Senin, 30 November 2015

ISSN 2356-0878, Vol.03, No.01, November 2015





JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D. PARDEDE
  
       Abstrak

Untuk memenuhi permintaan konsumen yang seringkali sold out dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Sushi Tei, maka Sushi Tei perlu menjaga kualitas dari makanannya, dan makanan harus selalu segar. Maka dari itu penulis melakukan penelitian terhadap persediaan di restoran Sushi Tei dan melihat suatu masalah bahwa makanan yang dipesan terkadang sold out.

Maka pada Tugas Akhir ini peneliti, melakukan penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di restoran Sushi Tei tersebut. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti menggunakan metode MRP (Master Requirement Planning).

Hasil yang didapatkan dari penelitian antara lain, jumlah peramalan permintaan rata-rata terhadap menu Jumbo Dragon Roll di Restoran Sushi Tei Teuku Daud pada periode Mei 2014 s/d April 2015 adalah 342 porsi / bulan. Jumlah persediaan bahan baku per bulan yang harus disediakan untuk memenuhi permintaan Jumbo Dragon Roll selama periode Mei 2014 s/d April 2015 adalah : beras inari 17.067 gram/bulan, rumput laut 342 lembar/bulan, udang tempura 683 ekor/bulan, belut 10.240 gram/bulan, crabstick 1.767 batang/bulan, timun jepang 86 batang/bulan, avocado 86 buah/bulan, telur ikan 6.827 gram/bulan, saus mayonnaise 17.067 gram/bulan.


KAJIAN SIGNIFIKANSI UNTUK KONSERVASI
BANGUNAN DAN LINGKUNGAN
Studi Kasus: Gedung Kantor Besar PT Kereta Api
Divisi Regional I Sumatera Utara
  
Anna Lucy Rahmawati
  
Fakultas Teknik
Program Studi Arsitektur
Unika St. Thomas Sumatera Utara

ABSTRAK
                The existence of a historic building in the midst of society and the environment of cities/regions have extensive benefits to people's lives. Some basic parameters have been set for a building or environment to be preserved under the umbrella of conservation, but they also occur demolition historic sites that is based on one aspect and ignore the interests of other important aspects.
This study aims to find a significant value of the Gedung Kantor Besar PT. Kereta Api Divisi Regional I Sumatera Utara, by using the parameters of significance criteria that will become advocates for the study object to be preserved. This type of research is qualitative descriptive and the analysis method is done by using the exposure conditions (analysis descriptive), weighting (evaluative method) and development (development method). The results showed that the object of study has a high significance value, in which are included as many as 20 building elements in the classification of high potential and  as many as 6 building elements are in the classification of middle potential.
For the development method can be concluded that the policy direction of the physical preservation of the building is the preservation by the act of care and maintenance of the building regularly and arrange spatial contextual more carefully so that the potential of buildings owned.
While the proposed directives for non-physical preservation, among others: a). Increased public awareness, the manager of the building and also involve participate of the private sector. b). The Government of Medan City must be as soon as possible to carry out lawmaking activities regarding preservation of historic buildings with some technical provisions. c). Doing drafting and plans for conservation and suggested technical implementation.

Keywords: significance, conservation, building, environment




Dosen DIII Desain Interior Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede
Magister Ilmu Komunikasi
Pascasarjana Universitas Darma Agung
Medan


ABSTRAK
                Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah ada pengaruh komunikasi organisasi terhadap semangat kerja serta pengaruh tata letak perabot terhadap semangat kerja dosen dan pegawai. Subjek penelitian ini adalah dosen tetap serta pegawai tetap Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan dan objeknya adalah komunikasi organisasi, tata letak perabot dan semangat kerja. Data dikumpul dengan menggunakan metode kuesioner, wawancara langsung dan dokumentasi sebagai alat pengumpulan data utama dan pengolahan data dengan bantuan  program SPSS 21. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dan regresi ganda.
                Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berada pada kategori cukup komunikatif, tata letak perabot atau lingkungan kerja fisik berada pada kategori cukup nyaman, serta semangat kerja berada pada kategori cukup semangat. Hasil analisis regresi ganda menunjukkan bahwa komunikasi organisasi dan tata letak perabot berpengaruh positif dan signifikan terhadap semangat kerja dosen dan pegawai baik secara simultan dan parsial.

Kata Kunci: komunikasi organisasi, tata letak perabot, dan semangat kerja

ABSTRACT
                This study aims to determine whether there was an effect on passion organizational communication as well as the effect of the layout of the furniture against lecturers and employee working spirit. The subjects were tenured faculty as well as permanent employee of Institute of Science and Technology TD.Pardede Medan and the objective field are organizational communication, furniture layout and working spirit. The data was collected using questionnaires, interviews and documentation as the primary means of data collection and data processing with SPSS 21. The data were analyzed with descriptive and multiple regression analysis.
                Descriptive analysis showed that the organization were in the category of communication whitch was quite communicative, the layout of furniture or physical work environment was in the category quite comfortable, and the working spirit in the category enough passion. Results of multiple regression analysis showed that the organizational communication and furniture layout and significant positive effect on the working spirit of faculty and employees of both simultaneously and partially.

Keywords: organizational communication, furniture layout, and working spirit


HUBUNGAN  PENGAWASAN  DAN PERILAKU KEPEMIMPINAN  DENGAN EFEKTIVITAS  KERJA  KARYAWAN

 Omry Pangaribuan 

 Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

 Abstrak

                Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan antara pengawasan dan perilaku kepemimpinan  dengan efektifitas kerja karyawan. Penelitian ini dilaksanakan di PT. Suryamas Lestariprima Tanjung Morawa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Responden penelitian adalah 60 orang karyawan yang dipilih berdasarkan  teknik acak berimbang  (proportional random sampling). Instrumen yang dipergunakan adalah angket. 
                Sebelum instrumen disebarkan pada responden terpilih dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Hasil perhitungan menghasilkan bahwa ketiga instrumen yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk dipergunakan sebagai alat ukur yang sah. Analisis data menggunakan teknik korelasi yang sederhana, korelasi parsial dan korelasi ganda, serta teknik regresi linier sederhana dan ganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa:(1) terdapat hubungan positif antara pengawasan (X1) dengan efektivitas kerja karyawan (Y), dengan koefisien korelasi rx1=0,878 dan persamaan regresi Y = 10,26 + 0,79X1.(2) terdapat hubungan positif antara perilaku kepemimpinan (X2) dengan efektitivitas kerja (Y)  dengan  koefisien korelasi ry2 = 0,870 dan persamaan  regresi Y=14,36+0,74X2 (3) terdapat hubungan yang positif antara pengawasan  (X1) dan perilaku  kepemimpinan  (Y) secara bersa-sama dengan efektivitas kerja  dengan koefision ganda  Ry.123 = 0,93 dan persamaan regresi jamak Y=5,9 + 0,47X1 + 0,41X2. Berdasarkan hasil  temuan tersebut peneliti  menyimpulkan bahwa efektivitas  kerja PT. Suryamas Lestariprima dapat ditingkatkan melalui upaya peningkatan  pengawasan dan perilaku kepemimpinan.

Kata kunci :

Abstract
                This study aimed to analyze the relationship between surveillance and the effectiveness of leadership behavior with the employee. The research was conducted at PT. Suryamas Lestariprima Tanjung Morawa. The method used is a survey method. Respondents are 60 employees chosen by random technique proportional (proportional random sampling). The instrument used was a questionnaire. Before the instruments deployed at selected respondents tested the validity and reliability. Results of calculation resulted in that all three instruments used have met the requirements to be used as a valid measurement tools. Analysis of data using a simple correlation technique, the partial correlation and multiple correlation, as well as the technique of simple and multiple linear regression. Results of the study found that: (1) there is a positive relationship between surveillance (X1) with the effectiveness of employees (Y), with a correlation coefficient rx1 = 0.878 and the regression equation Y = 10.26 + 0,79X1. (2) there is a positive relationship between leadership behaviors (X2) with efektitivitas work (Y) with ry2 correlation coefficient = 0.870 and the regression equation Y = 14.36 + 0,74X2 (3) there is a positive relationship between surveillance (X1) and leadership behavior (Y) is BERSA -Same with the effectiveness of the double koefision Ry.123 = 0.93 and the regression equation Y = 5.9 + plural 0,47X1 + 0,41X2. Based on these findings the researchers concluded that the effectiveness of PT. Suryamas Lestariprima can be increased by improving supervision and leadership behaviors

Keywords :

tinjauan yuridIs
TUGAS DAN KEWAJIBAN Kpu provinsi dan
kabupaten/kota dalam pemilihan kepaLa daerah dan wakil kepaLa daerah

Pandapotan Tamba, SH.M.Hum

Dosen Hukum Tata Negara pada Fakultas Hukum Universitas Darma Agung Medan

  
ABSTRAK
                Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat      yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
                Tujuan pemilihan kepada daerah dan wakil kepada adalah untuk memilih Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang akan memimpin daerah dengan memperhatikan prinsip-prinsip demokrasi dalam sistem Negara Kesatuan RI. Dalam pelaksanaan pemilihan kepada daerah dan wakil kepada daerah akan telah dibentuk Komisi Pemilihan Umum sesuai Undang-undang Nomor 15 tahun 2011 tentang penyelenggara pemilu.
                Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disingkat KPU, adalah lembaga Penyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri yang bertugas melaksanakan Pemilu. Dalam pelaksanaan pemilihan kepada daerah KPUD akan berpedoman pada Undang-Undang kepala daerah dan wakil kepada daerah serta peraturan yang berkaitan pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Keywords : Komisi Pemilihan Umum dan Pemilihan Kepada Daerah.


PENGARUH DESAIN TERHADAP USAHA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS STAF
(STUDI KASUS: PT.KIM (PERSERO)
  
Ruth Lamtiur Sibagariang

Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatra Utara
Magister Teknik Arsitektur USU, Jl. Dr.T.Mansyur No.9, Medan


Tesis ini mengkaji tentang pengaruh dari desain terhadap usaha meningkatkan produktivitas staf PT.KIM (Persero) yang berkantor di wisma KIM dan berlokasi  di Kawasan Industri Medan. Melalui kajian ini peneliti meninjau tentang pengaruh dari desain lingkungan fisik pada kantor wisma KIM terhadap produktivitas staf. Perumusan masalah pada penelitian ini adalah :1)Pengaruh desain dari wisma KIM terhadap usaha peningkatan produktivitas staf  2) Apakah desain dari wisma KIM sudah dapat mewadahi peningkatan Produktivitas staf. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif  dengan bentuk penelitian kualitatif dan kuantitatif. Sumber data penelitian ini diperoleh melalui 1) metode pengumpulan data melalui survei tata letak wisma KIM, pengukuran bangunan, dan melakukan pembagian kuesioner kepada staff PT.KIM (Persero) 2) Metode kajian desain melalui pengukuran pencahayaan dengan lux meter, pengukuran kebisingan dengan sound meter, pengukuran suhu kelembaban udara dengan hygro thermometer, dan kajian tata ruang dengan pengamatan dan analisa. Kesimpulan yang dapat disajikan melalui penelitian ini adalah desain berpengaruh terhadap produktivitas staf, 92% responden merasakan adanya pengaruh desain terhadap produktivitas staf, kualitas desain lingkungan kerja dari wisma KIM perlu ditingkatkan dari sisi kenyamanan kebisingan dan tata ruang dengan memperbaiki sirkulasi, zoning, luasan dan penataan fasilitas kantor yang perlu ditata kembali sehingga dapat meningkatkan produktivitas staf.

Kata kunci : lingkungan kerja, produktivitas staf, wisma KIM
  
ABSTRACT 
            This thesis studied the influence of design on an attempt to increase productivity of the staffs at PT. KIM (Persero), located at wisma KIM in Medan Industrial Area, Medan. Here, the researcher observed (1)The influence of physical environmental design of wisma KIM on the attempt to increase the staffs’ productivityand (2) Whether the design of wisma KIM had met the increase of the staffs’ productivity.
            The research used descriptive qualitative and quantitative method. The data were gathered (1) Through the survey of the layout of wisma KIM, measuring the building construction, and distributing questionnaires to the staffs of PT. KIM (Persero), and (2) Through studying the design by measuring lighting with lux meter, measuring noise with sound meter, measuring humidity with hygro thermometer, and studying the layout with observation and analysis.
           The result of the research was a recommendation in the form of design of space zoning concept, layout concept, and interior, and the conclusion through the compilation of data analysis and questionnaires. The conclusion was that design influenced the attempt to increase staffs’ productivity. 92% of the respondents felt that there was the influence of design on their productivity and 57.1% of them satisfied with work environment so that it should be improved. It was recommended that the quality of work environment at wisma KIM should be improved so that there would be no noise and so was the layout by changing the systems of circulation, zoning, area, and the management of office facility so that staffs’ productivity could be improved.

Keywords: Work Environment, Staffs’ Productivity, Wisma KIM



  
Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRACT
Construction of commercial buildings and residential complexes continue to grow over time so that the available land is declining while the population growth is increasing the standard of living that is different so that the house can be grown vertically to optimize the solution in the construction of houses.
The method used was the division's first priority, the second and third to know the stages in the implementation of housing construction is growing.
The results of the opinion of designers, architects and contractors are on top priority, record the number of families in the future, consideration of land, identifying priority space. For the second priority, taking into account structural grow house to fit the next stage of development, form design, the connection structure to conform to the next stage of development, pay attention to the utility to match the next stage of development, the determination of the location of the stairs, watching penghawaan and lighting to match the next stage of development . And the last is noticed fund calculation, material selection, wary of the price development of materials, predict the execution time.

Keywords: Home grown, architects, designers, contractors.
  
ABSTRAK
Pembangunan bangunan komersil dan kompleks perumahan terus bertambah dari waktu ke waktu sehingga lahan yang tersedia terus berkurang sedangkan pertumbuhan penduduk semakin bertambah dengan taraf kehidupan yang berbeda-beda sehingga rumah tumbuh vertikal dapat menjadi solusi dalam mengoptimalkan pembangunan rumah.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan pembagian prioritas pertama, kedua dan ketiga untuk mengetahui tahapan dalam pelaksanaan pembangunan rumah tumbuh. Hasil penelitian dari pendapat desainer, arsitek dan kontraktor adalah untuk prioritas utama, mendata jumlah keluarga kedepannya, pertimbangan lahan, mendata prioritas ruang. Untuk prioritas kedua, memperhitungkan struktural rumah tumbuh agar sesuai dengan tahap pembangunan selanjutnya, desain bentuk, sambungan struktur agar sesuai dengan tahap pembangunan selanjutnya, memperhatikan utilitas agar sesuai dengan tahap pembangunan selanjutnya, penentuan letak tangga, memperhatikan penghawaan dan pencahayaan agar sesuai dengan tahap pembangunan selanjutnya. Dan terakhir yaitu memperhatikan perhitungan dana, pemilihan material, mewaspadai perkembangan harga material, memprediksi waktu pelaksanaan.

Kata Kunci : Rumah tumbuh, arsitek, desainer, kontraktor.




Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRACT
In the design of a building, the shape and the facade has an important role. While the characteristics that emerge from the facade of the building is to form the image of the building itself which will even affect the city's image in the region. To find an explanation of the use of building materials in this study, we use a qualitative comparison with the method of content analysis, namely through case studies shop building in Medan who apply the material that is being developed on the facade of the building.
The preferred material is composite aluminum panel and glass. In this study, we discuss about the material from the economic and aesthetic value of the building architecture. Material development has increased along with the human desire to have beautiful buildings, both from the lower economic status to upper economic status. This is why the emphasis will cost construction of a building reduced to a minimum to satisfy human desires that want to build with low cost, good material and form a beautiful building facades. To that end, this study was made to determine the ratio of the facade of the building materials in terms of aesthetics and economics of the building itself.

Keywords: building, material, aluminium composite, glass, aesthetic, building economic.
  
ABSTRAK
Dalam perancangan sebuah bangunan, bentuk dan fasad memiliki peran yang sangat penting. Sedangkan karakteristik yang muncul dari fasad bangunan adalah penggunaan material yang membentuk citra dari bangunan itu sendiri bahkan akan mempengaruhi citra kawasan dalam kota tersebut. Untuk mengetahui penjelasan penggunaan material bangunan maka dalam penelitian ini digunakan perbandingan kualitatif dengan metoda konten analisis, yaitu melalui studi kasus bangunan ruko di Kota Medan yang menerapkan material yang sedang maju dan berkembang pada fasad bangunan.
                Adapun material yang dipilih adalah aluminium composite dan kaca. Dalam penelitian ini, akan dibahas tentang material dari nilai ekonomi dan estetika bangunan arsitektur. Pengembangan material semakin meningkat seiring dengan keinginan manusia akan memiliki bangunan yang indah, baik dari kalangan yang berstatus ekonomi bawah sampai berstatus ekonomi atas. Hal inilah yang menyebabkan penekanan biaya akan pembangunan suatu bangunan ditekan seminim mungkin untuk memenuhi keinginan manusia yang ingin membangun dengan biaya yang murah, bahan yang bagus serta bentuk fasad bangunan yang indah. Untuk itu, penelitian ini dibuat untuk mengetahui perbandingan material fasad bangunan dari segi estetika dan ekonomi bangunan itu sendiri.

Kata kunci: bangunan, material, aluminium komposit, kaca, estetika, ekonomi bangunan.


Estimasi Biaya Pemasangan 

Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya 

Dipl.-Ing. Samar, S.T.

 Dosen Teknik Elektro, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

Abstrak

Energi surya adalah energi yang bersumber dari cahaya matahari dan seperti kita ketahui matahari merupakan salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui. Setiap hari matahari bersinar dan tersedia berlimpah terutama di daerah-daerah khatulistiwa seperti di Indonesia. Pemanfaatan energi surya adalah dengan mengumpulkan panasnya ataupun mengkonversi sinar matahari menjadi listrik. Penekanan di karya tulis ini adalah pada pemanfaatan energi surya yang dikonversikan menjadi listrik melalui panel surya (photovoltaic) dengan uraian singkat mengenai alat dan bahan yang diperlukan dalam merealisasikan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), terutama sekali yang menjadi sorotan adalah segi pembiayaannya. Penulis termotivasi untuk menulis tentang topik ini berawal dari proyek pembangkit listrik tenaga surya berkapasitas 800 Wp yang ada di Institut Sains dan Teknologi T.D. Pardede (ISTP) yang telah diresmikan pemakaiannya tanggal 27 Juli 2010. Sistem pembangkit listrik tenaga surya yang ada di ISTP adalah merupakan sumbangan dari World University Service Germany. Pembangkit listrik tenaga surya di ISTP bisa ditinjau oleh masyarakat yang tertarik pada sistem energi terbarukan khususnya energi surya. Ini merupakan salah satu program yang diadakan seiring dengan proyek tersebut. Dari kunjungan-kunjungan yang telah berlangsung, penulis sendiri yang menjadi pemandu, menjelaskan tentang sistem tersebut dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari pengunjung-pengunjung. Adapun satu pertanyaan yang sering muncul adalah mengenai pembiayaan sistem pembangkit listrik tenaga surya. Pertanyaan ini muncul terutama dari pengunjung yang tertarik dan mencoba untuk menghitung-hitung biaya pengadaan dari sistem pembangkit listrik tenaga surya. Untuk menjawab pertanyaan seperti itu maka penulis mencoba untuk merumuskan suatu cara untuk menghitung besar biaya yang diperlukan untuk merealisasikan suatu sistem pembangkit listrik tenaga surya. Hasil perumusan tersebut nantinya ditujukan lebih kepada penggunaan praktis, terutama bagi masyarakat-masyarakat umum yang tertarik untuk memasang sendiri sistem pembangkit listrik tenaga surya. Oleh sebab itu perhitungan-perhitungan yang terdapat dalam tulisan ini sedapat mungkin dibatasi pada perhitungan umum untuk penggunaan praktis saja.

 Keywords : Solar energy, photovoltaic, renewable energy, solar panel, solar cell


MAHA VIHARA ADHI MAITREYA SEBAGAI SALAH SATU WISATA RELIGIUS DI KOTA MEDAN
  
Yuanita FD. Sidabutar

Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRAK
 Pembahasan mengenai masalah peranan arsitektur dan keberadaan lingkungan pariwisata, mengarahkan keindahan visualisasi , suasana kegiatan dan estetika bangunan yang dominan. Artinya, sebuah karya arsitektur didalam sebuah obyek wisata merupakan sebuah kekuatan yang luar biasa yang dapat mempengaruhi jiwa manusia untuk dapat merasakan ketiga hal tersebut sehingga membawa dirinya kembali kepada bagian yang tidak bisa dilepaskan dari obyeknya.
Kajian nilai estetika bangunan dan wisata religi membuat adanya hubungan karya seni bangunan yang optimal dengan tetap memperhatikan kondisi dan kegiatan serta kebutuhan tata ibadah keagamaan tersebut. Daya tarik dengan kegiatan  agama, ini membuat semakin banyak orang yang ingin menikmati keberadaannya dengan tetap menjalankan ibadah, kenyaman dan keindahan arsitektur serta menjadikan obyek wisata favorit untuk mereka kunjungi.
Peninjauan terhadap wisata religius khususnya vihara, tempat ibadah umat Buddha, vihara yang dapat menyita perhatian yaitu Maha Vihara Adhi Maitreya. Seperti namanya, suasanya sangat asri, tersusun rapi , banyak pepohonan, terdepat beberapa tempat makan jika malam hari, dan disekitarnya bersih. Dan disekitar Vihara Cemara Asri ada sebuah rawa yang berisi ratusan Bangau yang hidup dan disekelillignya pepohonan. Maha Vihara Adhi Maitreya merupakan salah satu vihara yang terbesar yang ada di Indonesia.
 Maka dari itu, nilai estetika, kegiatan pariwisata, kondisi fasilitas, dan kegiatan ekonomi memberikan distribusi  positif untuk memperkuat kajian arsitektur religi dan pariwisata yang terhubung pada bangunan Maha Vihara Adhi Maitreya .

Kata Kunci : Wisata Religius, Arsitektur dan Maha Vihara Adhi Maitreya

Kamis, 30 April 2015

ISSN 2356-0878 Vol.02, No.03, April 2015



ANALISA ASPEK-ASPEK PENILAIAN DALAM PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS PENANGANAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DENGAN METODE AHP
(ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

Citra Mayasari

Program Studi Magister Teknik Sipil, Manajemen Proyek Konstruksi
Universitas Katolik Parahyangan

Abstrak
Beragamnya masalah lingkungan permukiman yang timbul di Indonesia terutama pada kawasan perkotaan seperti kepadatan, kekumuhan dan ketidakteraturanpermukiman disebabkan oleh berbagai faktor antara lain tingginya laju pertumbuhan penduduk, keterbelakangan dan kemiskinan serta terbatasnya ruang kota. Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya suatu penataan terhadap kawasan lingkungan permukiman untuk menciptakan kondisi lingkungan permukiman yang lebih baik, sehat,layak huni dan sesuai dengan pengaturan tata ruang kota.Mengingat terbatasnya dana pemerintah dan banyaknya kawasan yang membutuhkan penataan lingkungan permukiman serta tingginyaminat pemda dan masyarakat untuk merencanakan dan menata kembali kawasannya, maka perlu dilakukan penentuan kawasan prioritas yang akan menjadi kawasan utama penanganan penataan lingkungan permukiman nantinya agar penataan lingkungan permukiman tepat sasaran dan sesuai dengan yang diharapkan. Analisa ini dilakukan melalui kajian studi literatur dan survei kuesioner terhadap 10 responden yang ada kompetensinya terhadap topik yang dibahas. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP merupakan metode yang cukup representatif dalam membantu proses pengambilan keputusan yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang teruji.
Elemen kriteria/aspek-aspek dalam penentuan kawasan prioritas terlebih dahulu disusun untuk selanjutnya diberikan pembobotan yang dikumpulkan dari seluruh responden. Hasil analisis aspek-aspek penilaian menunjukkan bahwa aspektingkat pendapatan masyarakat (mencerminkan jumlah warga miskin) menjadi kriteria/aspek terpenting penilaian (15,56%), dilanjutkan dengan fasilitas sarana dan prasarana lingkungan meliputi: jalan, air bersih, persampahan, sistem sanitasi dan ruang terbuka hijau (13,78%), tingkat kepadatan penduduk (13,33%), tingkat kepadatan penduduk (11,11%), peraturan/komitmen pemerintah yang mendukung pembangunan (10,89%), kesesuaian peruntukan hunian (10,67%), kesesuaian bentuk bangunan dan jenis bangunan (9,11%), tingkat pendidikan masyarakat penghuni (8,67%) dan yang menjadi kriteria/aspek terakhir adalah kegiatan masyarakat penghuni (6,89%).

Kata kunci: AHP, kawasan prioritas, penataan lingkungan permukiman


ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN TINGKAT KEPENTINGAN PENGHUNI TERHADAP KUALITAS HUNIAN
DI RUSUNAWA KOTA BEKASI

Edi Krisna Priambodo

Mahasiswa Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi,
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK
Rusunawa sebaiknya memenuhi standar dan kriteria layak huni agar tercipta keamanan dan kenyamanan penghuninya, misalnya dari sisi kesehatan, keamanan, cukup ruangan, dan cukup akses. Pembangunan rusunawa bisa dikatakan berhasil apabila penghuninya merasa puas tinggal di dalamnya dan bisa berkembang dalam meningkatkan kondisi sosial ekonominya. Tentu tidak mudah untuk mewujudkan Rusunawa dengan kriteria yang layak huni dan juga mendapatkan tingkat kepuasan yang tinggi dari penghuninya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan penghuni Rusunawa Bekasi Jaya Kota Bekasi. Kepuasan terhadap bangunan Rusunawa apakah cukup layak bagi penghuninya, kinerja pengelola dalam mempertahankan kualitas hunian agar tetap layak huni,  juga guna mengetahui kebutuhan dan harapan penghuni Rusunawa agar menjadi masukan untuk perbaikan dan peningkatan program Rusunawa selanjutnya yang dapat bermanfaat dan sesuai dengan apa yang diharapkan juga sangat dibutuhkan  bagi masyarakat dalam hal ini penghuni Rusunawa.
Hasil pengukuran korelasi tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan penghuni terhadap kualitas hunian Rusunawa Bekasi dengan menggunakan analisis statistik korelasi Spearman Rank, didapat  koefisien p (rho) = 0,71. Dari tabel terlihat bahwa untuk responden (n)  sebanyak 43 pada taraf kesalahan 5% diperoleh angka 0,254 dan untuk 1% diperoleh angka 0,359. Hasil rho hitung ternyata lebih besar dari rho tabel baik taraf 5% maupun 1%. Hal ini berarti terdapat kesesuaian yang nyata/signifikan antara tingkat kepuasan dengan tingkat kepentingan kebutuhan penghuni. Pada penelitian ini mendapatkan hasil 42% menyatakan puas, 35% menyatakan cukup puas dan 23% menyatakan tidak puas. Hasil ini memberikan gambaran bahwa kualitas hunian yang terdapat di Rusunawa Bekasi pada dasarnya cukup baik. Mungkin di karenakan belum cukup lama usia dari bangunan Rusunawa tersebut.

Kata kunci – tingkat kepuasan, rusunawa, spearman rank


Pemilihan Lokasi Tempat Evakuasi Sementara (T.E.S.) Menggunakan Perpaduan Metode AHP Dan TOPSIS, Di Kabupaten Lombok Tengah

Medy Juliana

Program Magister Manajemen Proyek Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Abstrak
                Indonesia mempunyai potensi rawan bencana yang cukup tinggi  sepanjang waktu. Daerah pada Zona B (meliputi Busur Sunda yang terdiri dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan Sumba), mempunyai kontribusi kejadian tsunami terhadap seluruh Indonesia sebesar 10,09%. Berdasarkan permasalahan diatas, maka pemerintah bermaksud untuk melakukan tindakan penanggulangan bencana tsunami, dengan mendirikan bangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Kabupaten Lombok Tengah. Namun persoalan berikutnya adalah, bagaimana menentukan lokasi TES yang tepat, agar bangunan TES tersebut dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat banyak. Penelitian ini akan mengkaji tentang penerapan metode MCDM (Multiple Criteria Decision Making) dalam pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang berdasarkan pada beberapa kriteria, dengan menggunakan perpaduan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique For Orders Reference by Similaruty to Ideal Solution). Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui peringkat faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES), dan melakukan pemilihan lokasi TES dengan menggunakan metode yang bersifat ilmiah. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari tiga alternatif lokasi diperoleh hasil bahwa lokasi 1 merupakan alternatif yang terbaik untuk dipilih. Hal ini dikarenakan para responden menyatakan bahwa jarak optimal dari bibir pantai merupakan kriteria yang paling berpengaruh dalam menentukan lokasi TES. Dalam penelitian ini data kriteria yang dikaji dalam pemilihan lokasi TES masih sangat terbatas.Untuk itu, diharapkan penelitian ini dapat membuka pemikiran terhadap pengembangan penelitian lanjutan lain yang masih mengandung keterkaitan dengan permasalahan ini. Dengan demikian, proses pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) dapat dilakukan dengan metode dan kriteria yang lebih mendetail.

Keywords : Tsunami, Tempat Evakuasi Sementara (TES), AHP, TOPSIS.


KAJIAN TINGKAT KEPENTINGAN-KEPUASAN PENGHUNI RUSUNAWA ITB JATINANGOR-SUMEDANG
DENGAN METODE IPA
  
Rudi Eko Setiadi
  
Mahasiswa Magister Teknik Ssipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK

Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan pada Rusunawa ITB Jatinangor, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan, maka diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan agar dapat mewujutkan mutu rusunawa yang baik.
Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Data yang didapat dianalisis dengan Importance Performance Analysis untuk mendapatkan informasi tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap suatu pelayanan dengan cara mengukur tingkat kepentingan serta kepuasannya.Lima indikator dalam rusunawa yang mendapat tingkat kepentingan tertinggi adalah ketersediaan air bersih, ventilasi udara, ketersedian listrik, ketersediaan sanitasi, keamanan dan keselamatan penggunaan tangga darurat. Lima indikator dalam rusunawa yang mendapat tingkat kepuasan tertinggi adalah ketersediaan pakir bersama, ketersedian listrik, dan ketersedian tempat peribatan, lantai, dan ketersediaan air bersih.Hasil klasifikasi indikator dengan IPA sesuai dengan indikator-indikator yang berada pada kuadran I (tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kepuasan rendah) adalah indikator yang harus menjadi prioritas utama untuk diperbaiki, yaitu : pencahayaan ruangan, ventilasi udara, pelayanan perawatan gedung (garansi), keselamatan jalur evakuasi bencana, angkutan umum di lokasi rusunawa, jarak rusunawa ke tempat aktifitas, rumah sakit, dan pasar/swalayan.CSI sebesar 72% yang berarti penghuni rusunawa ITB Jatinangor dapat dikatakan puas dengan kondisi rusun.

Kata Kunci :tingkat kepentingan-kepuasan penghuni rusunuwa, IPA, CSI.


KENDALA-KENDALA DALAM MENERAPKAN GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA MEDAN

Asri Afriliany Surbakti

Jurusan Teknik Sipil – Universitas Katolik Parahyangan Bandung

ABSTRAK
                Berita mengenai pemanasan global telah menjadi berita yang mendunia saat ini. Kenaikan suhu rata-rata dari bumi yang mengakibatkan pemanasan global. Dimana peningkatan suhu rata-rata bumi salah satunya berasal dari industri konstruksi. Untuk menangani peningkatan suhu bumi yang diakibatkan oleh industri konstruksi yang semakin berkembang, maka diterapkan prinsip konstruksi berkelanjutan yang disebut dengan green construction. Walaupun penerapan green construction berdampak positif bagi lingkungan, namun masih jarang green construction diterapkan pada proyek konstruksi, termasuk proyek bangunan gedung tinggi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apa yang menjadi kendala kontraktor sehingga green construction belum sepenuhnya diterapkan di Kota Medan. Penulis menemukan delapan kendala-kendala umum yang terjadi dalam menerapkan green construction dari berbagai sumber. Dengan metode pengolahan data menggunakan statistik untuk mengetahui nilai rata-rata dan varians dari kendala-kendala untuk menerapkan green construction, yang kemudian dibuat ranking untuk setiap kendala tersebut, maka ditemukanlah kendala yang paling besar adalah kurangnya sosialisasi mengenai penerapan green construction.

KATA KUNCI:  Green construction, kendala-kendala green construction, pemanasan global, bangunan tingkat tinggi

ABSTRACT
            News about global warming has become a global news at the present time. The increase in the average temperature of the earth causes global warming. One of increases in the average temperature of the earth comes from the construction industry. To deal with the increase in temperature of the earth caused by the incresed of construction industry is by applying  the principles of sustainable construction which is called it as green construction. Although the application of green construction has positive impact on the environment, but still rarely applied to the construction project,  including high building level. This study was aimed to find out the obstacles faced by contractor causing  green construction has not been fully implemented in Medan  city. The writer found eight common obstacles that occurred in implementing green construction from various sources. By data  processing using statistical methods to determine the average value and variances of the obstacles to implement  green construction, which then by making the ranking for each of these obstables, it was found that the biggest obstacle was the lack of socialization regarding the application of green construction.

Key Words: Green Construction, obstacles in green construction,  global  warming, high rise building.


ANALISA PEMILIHAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN LINGKUNGAN PROGRAM PNPM MANDIRI PERKOTAAN
  
Eko Priyo Prastyo

Mahasiswa Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi,
Program Pasca Sarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK
Kegiatan pembangunan infrastruktur pada program PNPM-Mandiri Perkotaan didasari oleh bentuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan pembangunan, yang mana aktivitasnya lebih tepat guna dan efisien. Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu pilihan dari masyarakat penerima program, hal ini dikarenakan infrastruktur jalan dianggap dapat membantu perubahan bagi kehidupan sosial serta perekonomian warga. Didasari oleh hal inilah maka diperlukan sebuah solusi untuk membantu pemerintah melalui program PNPM Mandiri Perkotaan dalam menentukan jenis perkerasan jalan yang tepat guna dan efesien.
Pada umumnya konstruksi perkerasan jalan ada tiga jenis, yaitu perkerasan jalan aspal, beton, dan conblock. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jenis perkerasan jalan lingkungan yang akan digunakan dengan menggunakan kriteria yang didapat. Untuk menentukan urutan prioritas, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jenis konstruksi perkerasan jalan lingkungan adalah kriteria biaya, daya tahan, kemudahan, dan kenyamanan. Urutan prioritas ditentukan berdasarkan jumlah bobot gabungan hasil pembobotan, kriteria, sub kriteria dan alternatif keputusan dalam pemilihan jenis perkerasan jalan lingkungan.
                Berdasarkan metode AHP maka urutan prioritas dalam penentuan jenis konstruksi perkerasan jalan lingkungan Program PNPM Mandiri Perkotaan dari bobot yang tertinggi sampai bobot yang terendah, yaitu konstruksi perkerasan jalan aspal dengan bobot 0,164 dengan urutan pertama, urutan kedua konstruksi perkerasan jalan beton dengan bobot 0,128, dan untuk urutan ketiga konstruksi perkerasan jalan conblock dengan bobot 0,090.

Kata Kunci        : Pemilihan perkerasan jalan lingkungan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Urutan prioritas.

Kajian Intrusi Air Laut pada Akuifer Air Tanah di Daerah Belawan

Delima Panjaitan1 dan Johannes Tarigan2 Abdul Rauf3 Esther Sorta Mauli Nababan4

1Mahasiswa Program Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan SPs
Universitas Sumatera Utara
2Guru Besar Program Doktor Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara  
3Guru Besar Program Doktor Fakultas Pertanian Sumatera Utara
4Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
  
Abstrak
Akhir-akhir ini penggunaan air tanah semakin meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan pemanfaatan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Penyebaran intrusi air laut dan faktor-faktor  yang mempengaruhi terjadinya intrusi air laut di daerah penelitian.
Pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 20 sampel air sumur, kemudian dilakukan analisis kimia terhadap sampel tersebut yang mencakup parameter Cl-, HCO3 CO3= dan DHL. Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat intrusi air laut adalah metode “Chlorida Bicarbonat Ratio”. Sedangkan untuk menentukan klassifikasi jenis air dilakukan berdasarkan konsentrasi Chlorida dan daya hantar listri (DHL). Pengumpulan Data  dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa air yang terdapat pada akuifer dalam  merupakan jenis air tanah yang diklassifikasikan sebagai air tanah tawar atau  belum dipengaruhi oleh air laut. Untuk air tanah pada akuifer dangkal diklasifikasikan sebagai jenis air payau dan sudah  terintrusi air laut. Di daerah peneilitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah faktor geologi, jarak dari garis pantai, kepadatan penduduk dan penggunaan lahan.

Kata kunci :  air tanah, akifer, intrusi air laut.
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI JALAN ANGKUT BATUBARA
PADA TAMBANG  BATUBARA DI PT. TAMBANG BUKIT TAMBI
JOB SITE PADANG KELAPO KECAMATAN MARO SEBO ULU KABUPATEN BATANGHARI
PROVINSI JAMBI

Saloom Hilton Siahaan, ST, MT

Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D Pardede

Kegiatan pengangkutan batubara dari lokasi penambangan (pit) ke Stockpile PT. Tambang Bukit Tambi menggunakan Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES dengan jarak angkut 4.618 meter. Operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan alat angkut itu sendiri. Geometri jalan angkut batubara yang menghubungkan lokasi penambangan (Pit) menuju stockpile PT. Tambang Bukit Tambi belum memenuhi syarat jalan angkut tambang yang baik. Oleh karena itu di lakukan pengkajian terhadap geometri jalan angkut batubara dan perawatan saluran penirisan di tepi jalan angkut batubara yang menghubungkan lokasi penambangan (Pit) menuju stockpile PT. Tambang Bukit Tambi untuk keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan.
Spesifikasi alat angkut terlebar yaitu Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES dengan lebar 2.49 meter diperoleh lebar jalan angkut minimum untuk dua jalur pada jalan lurus yaitu 9 meter dan pada jalan tikungan yaitu 15 meter. Superelevasi atau kemiringan pada tikungan adalah 0,60 m. Cross slope sebesar 18 cm. Grade jalan yang mampu di atasi oleh Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES sebesar  11,883 %. Daya dukung tanah pada jalan angkut batubara 6.000 lb/ft2 yaitu lempung pasiran, sementara beban maksimal yang melintas terhadap badan jalan 16.000 lb/ft2, untuk itu sangat perlu proses pemadatan jalan angkut yang lebih dan menambah material keras untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap beban yang melintas terhadapnya. Tahanan gulir setelah dilakukan perawatan jalan berdasarkan tabel 3.11 sebesar 65 lb/ton yaitu kuat dengan permukaan fleksibel, terawat baik.
Klasifikasi jalan berdasarkan kondisi jalan dapat dikelompokkan sebagai jalan kolektor yaitu jalan yang melayani angkutan pengumpulan dan pembagian dengan ciri-ciri merupakan perjalanan jarak dekat dengan kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk dibatasi. Data curah hujan dari bulan 1 sampai bulan 9 tahun 2014 dengan curah hujan rata-rata 220.55 mm dan hari hujan 9 hari.

Kata Kunci : Kajian Teknis Geometri Jalan Angkut Batubara.


PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Indra Kelana Jaya

Dosen Manajemen Informatika ISTP
  
ABSTRAK
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi merujuk pada kinerja individu mahasiswa memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Penilaian mencakup unsur prestasi akademik (Indeks Prestasi Kumulatif-IPK), karya tulis ilmiah, kegiatan ko dan ekstrakurikuler, kemampuan berbahasa Inggris, dan kepribadian. Pemilihan mahasiswa berprestasi yang layak akan mendapatkan fasilitas beasiswa dalam skripsi ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah metode penentuan bobot berpasangan dari setiap kriteria-kriteria. Metode AHP ini menggunakan skala prioritas, untuk menyelesaikan pemilihan mahasiswa berprestasi dalam mendapatkan fasilitas beasiswa. Program yang dibuat dalam skripsi ini dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan.

Kata Kunci : analytical hierarchy process, sistem pendukung keputusan, skala prioritas, bobot berpasangan


TINJAUAN BAHAN KAYU PADA LANTAI KAMAR MANDI
DI HOTEL BUTIK GEULIS BANDUNG

Liesbeth Aritonang


Dosen Tetap DIII Desain Interior,
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

ABSTRAK

Bahan kayu merupakan bahan alami yang dapat dengan mudah dibentuk sesuai keinginan, memiliki tekstur unik, akan tetapi kekuatan bahan terbatas. Bahan kayu sangat tergantung pada proses pengeringan, selain usia asal pohon itu sendiri, pengaruh lingkungan geografis, sampai tingkat kelembaban suarut ruangan. Penggunaan bahan kayu pada konstruksi bangunan semakin jarang ditemukan, tetapi pada penelitian ini bahan kayu dalam bentuk parquet ditemukan sebagai penutup lantai kamar mandi kering, yang ditemukan pada Hotel Butik dan Kafe Geulis di jalan Ir. H. Juanda 129, Dago, Bandung yang bertemakan Victorian style. Pada penulisan ini akan diuraikan keunikan bahan kayu itu sendiri, khususnya pada perancangan Desain Interior suatu ruangan, akan tetapi untung rugi bila peletakkan kurang tepat, sehingga akan menimbulkan masalah yang perlu diperhatikan, baik secara umum pada penggunaan bahan kayu di ruangan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi serta perhatian akan maintenance yang tinggi oleh pihak pengelola Hotel Butik Geulis.


Kerwords: bahan kayu, parquet, kamar mandi, kamar mandi kering, Victorian stye, kelembaban tinggi.


PENYUSUNAN MODEL KOMPETENSI UNTUK PELAKSANA JABATAN
PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

Indira Ruth Septarini

Dosen Manajemen Informatika ISTP

Pendekatan pengelolaan SDM klasik yang mengukur kemampuan dan pengetahuan akademis pekerja terbukti tidak dapat memprediksi performansi kerja seseorang dan seringkali bias pada perbedaan jenis kelamin, suku maupun strata sosial-ekonomi. Salah satu metode yang digunakan dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah sistem pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Metode atau pendekatan kompetensi ini dapat mengurangi kelemahan-kelemahan dan bias yang terjadi pada pendekatan sumber daya manusia klasik. Dalam penelitian ini disusun model kompetensi jabatan untuk jabatan manajerial di PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara karena manajer merupakan decision maker dan leader serta motivator perusahaan. Penyusunan model kompentensi ditujukan untuk lima jabatan yaitu manager keuangan, teknik, niaga, perencanaan, dan SDM dengan menggunakan variabel yang mengacu kepada kompetensi Spencer & Spencer. Pengolahan data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, pengurutan dan pengelompokan data, verifikasi dan penentuan level kompentensi dan pengembangan model kompetensi. Model kompetensi jabatan ini diharapkan dapat lebih memotivasi karyawan dalam peningkatan kinerjanya.

Kata Kunci : kompetensi, spencer & spencer, kinerja, model kompetensi