan dan meningkatkan masa manfaat bangunan. Diperlukan suatu kontrak yang inovatif untuk menjamin keseimbangan kepentingan antara pengguna jasa dan penyedia jasa, misalnya dengan sistem kontrak berbasis kinerja (KBK) yang menekankan kepada pencapaian kinerja yang harus dicapai melalui parameter output atau outcome, yang lebih dulu ditetapkan dan terukur. Pengumpulan data melalui 3 cara yaitu, Studi Literatur, Wawancara dan Observasi. Responden penelitian berdomisili di Bandung, Bekasi, Jakarta, Tangerang dan Serang. Pengolahan data menggunakan aplikasi SPSS 25. Pengamatan dilapangan mengkonfirmasi peneltian sebelumnya bahawa kinerja rusunawa di Indonesia belum maksimal dan tidak memuaskan dan program rusunawa saat ini masih jauh dari tujuan dan amanat UU No.20 tahun 2011 tentang Rumah Susun. Patensi atribut rusunawa  Lingkup implementasi PBC rusunawa meliputi semua pekerjaan dalam pembangunan dan pengelolaan rusunawa. Pekerjaan tersebut terintegrasi mulai dari tahap perencanaan sampai ke tahap pemeliharaan, sedangkan kendala implementasi PBC paling dominan adalah payung hukum PBC dan ketersediaan penyedia jasa.

 Kata Kunci: kinerja, rusunawa, PBC, kinerja

 

 

Abstract

Along with the increasing number of flat construction, problems and complaints about the flat also emerged because of the imbalance between expectations and reality. In the implementation of Rusunawa development activities, the predetermined cost, time and quality targets are often not achieved. In addition, during the rusunawa life cycle, repairs are more often not taken into account. Though improvements are needed to preserve and increase the useful life of the building. An innovative contract is needed to ensure a balance of interests between service users and service providers, for example with a performance-based contracting system (KBK) which emphasizes the achievement of performance that must be achieved through output or outcome parameters, which are predetermined and measurable. Collecting data in 3 ways, namely, Literature Study, Interview and Observation. Research respondents domiciled in Bandung, Bekasi, Jakarta, Tangerang and Serang. Data processing uses the SPSS 25 application. Field observations confirm previous research that the performance of rusunawa in Indonesia is not optimal and unsatisfactory and the current rusunawa program is still far from the goals and mandate of Law No.20 of 2011 on Flats. Patency of rusunawa attributes The scope of implementation of the PBC rusunawa includes all work in the construction and management of the flat. The work is integrated from the planning stage to the maintenance stage, while the most dominant constraints on PBC implementation are the legal umbrella of PBC and the availability of service providers.

 Keywords: performance, flat, PBC, performance


Evaluasi dan Penentuan Jasa Kurir Logistik Menggunakan Metode ANP dan TOPSIS
(Studi Kasus PD. Putra Setra)
 
Wahyu Andriyas Kurniawan1), Hilmi Aulawi2), Ilman Mutaqin3)
 1)Dosen Teknik / Teknik Industri Sekolah Tinggi Teknlogi Garut
Jl. Mayor Syamsu No.1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia
Wahyu@sttgarut.ac.id
 2) Dosen, Teknik, Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknlogi Garut
Hilmi_aulawi@sttgarut.id.id
 3) Mahasiswa, Teknik, Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknlogi Garut
1603073@sttgarut.ac.id
 

Abstrak

             Pemilihan jasa kurir merupakan aspek penting bagi sebuah perusahaan dalam meningkatkan kinerja logistiknya ketika menggunakan pihak penyedia jasa. Permasalahan yang sering terjadi adalah keterlambatan pengiriman ketika menggunakan jasa kurir atau adanya produk cacat saat diterima konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jasa kurir logistik terbaik berdasarkan kriteria-kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan metode Analytical Network Process (ANP) dan Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), dimana ANP digunakan untuk menentukan bobot kriteria, kemudian TOPSIS digunakan dalam menentukan peringkat pada alternatif jasa kurir berdasarkan hasil preferensi tertimbang pada ANP. Penelitian ini dilakukan pada sebuah perusahaan penyamakan kulit di Garut, Responden penelitian berjumlah 3 orang, yaitu mereka yang dianggap mengetahui semua elemen yang ada di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria keandalan pengiriman memiliki bobot paling tinggi maka metode TOPSIS menghasilkan urutan alternatif jasa kurir yang akan dipilih, berdasarkan hasil perhitungan alternatif JNE menjadi rekomendasi jasa kurir terbaik untuk dipilih.

 Kata Kunci: Analytical Network Process (ANP), Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Jasa Kurir Logistik, Analisis Sensitivitas.

 

 Abstract

Choosing a courier service is an important aspect for a company in improving its logistics performance when using a service provider. The problem that often occurs is the delay in delivery when using a courier service or a defective product when it is received by consumers. This study aims to evaluate the best logistics courier services based on the criteria set by the company using the Analytical Network Process (ANP) method and the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), where ANP is used to determine the weight of the criteria, then TOPSIS. used in ranking alternative courier services based on the weighted preference results of ANP. This research was conducted at a leather tanning company in Garut. There were 3 respondents, namely those who were considered to know all the elements in the company. The results showed that the reliability of delivery criteria has the highest weight, so the TOPSIS method produces an alternative sequence of courier services to be selected, based on the results of the calculation of JNE alternatives to be the best recommendation for courier services to choose.

 Keywords: Analytical Network Process (ANP), Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS), Logistics Courier Services, Sensitivity Analysis.


Analisis Sentimen Kepuasan Driver

Terhadap Kebijakan Baru Sistem Order Gojek

 Hilmi Aulawi1, Wahyu Andriyas Kurniawan2, Faisal Abdul Rachman3

 1)Teknik / Teknik IndustriSekolah Tinggi Teknlogi Garut

Jl. Mayor Syamsu No.1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia

Hilmi_aulawi@sttgarut.id.id

 2) Dosen, Teknik, Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknlogi Garut

Wahyu@sttgarut.ac.id

 

3)Mahasiswa, Teknik, Teknik Industri, Sekolah Tinggi Teknlogi Garut

1603055@sttgarut.ac.id

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan pada kebijakan sistem order Gojek dan strategi solusi perbaikan yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada kebijakan sistem order Gojek. Analisis sentimen merupakan studi komputasi mengenai pendapat, perilaku dan emosi seseorang terhadap kejadian atau topik yang banyak diperbincangkan oleh masyarakat, salah satu topik yang banyak diperbincangkan pada tahun 2020 yaitu mengenai kebijakan sistem order Gojek. Dari kebijakan sistem order Gojek tersebut dicari permasalahan yang dominan menggunakan metode Naïve Bayes Classifier dan Asosiasi Teks. Naïve Bayes Classifier digunakan sebagai cara untuk menentukan kelompok kelas dokumen teks dan menghasilkan akurasi yang cukup tinggi, kemudian dianalisis menggunakan asosiasi teks untuk mengetahui permasalahan yang dominan berdasarkan kemunculan kata negatif. Dari banyak permasalahan, didapat 4 topik permasalahan yang dominan, kemudian melakukan wawancara dengan pihak internal Gojek untuk mengetahui solusi perbaikan dari masalah tersebut. Tahap berikutnya adalah menentukan prioritas solusi dari keluaran tahap pertama menggunakan Analytic Network Process (ANP) untuk menghasilkan bobot prioritas dari solusi. Solusi yang bisa diterapkan pada permasalahan kebijakan sistem order Gojek ini, antara lain: memperbarui sistem error, merubah kebijakan sistem order, penambahan sistem kompensasi, mengurangi point insentif harian, membuat kebijakan yang transparan dan ketat, membuat kebijakan yang adil, melakukan evaluasi jajaran staff Gojek, memperbanyak bonus dan insentif, menyediakan asuransi kecelakaan, memperbaiki sistem order di aplikasi dan membuat kebijakan hukuman bagi konsumen yang melakukan cancel order. Prioritas strategi yang bisa diambil oleh perusahaan yaitu memperbarui kebijakan sistem yang banyak dikeluhkan oleh driver, menambah sistem kompensasi yang diberikan, seperti menambah point bonus, bonus tutup akun dan membuat kebijakan yang transparan dan ketat berdasarkan undang-undang ketenagakerjaan.

 

Kata Kunci:Analisis Sentimen, Driver Gojek, Gojek, Naïve Bayes Classifer, Asosiasi Teks, Analytic Network Process

Abstract

This study aims to identify problems in the Gojek order system policy and remedial solution strategies that can be done to overcome problems in the Gojek order system policy. Sentiment analysis is a computational study of a person's opinion, behavior and emotions on events or topics that are widely discussed by the public, one of the most discussed topics in 2020, namely the Gojek order system policy. From the Gojek order system policy, the dominant problem is sought using the Naïve Bayes Classifier and Text Association methods. Naïve Bayes Classifier is used as a way to determine the class group of text documents and produce a fairly high accuracy, then analyzed using text associations to determine the dominant problem based on the appearance of negative words. Of the many problems, 4 dominant problem topics were obtained, then conducted interviews with Gojek internal parties to find out solutions to fix these problems. The next stage is to determine the priority of the solution from the output of the first stage using the Analytic Network Process (ANP) to produce the priority weight of the solution. Solutions that can be applied to this Gojek order system policy problem include: updating the error system, changing the order system policy, adding a compensation system, reducing daily incentive points, making transparent and strict policies, making fair policies, evaluating Gojek staff increase bonuses and incentives, provide accident insurance, improve the order system in the application and create punishment policies for consumers who cancel orders. The strategic priority that can be taken by companies is updating system policies that many drivers complain about, adding to the compensation system provided, such as adding bonus points, closing accounts bonuses and making transparent and strict policies based on labor laws.

 Keywords : Sentiment Analysis, Driver Gojek, Gojek, Naïve Bayes Classifier, Text Association, Analytical Network Process


PERHITUNGAN SUMBERDAYA BATUGAMPING BERDASARKAN METODE ISOLINE DI DAERAH JUMA TEGUH KECAMATAN SIEMPAT NEMPU KABUPATEN DAIRI PROVINSI SUMATERA UTARA

 

 1)Yoko Wira Buana Perolihen Berutu, 2)Drs. Nalom D. Marpaung, ST, MT,
3)Analiser Halawa, ST, MT dan 4)Ir. Bungaran Tambun, M.Si
 
1)Mahasiswa Teknik Pertambangan, Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Medan
 
2), 3), 4)Dosen Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede Medan
2)opung0123@gmail.com,
3)halawaftm@gmail.com
4)bungarant@gmail.com
 

Abstrak

Secara administratif lokasi penelitian berada di Daerah Juma Teguh, Kecamatan Siempat Nempu Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara. Secara Geografis lokasi penelitian terletak pada 98º12’43” BT - 98º16’08” BT  dan 2º45’28” LU - 2º48’49” dengan luas 4900 ha. Metode penelitian yang digunakan dalam perhitungan sumberdaya yakni metode isoline. Geomorfologi daerah penelitian dibagi berdasarkan klasifikasi kelas lereng Van Zuidam yang terbagi menjadi 6 satuan geomorfologi yaitu satuan morfologi sangat curam, satuan morfologi curam, satuan morfologi agak curam, satuan morfologi miring, satuan morfologi landai, satuan morfologi datar. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari 3 satuan litologi mulai dari yang paling muda yaitu satuan tufa, satuan batusabak, satuan batugamping. Struktur yang terdapat didaerah penelitian adalah struktur kekar dan sesar. Sebaran batugamping tersingkap pada elevasi 800 meter sampai dengan 1150 meter. Berdasarkan perhitungan sumberdaya dengan menggunakan metode isoline, didapatkan sumberdaya terunjuk sekitar 1.494.854.540 ton. Dari besaran sumberdaya yang didapatkan maka batugamping dilokasi penelitian prospek dan berpotensi untuk dikembangkan.

 

Kata Kunci : Geologi, Batugamping, Metode Isoline.

 

Abstrak

Administratively, the research location is in Juma Teguh area, Siempat Nempu District, Dairi Regency, North Sumatra Province. Geographically, the research location is located at 98º12'43 "East Longitude - 98º16'08" East Longitude and 2º45'28 "North Latitude - 2º48'49" with an area of ​​4900 ha. The research method used in calculating the resource is themethod isoline. The geomorphology of the research area is divided based on the classification of the Van Zuidam slope class which is divided into 6 geomorphological units, namely very steep morphological units, steep morphological units, slightly steep morphological units, sloping morphological units, sloping morphological units, flat morphological units. The stratigraphy of the research area consists of 3 lithological units starting from the youngest, namely the tuff unit, the slab rock unit, and the limestone unit. The structures contained in the research area are stock and fault structures. The limestone distribution is exposed at an elevation of 800 meters to 1150 meters. Based on the calculation of resources using themethod isoline, the indicated resources were around 1,494,854,540 tons. From the amount of resources obtained, the limestone is the prospect research location and has the potential to be developed.

 

Keywords: Geology, Limestone, Method Isoline.