Jumat, 14 Juni 2019

Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol 11 No 01 edisi Juni 2019



PENENTUAN JUMLAH KASIR (SERVER) YANG OPTIMAL PADA
KFC CEMARA ASRI MEDAN DENGAN MODEL ANTRIAN
   

Omry Pangaribuan


 Dosen Institut Sains Dan Teknologi T.D. Pardede (ISTP) Medan

Email:


Abstrakt
Cemara Asri KFC Medan adalah salah satu restoran cepat saji yang menjual menu ayam sebagai menu utamanya. Satu masalah yang muncul adalah bahwa pelanggan yang akan memesan makanan dengan kondisi saat ini (dengan hanya satu loket layanan) tidak dapat segera dilayani, tetapi harus menunggu dan mengantri untuk waktu yang relatif lama, hanya untuk bisa mendapatkan layanan , sebagai akibatnya beberapa pelanggan mengeluh tentang layanan yang lambat. Adapun penyebab antrian, itu cenderung disebabkan oleh ketidakseimbangan antara waktu pengiriman dan kecepatan dari tingkat pelanggan. Studi ini terutama ditujukan untuk mencari tahu, apa jumlah server yang optimal (layanan kasir) sehingga masalah ini dapat diatasi. Metode yang digunakan untuk mengambil data adalah observasi langsung, yaitu dengan melakukan pengamatan langsung terhadap kedatangan pelanggan dan kasir. Kemudian data disajikan dalam daftar distribusi frekuensi, untuk mengetahui bentuk distribusi kedatangan dan waktu pelayanan. Kemudian tentukan variabel antrian untuk satu server, dua server dan tiga server. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut: (1). Pola kedatangan / pelanggan di Cemara Asri Medan KFC adalah distribusi racun. Ini memiliki distribusi racun dengan kecepatan kedatangan rata-rata 6 orang setiap 20, sedangkan pola waktu pelayanan terdistribusi secara eksponensial. dengan waktu layanan rata-rata 2 (dua) menit per pelanggan. Jumlah optimal server (penghitung layanan) adalah 2 (dua) unit

Kata kunci: Antrian

Abstrack
Cemara Asri KFC Medan is one fast food restaurant that sells chicken goring as its main menu. One problem that arises is that a customer who will order food with the current conditions (with only one service counter) is not immediately able to be served, but has to wait and queue for a relatively long time, only to be able to get service, as a result some customers complaining about the slow service.As for the cause of the queue, it tends to be caused by an imbalance between the delivery timeand thespeed of the customer'sarrival.This study is primarily intended to find out, what is the optimal number of servers (cashier service) so that these problems can be overcome. The method used to retrieve data is direct observation, namely by making direct observations of the arrival of customers and the cashier. Then the data is presented in the list frequency distribution, to find out the form of distribution of arrival and service time. Then determine the queue variables for one server, two servers and three servers. The results obtained from this study are as follows: (1). The arrival / customer pattern in Cemara Asri Medan KFC is poison distribution. It has a distribution of poisons with an average arrival speed of 6 people every 20, while the service time pattern is exponentially distributed. with an average service time of 2(two) minutes per customer.The optimal number of servers (service counters) is 2 (two) units

Keywords: Queue


PENENTUAN  MANUFACTURING LEAD TIME RUBBER ROLLER PADA PT. GROWTH  SUMATERA INDUSTRI, LTD MEDAN

Ir. Bungaran Tambun, M.Si



 Dosen Institut Sains Dan Teknologi T.D. Pardede, Medan

Email:


Abstrak
PT. Growth Sumatera Industry, Ltd, adalah salah satu perusahaan pengelola besi dan baja. Adapun hasil produksi dari perusahaan ini, antara lain berupa; sambungan pipa baja dari berbagai ukuran, besi plat, sepatu rem untuk kereta api, pemecah batu-batuan, roda gigi, penggulung besi dan rubber roller (alat penggulung karet). Rubber roller adalah salah satu unit produksi yang khusus memproduksi rubber roller yaitu besi penggulung karet yang terdiri dari tiga ukuran, yakni; ukuran kecil, sedang dan besar. Akan tetapi dalam tiga tahun terakhir ini pesanan hanya yang berukuran kecil (18”x24”x 1690mm). dengan berat per unit = 20 kg.  Sedangkan jumlah produksi per bulannya tergantung pada jumlah pesanan, akan tetapi dalam dua tahun terakhir ini produksi rata-rata  rubber roller per bulannya sesuai dengan pesanan dari konsumen adalah 125 unit atau sama dengan berat 2,5 ton, yang diproses di lima stasiun kerja, Didalam memproduksi rubber roller ini, ada kecenderungan bahwa manufacturing lead time, yaitu; total waktu yang dibutuhkan untuk memproses produk rubber roller disepanjang proses produksi lebih lama dari waktu yang sepantasnya dapat dilakukan, yang pada akhirnya menimbulkan adanya peningkatan beban kerja operator dimasing-masing stasiun kerja. 

Adapun tujuan penelitian ini adalah: Untuk menentukan manufacturing lead time (MLT) produksi rubber roller pada PT. Growth Sumatera Industry, Ltd Medan.Data dikumpulkan melelui pengukuran langsung. Setelah data dikumpulkan dan diolah dengan metode manufacturing lead time (MLT), maka diperoleh hasil sebagai berikut: Manufacturing Lead Time untuk stasiun peleburan 2,425 jam, stasiun penuangan 9,05 jam, stasiun pendinginan 578,7375 jam, stasiun pembongkaran 7,9675 jam, dan stasiun pembubutan 73,1125 jam. Sehingga total Manufacturing Lead Time untuk Robber Roller sebesar 32 hari atau 671 jam”.

Kata kunci: Manufacturing

Abstract
PT. Growth Sumatra Industry, Ltd, is one of the companies managing iron and steel. The production of this company, among others, includes; steel pipe connections of various sizes, iron plates, brake shoes for trains, rock breakers, gears, iron rollers and rubber rollers (rubber rollers). Rubber roller is one of the production units that is specialized in producing rubber rollers, namely rubber rolling iron which consists of three sizes, namely; small, medium and large sizes. However, in the past three years orders have only been small (18 "x24" x 1690mm). with weight per unit = 20 kg. While the amount of production per month depends on the number of orders, but in the last two years the average production of rubber rollers per month according to orders from consumers is 125 units or equal to 2.5 tons, which are processed in five work stations, Inside producing this rubber roller, there is a tendency that manufacturing lead time, namely; the total time needed to process rubber roller products along the production process is longer than the appropriate time can be carried out, which in turn leads to an increase in operator workload in each work station.

The purpose of this study is: To determine the manufacturing lead time (MLT) of rubber roller production at PT. Growth Sumatra Industry, Ltd Medan. Data collected through direct measurements. After the data is collected and processed by manufacturing lead time (MLT) method, the following results are obtained: Manufacturing Lead Time for smelting stations 2,425 hours, 9.05 hours pouring station, cooling station 578,7375 hours, demolition station 7,9675 hours, and turning station 73,1125 hours. So that the total Manufacturing Lead Time for Robber Roller is 32 days or 671 hours ".

Keywords: Manufacturing

ANALISIS PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DI PT. (X)


IR. J.SINAGA, MSIE

Dosen Fakultas Teknologi Industri
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede

Email:


Abstrak
Salah satu tantangan yang cukup berat yang sering harus dihadapi oleh pemimpin adalah bagaimana ia dapat menggerakkan para bawahannya agar senantiasa mau dan bersedia mengerahkan kemampuannya yang terbaik untuk kepentingan kelompok atau organisasinya. Seringkali kita menjumpai adanya pemimpin yang menggunakan kekuasaannya secara mutlak dengan memerintahkan para bawahannya tanpa memperhatikan keadaan yang ada pada bawahannya. Hal ini jelas akan menimbulkan suatu hubungan yang tidak harmonis dalam organisasi. Dan dapat mengakibatkan kinerja karyawan terpengaruh dan menurun nya motivasi untuk bekerja.
Motivasi atau dorongan kerja karyawan adalah kemauan kerja karyawan yang timbulnya karena adanya dorongan dari dalam pribadi karyawan yang bersangkutan sebagai hasil integrasi keseluruhan dari pada kebutuhan pribadi, pengaruh lingkungan fisik dan pengaruh lingkungan sosial dimana kekuatannya tergantung dari pada proses pengintegrasian tersebut. Di dalam organisasi maupun perusahaan, interaksi yang terjadi adalah antar manusia yang berperilaku berbeda. Oleh karena itu, motivasi ini merupakan subyek yang amat penting bagi seorang pimpinan, karena seorang pimpinan  harus bekerja dengan dan melalui orang lain

Kata kunci: Kepemimpinan, motivasi kerja

Abstract
One of the toughest challenges that must often be faced by leaders is how he can move his subordinates to always be willing and willing to mobilize their best abilities for the benefit of their group or organization. Often we find leaders who use their power absolutely by ordering their subordinates without regard to the circumstances that exist in their subordinates. This clearly will lead to a relationship that is not harmonious in the organization. And can result in employee performance affected and decreased motivation to work.
Motivation or encouragement of employee work is the willingness of the work of employees who arise because of the encouragement of the employee in question as a result of the overall integration of personal needs, the influence of the physical environment and the influence of the social environment where the strength depends on the integration process. In organizations and companies, interactions that occur are between humans who behave differently. Therefore, this motivation is a very important subject for a leader, because a leader must work with and through other people


Keywords: Leadership, work motivation

HUBUNGAN PENGAWASAN DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN DENGAN EFEKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT.SURYAMAS LESTARI PRIMA TG. MORAWA
                                               
Ir. Piala Mutiara, MM*) dan Alexander**)
                                            
*) Dosen Jurusan Teknik dan  Manajemen Industri
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

Email: pialamutiara78@gmail.com

**) Mahasiswa Jurusan Teknik dan Manajemen
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

ABSTRAK
PT. Suryamas Lestari Prima yang berlokasi di Jalan Malaka No. 40 Medan dengan produksi berada di Jalan Batang Kuis KM 5.5 Desa Dalu XA NO. 18  Tajung Morawa merupakan perusahaan yang mengelolah kayu menjadi solid door dan moulding. Masalah utama perusahaan ini adalah faktor-faktor sosial keorganisasian, terutama menyangkut pengawasan manajemen, perilaku pemimpin, komunikasi, kebijakan perusahaan, kedisiplinan dan sebagainya merupakan faktor-faktor penting yang dapat mempengaruhi efektivitas kerja karyawan. Faktor-faktor ini berada diluar diri pekerja dan sepenuhnya dapat diatur dan dirubah dan yang berwewenang merubahnya adalah pimpinan.
                Tujuan penulis Untuk mengetahui bentuk hubungan antara pengawasan dengan efektivitas kerja karyawan, Untuk mengetahui bentuk hubungan antara perilaku kepemimpinan dengan efektivitas kerja karyawan, Untuk mengetahui bentuk hubungan antara pengawasan dan perilaku kepemimpinan secara bersama-sama dengan efektivitas kerja karyawan.
                Hasil pengujian hipotesis menunjukkan, bahwa keempat hipotesis alternatif (Ha) yang diajukan dalam penelitian ini diterima, dan menolak hipotesis nol (ho). Dengan demikian berarti terdapat hubungan yang positif antara : (1) pengawasan dengan efektivitas kerja karyawan, (2) perilaku kepemimpinan dengan efektivitas kerja karyawan, (3) pengawasan dan perilaku kepemimpinan secara bersama-sama dengan efektivitas kerja karyawan. Hasil uji t untuk hipotesis pertama dan kedua, serta hasil uji F untuk hipotesis ketiga menunjukkan bahwa hubungan tersebut sangat signifikan pada taraf signifikasi a=0,05.

Kata kunci: Perilaku Kepemimpinan, efektivitas kerja


ABSTRACT
PT. Suryamas Lestari Prima located on Jalan Malaka No. 40 Medan with production located on Jalan Batang Kuis KM 5.5 Village Dalu XA NO. 18 Tajung Morawa is a company that manages wood to be solid door and molding.The main problem of this company is organizational social factors, especially regarding management supervision, leader behavior, communication, company policy, discipline and so on are important factors that can affect the work effectiveness of employees. These factors are outside the worker's self and can be fully regulated and changed and the authority to change them is the leader.
The purpose of the author To find out the form of the relationship between supervision and work effectiveness of employees, To find out the form of the relationship between leadership behavior and work effectiveness of employees, To find out the relationship between supervision and leadership behavior together with employee work effectiveness
The results of hypothesis testing indicate that the four alternative hypotheses (Ha) proposed in this study are accepted, and reject the null hypothesis (ho). Thus it means there is a positive relationship between: (1) supervision with employee work effectiveness, (2) leadership behavior with employee work effectiveness, (3) supervision and leadership behavior together with employee work effectiveness. The results of the t test for the first and second hypotheses, and the results of the F test for the third hypothesis indicate that the relationship is very significant at the significance level of a = 0.05.

Keywords: Leadership Behavior, work effectiveness

ANALISIS KESTABILAN LERENG MINE HIGHWALL DENGAN METODE BISHOP DAN SOFTWARE ROCKSCIENCE SLIDE PADA AREA PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT 2A BARAT PT. FONTANA RESOURCES INDONESIA) KAB. BARITO UTARA
KALIMANTAN TENGAH

Halawa Analiser 1) Nurhakiki 2)
1.        Dosen Teknik Pertambangan Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede Medan
Email: halawaftm@gmail.com

2.        Mahasiswi, Teknik Pertambangan Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede Medan


ABSTRAK
Perhitungan kemantapan lereng yang dilakukan adalah menggunakan metode kesetimbangan batas (Bishop) dan program Slide 5.027 dari Rockscience Slide. Lereng yang dianalisis terdiri dari empat lereng di highwall diberi simbol dengan GT-01, GT-02, GT-03 dan GT-04.
Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan geometri lereng tunggal penambangan yang direkomendasikan adalah Lereng tunggal sisi highwall dengan FK mendekati 1.3 (aman), antara lain; pada area GT-01 dengan ketinggian maksimum 38 m dan kemiringan 230, area GT-02 dengan ketinggian maksimum 38 m dan kemiringan 230, area GT-03 dengan ketinggian maksimum 28 m dan kemiringan 340 dan area GT-04 dengan  ketinggian maksimum 34 m dan kemiringan 270, dan untuk lereng multisisi high wall pada lapisan overburden dengan FK mendekati 1.3 (aman) yaitu antara lain pada area GT-01 dengan ketinggian maksimum 38 m dan kemiringan 260, area GT-02 dengan ketinggian maksimum 33 m dan kemiringan 260, area GT-03 dengan ketingian maksimum 28 m dan kemiringan 300 dan area GT-04 dengan ketinggian maksimum 34 m dan kemiringan 260 sedangkan pada dimensi kerja masing-masing lapisan material claystone dianggap aman dengan ketinggian maksimum 10 m dengan kemiringan 600 dan material sandstone dianggap aman pada ketinggian < 10 m dengan sudut kemiringan < 300

Kata Kunci : Highwall, geometri jalan, Litologi lereng, Sudut Lereng, Faktor Keamanan.

ABSTRACT
The calculation of slope stability is done using the Bishop equilibrium method and the Slide 5.027 program from Rockscience Slide. The slopes analyzed consisted of four slopes in highwall given a symbol with GT-01, GT-02, GT-03 and GT-04.
Based on the results of calculations carried out by the single mining slope geometry that is recommended is a single highwall slope with FK approaching 1.3 (safe), among others; in the GT-01 area with a maximum height of 38 m and a slope of 230, the GT-02 area with a maximum height of 38 m and a slope of 230, the GT-03 area with a maximum height of 28 m and a slope of 340 and GT-04 area with a maximum height of 34 m and slope 270, and for the high wall multi-slope in the overburden layer with FK close to 1.3 (safe), among others, in the GT-01 area with a maximum height of 38 m and a slope of 260, GT-02 area with a maximum height of 33 m and slope 260, area GT-03 with a maximum height of 28 m and a slope of 300 and a GT-04 area with a maximum height of 34 m and a slope of 260 while the working dimensions of each layer of claystone material are considered safe with a maximum height of 10 m with a slope of 600 and sandstone material considered safe in height <10 m with slope angle <300.

Keywords: Highwall, road geometry, slope lithology, slope angle, safety factor

PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP KENYAMANAN VISUAL
PADA STARBUCKS CAMBRIDGE

Sanggam B Sihombing, ST., MT

Dosen Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

sanggams@yahoo.co.id


ABSTRAK
Cahaya adalah hal yang dibutuhkan oleh manusia untuk melihat segala hal. Manusia membutuhkan cahaya untuk beraktifitas dengan sehat, dan nyaman. Karena pentingnya pengaruh pencahayaan, maka pengaturannya harus diperhatikan dalam perancangan arsitektur. Pencahayaaan dapat berasal dari pencahayaan alami dan pencahayaan buatan. Sebagai negara yang terletak pada daerah khatulistiwa, Indonesia tentu mendapatkan energi yang berlimpah dari cahaya matahari. Karena itulah seharusnya potensi tersebut dimanfaatkan dengan penggunaan pencahayaan alami. Cahaya alami tersedia berlimpah, dan gratis, tetapi memiliki banyak kelemahan seperti; intensitasnya tidak mudah diatur, dapat menyilaukan dan redup, sering membawa panas, dan sulit dimanfaatkan pada bangunan berlantai banyak.
          Kenyamanan visual adalah faktor yang harus diperhatikan pada proses perancangan, karena kenyamanan visual adalah kondisi yang dapat tercapai dengan adanya pengaturan pencahayaan yang baik. Tercapainya kenyamanan visual tentu akan membuat aktifitas masyarakat menjadi lebih nyaman. Starbucks Cambridge adalah salah satu kafe yang memanfaatkan cahaya alami sebagai sumber pencahayaan utama yang didukung dengan pencahayaan buatan dan banyak dikunjungi oleh para pengunjung setiap hari.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari teori-teori kenyamanan visual dan pencahayaan, kemudian mencari indikator yang dapat mempengaruhi kenyamanan visual untuk diteliti pada Starbucks Cambridge. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observatif dengan menggabungkan studi literatur dan observasi langsung pada lokasi yang akan diteliti.
Berdasarkan hasil studi literatur dan observasi, diketahui standar kenyamanan visual dan komponen yang menjadi indikator kuat pada Starbucks Cambridge telah memenuhi standar namun masih terdapat beberapa indikator yang dapat ditingkatkan seperti vegetasi, lantai, dan langit-langit.

Kata kunci : Pencahayaan/ Kenyamanan Visual/ Starbucks Cambridge


ABSTRACT
Light is a necessary thing for humans to see everything. Humans need light to work healthy, and comfortable. Because the effect of lighting is important, the arrangement must be considered in architectural design. Lighting can come from sunlight and artificial lighting. As a country located on the equator, Indonesia certainly gets abundant energy from sunlight. That's the reason for the usage of sunlight. Daylight is available in abundance, and free, but also has many disadvantages such as; Intensity that’s difficult to manage, can be dazzling and dim, often carrying heat, and be difficult to use  on many-storey buildings.
             Visual comfort is a factor that need to be considered in the process of design, because visual comfort is a condition that can be achieved with good lighting arrangements. The achievement of visual comfort will certainly make the community activities more comfortable. Starbucks Cambridge is one of the cafĂ© that utilizes sunlight as main source of light that’s supported with artificial lighting and visited by many visitors every day.
             The purpose of this study is to study theories of visual comfort and daylight, then to find indicators that can affect visual comfort for research at Starbucks Cambridge. This research uses descriptive observation method combining literature study and direct observation on the place where will be researched.
             Based on the results of literature study and observation, the visual comfort standard and components that become the strong indicator on Starbucks Cambridge has already meet the standard but there are some indicator that can be improved such as vegetation, flooring, and ceiling.

Keyword : Light/ Visual Comfort/ Starbucks Cambridge

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI NILAI PROPERTI
PADA PERUMAHAN DE VISTA MEDAN.

Isniar Tiurma Leonora Ritonga, ST., MT., MM


Dosen Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

isniarritonga@yahoo.co.id


ABSTRAK
Sebagian besar masyarakat kota memilih untuk tinggal di perumahan. Hunian dalam perumahan memiliki manfaat dari segi keamanan dengan adanya pos penjagaan khusus. Kebutuhan rumah berdasarkan trend menyebabkan banyak pengembang properti perumahan. Gaya hidup masyarakat modern yang dinamis cenderung membutuhkan rumah dengan dengan berbagai fasilitas umum dan sosial dalam satu kawasan. De Vista adalah salah satu perumahan dengan berbagai tipe yakni tipe 70 dan 80 yang memiliki nilai perumahan berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh lokasi, fasilitas, desain bangunan , dan lingkungan terhadap nilai perumahan. Populasi pada penelitian ini sebanyak 50 rumah dan diambil sampel dengan menggunakan rumus Slovin sebanyak 30 responden dari penghuni perumahan. Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis regresi linier (mean) lokasi, fasilitas, desain, dan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perumahan di Perumahan De Vista. Oleh karena itu, pengembang perumahan tipe modern harus mempertimbangkan lokasi, fasilitas, desain, lingkungan, sebagai pembentuk nilai perumahan.

Kata Kunci : Nilai properti, lokasi, fasilitas, desain bangunan, lingkungan.


ABSTRACT
Most people in the city choose to live in housing. Residential housing has benefits in terms of security with special guard posts. Trend-based housing needs cause many residential property developers. The dynamic lifestyle of modern society tends to need a house with various public and social facilities in one area. De Vista is one housing with various types namely types 70 and 80 that have different housing values. The purpose of this research is to find out and analyze the influence of location, facilities, building design, and environment on housing values. The population in this study were 50 houses and samples were taken using Slovin formula as many as 30 respondents from residential residents. Hypothesis testing is done through linear regression analysis (mean) location, facilities, design, and environment have a positive and significant effect on housing values ​​in Housing De Vista. Therefore, Modern type housing developers must consider the location, facilities, design, environment, as forming housing values.

Keywords: Property value, location, facilities, building design, environment.k

ANALISIS POTENSI DAN RISIKO PEMBIAYAAN INFRASTRUKTUR JALAN TOL BERBASIS SYARIAH DI INDONESIA


Muhammad Fakhri

Magister Teknik Sipil, Fakultas Teknik
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung


email: muhfakhri@yahoo.com



Abstrak
Proyek jalan tol merupakan proyek infrastruktur yang membutuhkan investasi dengan biaya yang cukup besar dan umumnya berupa pinjaman pembiayaan jangka panjang. Upaya peningkatan alokasi anggaran infrastruktur khususnya infrastruktur jalan tol dari tahun ke tahun terus dilakukan. Salah satu alternatif sumber pembiayaan yang potensial untuk mengisi kesenjangan pembiayaan infrastruktur adalah dengan pembiayaan syariah. Pasar keuangan dan pembiayaan syariah saat ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis potensi skema pembiayaan syariah yang dapat dimanfaatkan untuk proyek inftastruktur jalan tol dan mengidentifikasi risiko dan mitigasi pembiayaan syariah untuk proyek jalan tol. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan melakukan wawancara semi terstruktur. Wawancara dibagi dalam enam aspek yaitu aspek potensi, aspek regulasi, aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek risiko, dan aspek penjaminan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa a).pembiayaan syariah memiliki potensi yang cukup besar dalam pembiayaan infrastruktur jalan tol. b). Diperlukan pengembangan kebijakan yang mengatur secara spesifik pembiayaan syariah infrastruktur khususnya yang menyangkut pembiayaan Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) secara syariah, c). Skema pembiayaan syariah pada infrastruktur jalan tol dapat dilakukan dengan akad musharakah, mudharabah, dan Ijarah,  d). Risiko politik merupakan jenis penjaminan yang utama dalam penjaminan proyek infrastruktur jalan tol, e). Untuk mitigasi risiko dapat dilakukan dengan cofinancing, hedging syariah (lindung nilai), dan manajemen risiko aset atau komoditi (apabila terjadi kerusakan).

Kata kunci: KPBU, musyarakah, mudharabah, ijarah, cofinancing, hedging 


Abstract
Toll road projects are infrastructure projects that require investments with considerable value and some are long-term loans. Efforts to increase the toll road infrastructure budget from year to year continue to be made. One potential alternative source of financing to complement infrastructure financing is Islamic finance. Financial markets and Islamic finance are currently developing fast enough. The purpose of this study is to study and analyze the potential of Islamic funding that can be used for toll road infrastructure projects and utilization of funds and mitigation of Islamic finance for toll road projects. The method used in this study is qualitative research by conducting semi-structured interviews. Interviews are divided into six aspects, namely aspects of potential, regulatory aspects, safety aspects, financing aspects, risk aspects, and assurance aspects. Based on the results of the study it can be concluded a). Islamic finance has considerable potential in financing toll road infrastructure. b). Required development of policies related to special Islamic finance infrastructure related to financing Islamic Public Private Partnership (PPP), c). Sharia financing schemes on toll road infrastructure can be done with musharakah, mudharabah, and Ijarah contracts, d). Political risk is the main type of guarantee in guaranteeing infrastructure projects, e). To mitigate risk, it can be done through cofinancing, sharia hedging, and risk management of assets or commodities.

Keywords: PPP, Islamic finance,  sharia hedging

Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Perusahaan Ekspedisi Terbaik Menggunakan Metode Analytic Network Process (ANP)


LISKEDAME YANTI SIPAYUNG, ST, M.Kom


Dosen  Teknik Informatika, Faklutas Teknologi Industri
Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede, Medan

Email : liskedame@yahoo.co.id


ABSTRAK
Di dalam dunia bisnis, perusahaan ekspedisi sangat dibutuhkan untuk mendistribusikan barang dari suatu daerah ke daerah lain. Ada kalanya biaya pengiriman yang ditawarkan cukup terjangkau, namun ketepatan waktu pengiriman kurang baik atau klaim barang rusak yang memakan waktu yang lama
Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan membangun sebuah aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Penelitian ini menggunakan metode Analytic Network Process (ANP). Kriteria yang digunakan adalah klaim barang rusak, biaya pengiriman, waktu keterlambatan pengiriman, adanya layanan untuk melacak (tracking) pesanan dan kecepatan respons.. Langkah awal adalah melakukan perbandingan antar kriteria. Kemudian metode ini mencari bobot untuk masing-masing kriteria dan memastikan bahwa perbandingan kriteria yang dilakukan adalah konsisten. Setelah itu dihitung nilai dari masing-masing perusahaan ekspedisi. Hasil akhir dari metode ANP adalah peringkat perusahaan ekspedisi, dimulai dari nilai tertinggi hingga nilai terendah.
Aplikasi hasil rancangan dapat digunakan untuk membantu pemilihan perusahaan ekspedisi terbaik dengan menggunakan metode ANP.

Kata Kunci : pemilihan, ekspedisi, ANP.

ABSTRACT
In the business world, shipping companies are needed to distribute goods from one region to another. There are times when the shipping costs offered are quite affordable, but the timeliness of delivery is not good or the damaged goods claim takes a long time
This problem can be solved by building a Decision Support System (SPK) application. This study uses the Analytic Network Process (ANP) method. The criteria used are claims for damaged goods, shipping costs, time of late delivery, service for tracking orders and response speed. The first step is to do a comparison between the criteria. Then this method looks for weights for each criterion and ensures that the comparison of the criteria performed is consistent. After that the value of each shipping company is calculated. The final result of the ANP method is the ranking of the shipping company, starting from the highest value to the lowest value.
Application design results can be used to help the selection of the best shipping companies using the ANP method.

Keywords: selection, expedition, ANP.

Pengenalan Karakter
Menggunakan Metode Bidirectional Associative Memory (BAM) Kontinu

Swingly Purba

Staf Pengajar Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

e-mail : swingly.purba61@gmail.com



ABSTRAK
Pengenalan karakter dapat dilakukan dengan menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu dengan menggunakan ilmu Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Caranya adalah halaman buku yang mau diketik ke komputer, di-scan terlebih dahulu. Hasil gambar scanner kemudian diidentifikasi karakter per karakter dengan JST dan diubah secara otomatis menjadi karakter tulisan (string).
Salah satu metode JST yang dapat digunakan adalah Bidirectional Associative Memory (BAM) Kontinu. BAM adalah metode jaringan syaraf yang memiliki 2 lapisan, yaitu lapisan input dan lapisan output yang mempunyai hubungan timbal balik antara keduanya. Hubungan ini bersifat bidirectional, artinya jika bobot matriks dari sinyal yang dikirim dari lapisan input X ke lapisan output Y adalah W, maka bobot matriks dari sinyal yang dikirim dari lapisan output Y ke lapisan input X adalah WT. Metode BAM Kontinu akan mengubah input ke output secara lebih halus dengan nilai yang terletak pada range [0,1]. Fungsi aktivasi yang digunakan adalah fungsi sigmoid.
Aplikasi hasil rancangan dapat melakukan segmentasi terhadap citra karakter, dan melakukan proses pelatihan serta proses pengenalan terhadap pola karakter dengan metode BAM.

Kata Kunci : Jaringan saraf tiruan, Bidirectional Associative Memory, fungsi sigmoid

ABSTRACT
                Character recognition can be done by using artificial intelligence (Artificial Intelligence), that is by using the science of Artificial Neural Networks (ANN). The trick is a book page that you want to type on a computer, scan it first. The results of the scanner image are then identified as characters per character with ANN and are automatically converted to writing characters (strings).
One of the ANN methods that can be used is Continuous Bidirectional Associative Memory (BAM). BAM is a neural network method that has 2 layers, namely the input layer and the output layer which has a reciprocal relationship between the two. This relationship is bidirectional, meaning that if the matrix weight of the signal sent from the input X layer to the output layer Y is W, then the matrix weight of the signal sent from the output layer Y to the input layer X is WT. The Continuous BAM method will change input to output more subtly with a value located in the range [0,1]. The activation function used is the sigmoid function.
Design applications can segment character images, and carry out the training process and the process of recognizing character patterns using the BAM method.

Keywords: Artificial neural networks, Bidirectional Associative Memory, sigmoid function