Selasa, 31 Maret 2015

ISSN 2356-0878 Vol 02, No 02, Maret 2015



OPTIMALISASI ALAT PENUNJANG TAMBANG TRACK
STACKLE DALAM UPAYA PEMBERSIHAN TUMPAHAN
BATUBARA DAN OVERBURDEN DARI BELT CONVEYOR DI
TAMBANG AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk.
TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN

Saloom Hilton Siahaan, ST, MT

Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D. Pardede
Medan

ABSTRAK

Areal Tambang Air Laya PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Penambangan Tanjung Enim berlokasi di Kecamatan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Sistem penambangan menggunakan tambang terbuka dengan metode BWE System.
Peralatan mekanis yang digunakan u ntuk pembersihan tumpahan material terdiri dari 4 unit Track Stackle Komatsu PC 100 F. Waktu kerja yang disediakan sebesar 21 jam/hari dengan 2 shift kerja.
Berdasarkan data yang didapat dari perusahaan, batubara dan overburden yang tertumpah dari belt conveyor bulan Agustus 2010 sebesar 77.490 bcm dan kemampuan produksi empat unit track stackle sebesar 44.312 bcm/bulan. Dari hasil pengamatan data tersebut maka batubara dan overburden yang tertumpah akibat belt conveyor di jalur penambangan belum dapat terimbangi oleh kemampuan produksi empat unit track stackle. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi alat mekanis agar kemampuan produksi alat dapat meningkat dan kerja alat lebih optimal .
Penyelesaian yang diupayakan adalah dengan melakukan kajian t eknis terhadap alat mekanis yang digunakan, diantaranya dengan mengoptimalkam waktu kerja efektif , sehingga material yang tertumpah dapat terimbangi oleh track stackle.
Upaya optimalisasi produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi waktu-waktu hambatan yang terjadi pada kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup. Pengurangan terhadap waktu -waktu hambatan secara langsung akan meningkatkan waktu kerja efektif dari peralatan mekanis.
Waktu kerja track stackle meningkat dari 15,26 jam/hari menjadi 15,96 jam/hari
dengan efisiensi kerja alat meningkat dari 72,66 %, menjadi 76,03 %. Produksi yang
dihasilkan sebesar 46.358 bcm/bulan tetapi batubara dan overburden yang tumpah
dari belt conveyor masih belum terimbangi.
Upaya berikutnya yaitu menghilangkan muatan material yang terjatuh pada saat alat bekerja. Produksi tiap alat meningkat dari 11.078 bcm/bulan menjadi sebesar 19.373 bcm/bulan. Total produksi yang dihasilkan meningkat dari sebesar 46.358 bcm/bulan menjadi 77.357 bcm/bulan, material yang tumpah dari belt conveyor sudah terimbangi namun kurang optimal karena terjadi kelebihan alat.
Upaya yang optimalisasi yang terakhir dilakukan adalah pengurangan jumlah alat. Track stackle dikurangi 1 unit dari 4 unit menjadi 3 unit dengan penempatan sebanyak 2 unit di conveyor excavating dan 1 unit di conveyor shunting.Kemampuan produksi track stackle tetap dapat mengimbangi tumpahan batubara dan overburden yang tumpah dari belt conveyor tanpa ada kelebihan alat.

Kata Kunci : Alat Penunjang Tambang Track Stackle



  
Jurusan Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. Dr. TD.Pardede No.8, Kampus ISTP, Medan 20153, Indonesia

Abstrak
                Perancangan Arsitektur selalu berusaha menyediakan bangunan dengan kinerja (efisensi dan efektivitas) yang memiliki kenyamanan secara fisik bagi pelaksanaan aktivitas. Kemampuan dalam mengakomodasi pelaksanaan aktivitas merupakan salah satu aspek fungsional bangunan. Namun pada akhirnya ketika bangunan yang direncanakan dihuni, perkembangan sering terjadi pada aspek fungsional. Hal ini menjadi tantangan bagi bangunan dalam mempertahankan kinerjanya. Pelaksanaan evaluasi kinerja pasca bangunan digunakan menjadi perlu dilakukan agar dapat mengevaluasi kinerja bangunan. Evaluasi kinerja bangunan diharapkan mampu memperoleh hasil yang optimal dalam mengakomodasi kegiatan.

Kata Kunci: Arsitektur/Aspek Fungsional/ Evaluasi Kinerja.
  
Abstract
Architectural Design always strive to provide the building with the performance (efficiency and effectiveness) which has a physical comfort for the implementation of activities. The ability to accommodate the implementation of the activity is one of the functional aspects of the building. But in the end when the planned buildings inhabited, development often occurs in functional aspects. It is a challenge to maintain the building in its performance. Implementation evaluation on post occupancy be necessary in order to evaluate the performance of the building. Performance evaluation of the building is expected to produce optimal results in accommodating activity.

Keywords: Architecture/ Functional Aspects/ Performance Evaluation


PERANCANGAN APLIKASI PENGHITUNGAN SEPEDA MOTOR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER DENGAN BAHASA C

Novriyenni, M.Kom., Drs. Hermansyah Sembiring, M.Kom.

STMIK KAPUTAMA BINJAI

ABSTRACT
In the modern industrial world, the process of counting vehicles ranging rare human effort. All processing is done by the engine and robots and humans only act as supervisor vehicles. In order to support the implementation of vehicles in public places, particularly the parking area, it is a technology-based system is a major requirement given the task of the future is supposedly able to provide services. Parking place that is safe, comfortable, and has a certain capacity that is now being masyarakat.Guna realize the demands of the system, at this time it is very possible with the rapid development of information technology is also supported by human resources in Indonesia in the mastery of information technology.Automatic calculation is one way to facilitate human to do a job, for example, in calculating the amount of motorcycles, officers no longer do it by hand or by means of mutilation, which is vulnerable to neglect and requires a relatively long time.With the application of the system that is designed to overcome these problems the author, the author offers a new application using a microcontroller with the programming language C. with the new application is expected to help the problems above.

Key words: Motorcycles,Microcontroller, Proximity Sensor.


Proyeksi (Forecast) Penjualan Barang Elektronik dan Hubungan Potongan Harga dengan Menggunakan Metode PairedSampleT-Test pada
CV. Riza Wijaya

Wahyu Sugeng Imam Soeparno, SE., M.Si

ABSTRAK
            CV. Riza Wijaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang elektronik secara eceran. Selama ini penjualan barang elektronik pada CV. Riza Wijaya sudah berjalan dengan baik karena secara garis besar mengalami kenaikan. Namun untuk mengurangi resiko dan ketidakpastian di masa yang akan datang, manajemen perlu melakukan proyeksi atau peramalan, atau yang biasa juga disebut dengan forecast. Dengan adanya forecast tersebut maka manajemen tersebut dapat menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan rencana-rencana operasioanal yang akan ditentukan kemudian.
                Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan penulis dengan menggunakan metode dekomposisi, yakni metode least squared dalam meramalkan tingkat penjualan barang elektronik secara kredit (TV, AC, Mesin Cuci) pada CV. Riza Wijaya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa prediksi hasil penjualan dari ketiga barang elektronik tersebut mengalami kenaikan/peningkatan. Namun potongan harga yang diberikan kepada customer (pelanggan) tidaklah terlalu berpengaruh terhadap volume penjualan. Karena jumlah produk terjual dengan potongan harga dan tanpa potongan harga adalah sama atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Kata Kunci: Forecasting, SPSS, Paired Sample T-Test

ABSTRACT
            CV. RizaWijayaisacompanythat specializes inbuying and sellingelectronicgoodsat retail. So farsales ofelectronic goodson theCV. RizaWijayahas been running wellsincelargelyincreased. However, to reducethe riskanduncertaintyin thefuture, the managementneeds to doprojectionsorforecasts,or commonlyalso calledtheforecast. Giventheforecast, the management can beusedas a basisfor determining operasioanal plans which will be determined later.
                Based on the resultsof researchanddata processingperformedbythe authorsusing thedecompositionmethod, theleastsquaredmethodin predictingthe level ofsales ofelectronic goodson credit(TV, AC, Washing Machine) on theCV. RizaWijaya, it can be concludedthat theforecastsalesofelectronic goodssuchthirdincrease/improvement. But thediscounts offeredto customers(subscribers) are notsignificantly affect thesalesvolume. Due tothe number of productssoldat a discountandwithoutdiscountisequalto nosignificant difference between the two.

Keywords: Forecasting, SPSS, Paired SampleT-Test


DATA MINING MEMPREDIKSI PENGGUNAAN AIR MENGGUNAKAN
METODE BACKPROPAGATION
(STUDI KASUS PADA PDAM TIRTASARI BINJAI)

Yani Maulita M.Kom

Program Studi Sistem Informasi, STMIK Kaputama, Binjai, 20714, Indonesia

Abstrak
Kebutuhan manusia terhadap air tentu sangat tergantung dari sistem penyediaan air bersih yang dikelola PDAM, artinya PDAM memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Produksi air bersih berkaitan dengan aspek teknik, yaitu kapasitas produksi terpasang dan kapasitas produksi terpakai. Dimana produksi air bersih tidak akan melebihi dari kapasitas produksi terpasang. Sedangkan kapasitas produksi terpakai menunjukkan besarnya pemakaian produksi air bersih. Backpropagation adalah metode penurunan gradien untuk meminimalkan kuadrat error keluaran. Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam pelatihan jaringan yaitu tahap perambatan maju (forward propagation), tahap perambatan balik, dan tahap perubahan bobot dan bias. Sehingga dapat dilihat  beban penggunaan air pelanggan yang lebih konvergen adalah pada kecamatan Binjai Utara dan Binjai Timur dengan beban penggunaan tertinggi 4B (Industri Besar) 92 M3 dan 2F (Ins. Pemerintah/ABRI) 54 M3.

Kata Kunci :  Data Mining, Backpropagation, Penggunaan air.

Abstract
Human needs for water of course highly dependent on the water supply system managed taps, taps means plays an important role in meeting the needs of clean water. Production of clean water with regard to technical aspects, the installed production capacity and production capacity unused. Where the production of clean water will not exceed the production capacity installed. While the unused production capacity indicates the amount of clean water production usage. Backpropagation is a gradient method to minimize the quadratic reduction in the error output. There are three steps that must be done in the training phase propagation network is forward (forward propagation), back propagation phase, and phase changes in the weights and biases. So it can be seen that the burden of customer water usage is more convergent in the districts Binjai Binjai North and East with the highest usage load 4B (Large) 92 M3 and 2F (Ins. Government / Armed Forces) 54 M3.


Keywords : Data Mining, Backpropagation, use of water.

SISTEM INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT
PADA KANTOR KELURAHAHAN LALANG
MEDAN

Nurhayati

Dosen, Sekretaris Prodi Teknik Informasi (S1) STMIK KAPUTAMA BINJAI

ABSTRAK
                Masyarakat adalah sekelompok manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Dalam menjalankan hidupnya didalam pemerintahan, masyarakat harus memiliki kartu identitas yang mendeskripsikan dirinya. Selain itu masyarakat juga memiliki kepentingan lain dalam hidupnya yang berhubungan dengan urusan pemerintah. Dikantor Kelurahan Lalang terutama bagian pelayanan masyarakat untuk memperoleh kartu identitas dan melayani kepentingannya masyarakat, mereka tidak dapat memperolehnya dengan sendirinya, seperti  pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP),  pembuatan Kartu Keluarga dan pembuatan Surat Keterangan dan lain sebagainya, hanya menggunakan sistem informasi yang manual, dengan banyaknya urusan yang harus diselesaikan, sehingga pelayanan masyarakat dalam hal ini menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis berniat untuk merancang sebuah sistem informasi yang berbasis komputer yang dapat mengolah data secara cepat, tepat dan akurat. Dengan adanya sistem yang dirancang, diharapkan akan dapat membantu kegiatan operasional. Oleh sebab itu penulis mengambil judul  Skripsi “Sistem Informasi Pelayanan Masyarakat Pada Kantor Kelurahan Lalang Medan “.

Kata Kunci : Flowchart, DFD, Database Visual Basic 6.0



KAJIAN TENTANG PERLUNYA DILAKUKAN PENATAAN
ULANG KEMBALI PROSES PEMBELAJARAN
DI PERGURUAN TINGGI
  
Drs.Alimin Purba, M.Pd.

Dosen Kop. Wil. I Dpk FKIP – Universitas Darma Agung, Medan

Abstrak

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa  yang telah member rachmat dan petunjukNya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan tulisan ini. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis  mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak  terimakasih atas masukan dan saran yang telah diberikan.
                Penulis menyadari bahwa  karya ilmiah ini belum sempurna, masih banyak bagian yang membutuhkan penyempurnaan. Oleh sebab itu saran yang konstruktif penulis harapkan sebagai masukan yang berharga untuk memperbaiki tulisan ini selanjutnya dengan hasil yang lebih baik.
                Terlepas dari kekurangan karya ilmiah ini, penulis tetap berharap tulisan ini dapat memberi manfaat kepada para pembaca. Bagi para penulis lain yang ingin menulis masalah ini baik dari aspek yang sama maupun yang berbeda semoga dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.


ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MEMBELI JASA ASURANSI AXA
KANTOR AGENSI MEDAN
  
Chainar Elliria, SH, SE, MM

Dosen, Universitas Darma Agung, Medan

ABSTRACT

                Analysis of Influence Marketing Mix Customer Buying Decision Against AXA insurance Services Office Agency Medan. Many factors affect the decision of consumer behaviour in the purchase of goods and services Consumers in the purchase decision will reflect responses to marketing stimuli were visible from the responses of the various forms or container product, price, promotion, and other gifts This greatly helps marketing managers in pricing, distribution designing, implementing diversification and product development as well as how to implement proper promotion
                The problem is formulated based on the phenomenon that is raised in this study is how the marketing mix of insurance services performed by PT AXA?, How is the consumer ‘s decision to purchase insurance products of PT . AXA? Is marketing mix simultaneously and partially influence the customer’s decision to buy the product Axa Insurance services ?, The purpose of the study was to determine how the marketing mix of insurance services performed by PT AXA, to determine how the consumer decision to purchase insurance products of PT AXA to determine whether the marketing mix variables simultaneously and partially influence the customer’s decision to buy AXA Insurance Product Services
                Universe in this study is a customer AXA Agency Office Medan City who entered during August - November 2013, amounting to 1085 customers The sampling technique used is the technique accidental if the research will be carried out by multivariate analysis (correlation or multiple regression), the number of sample members at least 10 times the number of variables studied ( free plus bound ) the number of samples in this study were 50 respondents . The variable in this study is the independent variable: namely Personal Selling X1 , X2, namely Ad, X3 is the product, X4 is the process the dependent variable / Y ie Purchasing Decisions
                The findings obtained by the influence of marketing mix over the customer’s decision to buy the product Axa simultaneously ( F test ) was significantly affected by the F - count (90 992)> F - table and sig - p (0.000) > 0.05 , and the partial (t test) is significantly affected by variables X1 (personal selling) has a value oft-test = 2.388> t - table value = 1.68, X2 (ad) has a value oft-test = 3.375 >1 - table value = 1.68 variable X3 ( product) t - count = 2080> t - table value = 1.68, variable X4 (process) has a value oft-test = 2.110> t - table value = 1.68 . This means that the hypothesis is accepted . Deteminasi coefficient ( R) = 0.890, meaning that the influence of the marketing mix for the decision to buy is at 89 % . While the remaining 11 % were influenced by other factors not examined.

ABSTRAK

                Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Nasabah Membeli Jasa Asuransi Axa Kantor Agensi Medan”. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian barang dan jasa. Keputusan konsumen dalam pembelian akan mencerminkan tanggapan terhadap rangsangan pemasaran yang terlihat dan tanggapan akan berbagai bentuk atau wadah produk, harga, promosi, hadiah dan lain-lain. Hal ini sangat membantu manajer pemasaran dalam menetapkan harga, merancang distribusi, melaksanakan diversifikasi dan pengembangan produk serta bagaimana melaksanakan promosi yang tepat.
Masalah yang dirumuskan berdasarkan fenomena yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bauran pemasaran jasa asuransi yang dilakukan oleh PT. AXA?, bagaimanakah keputusan konsumen dalam membeli produk jasa asuransi PT. AXA?, Apakah bauran pemasaran secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keputusan nasabah dalam membeli produk jasa Asuransi AXA?, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimanakah bauran pemasaran jasa asuransi yang dilakukan oleh PT. AXA, untuk mengetahui bagaimanakah keputusan konsumen dalam membeli produk jasa asuransi PT. AXA, untuk mengetahui apakah variabel bauran pemasaran secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keputusan nasabah dalam membeli Produk Jasa Asuransi AXA,
Universe dalam penelitian ini adalah nasabah AXA Kantor Agensi Medan yang masuk selama bulan Agustus-Nopember 2013 yang berjumlah 1085 nasabah. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Aksidental. Bila dalam penelitian akan dilakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau regresi berganda), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dan jumlah variabel yang diteliti (bebas ditambah terikat). maka jumlah sampel pada penelitian mi adalah 50 orang respoden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas X1 yaitu Personal Selling, X2 yaitu Iklan, X3 yaitu produk, X4 yaitu proses, variabel terikat / Y yaitu Keputusan Membeli.
Temuan yang diperoleh yakni pengaruh bauran pemasaran atas keputusan nasabah membeli produk AXA secara serempak (uji F) adalah berpengaruh secara signifikan dengan F-hitung (90.992)> F-tabel dan sig-p (0.000) <0.05, dan secara parsial (uji t) adalah berpengaruh secara signifikan dengan variabel X1 (personal selling memiliki nilai t hitung 2.388 > nilai t-tabel = 1.68, variabel X2 (iklan) memiliki nilai thitung = 3.375> nilai t-tabel = 1.68, variabel X3 (produk) t-hitung = 2.080> nilai t tabel = 1.68, variabel X4 (proses) memiliki nilai thitung = 2.110> nilai t-tabel = 1.68. Hal ini berarti Hipotesis diterima. Koefisien Deteminasi (R) = 0.890, artinya bahwa besarnya pengaruh bauran pemasaran atas keputusan membeli adalah sebesar 89%. Sedangkan sisanya 11% lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.


ANALISA PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG
PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK 
150 CC ANTARA TEKNOLOGI ELECTRIC FUEL INJECTION (EFI)
DENGAN KARBURATOR BERBAHAN BAKAR PREMIUM

Enzo W. B. Siahaan, S.T, M.T

Dosen Fakultas Teknik, Universitas Darma Agung Medan

Abstrak

            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang semakin maju. Diantara teknologi tersebut adalah pengembangan mesin kendaraan dengan sistem bahan bakar injeksi (EFI), mesin dengan sistem ini mensyaratkan penggunaan bahan bakar tanpa timbal (pertamax plus), namun kenyataannya bahan bakar dengan jenis pertamax plus sangat sulit untuk ditemukan khususnya untuk daerah perkampungan, sehingga kebanyakan masyarakat masih menggunakan bahan bakar bensin (premium). Penggunaan bahan bakar premium ini menghasilkan gas buang yang berbahaya yaitu karbon monoksida (CO) dan hidro karbon (HC) yang dihasilkan dari proses pembakaran.Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian terhadap sepeda motor sistem EFI empat langkah 150 cc dengan menggunakan bahan bakar premium pada putaran 2000, 2500 dan 3000 rpm. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang dan temperatur oli pada sepeda motor sistem EFI.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan premium pada sepeda motor sistem EFI menghasilkan CO tertinggi dengan nilai 3,04%, HC tertinggi dengan nilai 63 ppm dan temperatur oli mesin tertinggi pada 860C. Dengan demikian penggunaan premium pada sepeda motor sistem EFI dinyatakan aman untuk digunakan.

Rabu, 31 Desember 2014

ISSN 2356-0878, Vol 02, No 01, Desember 2014


PENILAIAN PRESTASI KERJA GURU SD
PADA SEKOLAH  (X) DI MEDAN

Ir. Julhenri Sinaga, MT

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

ABSTRAK

Penilaian prestasi kerja dapat menjadi sarana yang berguna untuk menilai prestasi dan produktivitas guru dalam menentukan kenaikan pangkat / gaji juga sebagai sarana pelatihan dan bimbingan untuk pengembangan diri di masa mendatang.
Metode pengumpulan data adalah dengan pengamatan langsung, pengisian kuesioner formulir penilaian (data primer), mengutip dari arsip perusahaan, wawancara dan sumber terkait (data sekunder). Metode analisis data yakni berdasarkan hasil penilaian, mengusulkan kenaikan gaji yang lebih proporsional serta mengevaluasi guru yang berprestasi dan yang perlu bimbingan lebih lanjut.
Berdasarkan hasil penelitian, dari 30 orang guru yang memperoleh prestasi amat baik ada 9 guru, prestasi baik ada 20 guru dan prestasi cukup hanya 1 guru. Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa kriteria-kriteria yang mempengaruhi penilaian prestasi kerja guru SD  (X) antara lain proses belajar mengajar (25%), kedisiplinan (22%), tugas lain di luar tugas utama (7%), profesionalitas (30%), kepribadian (16%). Hasil penilaian prestasi kerja guru SD  (X) dan kenaikan gaji per bulan yang tertinggi dicapai oleh  Guru 7 & 8 dengan nilai 98% (Rp 125.440) dan yang terendah oleh Guru 16 dengan nilai 75% (Rp 96.000).

Saran yang  Peneliti sampaikan adalah Sekolah  (X) masih perlu melakukan penilaian prestasi kerja dan evaluasi guru yang lebih ketat karena belum ada yang berhasil mencapai target prestasi 100%. Guru dengan prestasi amat baik dan baik hendaknya mendapat penghargaan dari sekolah, misalnya : pemberian bonus, kenaikan pangkat / gaji, promosi.

STUDI  TINJAUAN POTENSI  PENYINARAN  MATAHARI DALAM PENYEDIAAN ENERGI DI KOTA MEDAN

Janter Napitupulu

Dosen Fakultas Teknik Universitas Darma Agung
Jl.Dr.TD.Pardede No.21 Medan

Abstrak

Upaya diversifikasi ini  dapat dipandang sebagai upaya konservasi energi. Menurut Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009, definisi konservasi energi adalah upaya sistematis, terencana, dan terpadu guna melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya. Pada saat ini, kondisi kekurangan  energi listrik dapat terjadi disebabkan keterbatasan suplai dibanding kebutuhan yang semakin meningkat. Pada hal, prakiraan laju  pertumbuhan kebutuhan energi listrik   akan meningkat disebabkan oleh pemanfaatan  daya listrik yang semakin besar untuk konsumsi peralatan listrik, sehingga mengganggu ketersediaan energi listrik. 



TINJAUAN INKULTURASI PADA BANGUNAN KATOLIK
( Studi Kasus : Graha Maria Annai Velangkanni )

Sanggam B Sihombing, ST., MT

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRACT

Catholic Church is a church that holds firmly the basic rule that has been inherited since for a long time. The Catholic churches that come to North Sumatra are also various, although it must through the approval from Archdiocese Fellowship that exist in Medan City itself. This variety of Catholic Church also called as Inculturation church that adapted the building style with the local culture. The shape of the building which has changed in the inculturated Church does not have negative impact on the environment of surroundings, but it’s just on a purpose to embrace the community around the church. One of the Inculturated church that existed in Medan City is The Home of Maria Annai Velangkanni. The Home of Maria Annai Velangkanni is a church built by Pasteur James Brahmaputra, which was established with the aim Maria Annai Velangkanni to do the miracles in Medan, as well as embracing all religious communities in the city of Medan to experience this miracle.

Keywords : Culture, Building Styles, Catholic Church, inculturation

ABSTRAK

Gereja Katholik adalah suatu gereja yang menjaga dengan kuat ketentuan dasar nilai-nilai pada bangunan Katolik. Namun ada beberapa perubahan pada beberapa bangunan Katolik. Bangunan yang mengalami perubahan ini tidak sama dengan bangunan Katolik pada umumnya karena lebih menuju pada pencampuran gaya dan kebudayaan masyarakat setempat, maupun penggunaan material bangunan yang lebih terjangkau di daerah sekitar. Pencampuran ini yang dikenal dengan istilah Inkulturasi. Bentuk dari  bangunan yang  telah berubah tidak berdampak negatif pada pada lingkungan, tetapi bertujuan untuk memeluk masyarakat di sekitar gereja. Salah satu gereja yang bertema inkulturasi di kota Medan adalah Gereja Maria Annai Velangkanni. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari Inkulturasi yaitu menyatukan berbagai budaya dari beberapa suku dan agama, serta membuat terjadinya perbedaan dengan bentuk gereja pada umumnya yang dapat menarik minat masyrakat luas.

Kata Kunci : Inkulturasi, budaya, gaya bangunan, Gereja Katolik


MEMBANGUN KARAKTER MANUSIA PEDESAAN
DALAM MENGHADAPI MODERNISASI

Yuanita FD. Sidabutar

Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Sains dan teknologi TD.Pardede, Medan
Jl. DR. TD.Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

Abstrak

Pembahasan mengenai masalah kesejahteraan penduduk pedesaan merupakan masalah yang sangat urgen dalam upaya meningkatkan kebijaksanaan pemerataan. Di Indonesia, pembangunan dilakukan dengan bertahap dan berencana. Meskipun demikian, pertumbuhan kemakmuran rata – rata cukup menonjol, tetapi kemiskinan masih mewarnai kehidupan penduduk di pedesaan.
Ditinjau dari beberapa aspek, sebab – sebab kemiskinan antara lain kurangnya pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam , isolasi suatu wilayah / masyarakat dari sumber – sumber kemajuan dan struktur sosial yang menghambat, sempitnya kesempatan kerja dan kesempatan berusaha merupakan salah satu sumber yang paling dasar.
Solusi pendekatan ekonomi yang terbaik untuk memenuhi hak warga Negara akan pekerjaan dan penghidupan yang layak adalah memperluas peluang kerja. Apalagi zaman semakin berkembang, dan di tahap sekarang ini teknologi sudah lamban laun memasuki segala aspek di desa. Sehingga solusi pendekatan sosial yang terbaik adalah membangun karakter manusia pedesaan dalam menghadapi modernisasi yang difokuskan kepada golongan miskin produktif.
 Maka dari itu, untuk mewujudkannya dibutuhkan orang – orang yang bisa sebagai motivator dan fasilitator untuk memberikan pandangan yang positif kepada masyarakat pedesaan tersebut.


Kata Kunci : Pedesaan ,Karakter dan Mentalitas Masyarakat


PERANCANGAN  PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PERBAIKAN KUALITAS PELAYANAN PT.TULUS MARISI  DAN DISTRIBUSI

Rikardo Hotman Siahaan, Humala L. Napitupulu dan Nazaruddin

Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Jl.DR.TD.Pardede No.8, Kampus ISTP, Medan 20153, Indonesia
  
ABSTRAK
PT. Tulus Marisi adalah perusahaan swasta yang bergerak di bidang pendistribusian  pupuk. Perusahaan mendistribusikan pupuk-pupuk tersebut untuk wilayah, Aceh, Pekanbaru, Jambi, Padang. Untuk memudahkan pendistribusian produk perusahaan telah menyediakan gudang pupuk dan menunjuk agen-agen pemasaran di daerah-daerah tersebut. PT. Tulus Marisi mengalami permasalahan dalam pelayanan informasi. Sebab dalam  pelaksanaan operasinya pengelolaan informasi masih dilakukan dengan cara manual,  hal ini memiliki banyak kelemahan, di mana area pemasaran yang luas membuat perusahaan merencanakan dan mengendalikan permintaan  dengan tepat. Sehingga penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel-variabel yang mempengaruhi kepuasan pelayanan.
Hasil yang diperoleh secara eksternal dengan berdasarkan uji regresi, variabel reliability memiliki pengaruh yang signifikan  terhadap kepuasan distributor  adalah 0,423. Hal ini membuat variabel reliability menjadi fokus perancangan pada penelitian ini. Variabel reliability mempunyai analisis deskriptif, yaitu kemudahan akses secara integral antara distributor. Hasil yang diperoleh secara internal yang memiliki hubungan cukup kuat dengan kepuasan karyawan PT Tulus Marisi adalah variabel fasilitas/peralatan dengan nilai korelasi 0,413. hubungan antara variabel terikat Y1 (kepuasan DC terhadap pelayanan) dengan variabel terikat Y2 (kepuasan karyawan PT. Tulus Marisi)  memiliki korelasi yang cukup erat  yaitu sebesar 0,701. Artinya antara Y1 dan Y2 juga memberikan nilai yang kuat dan saling mempengaruhi.
Berdasarkan hasil analisis dan deskriptif, untuk meningkatkan  kepuasan terhadap pelayanan karyawan PT Tulus Marisi dan Distributor Center  dapat dilakukan dengan strategi perbaikan pada  fasilitas/peralatan yang digunakan. Merancang sistem informasi permintaan  pupuk PT Tulus Marisi ke setiap DC di masing-masing daerah dengan menerapkan model yang diinginkan sesuai dengan  sistem rancangan yang berbasis web diharapkan mampu mengatasi faktor- faktor yang mempegaruhi  kepuasan pelayanan.

Kata Kunci:                          Kepuasan pelayanan, sistem informasi, Strategi Perbaikan fasilitas/peralatan, web design.

ABSTRACT
                PT.Tulus Marisi is a private company the engaged in the fertilizer industry. The company distribute  the fertilizer to Aceh, pekanbaru, Jambi, Padang. To ease the distribution of fertilizer, the company has been providing fertilizer’s warehouse and leading enterprise agencies in these areas. PT. Tulus Marisi is having problems of information services. For the implementation operasional, information management is still use manually system. It has many flaws which makes a wide area of marketing planning and controling the companies request appropriately, with the result is conducted to determine. So the research is conducting to know the affect of Variabels that affect  service’s satisfaction.
                Results obtained externally by the test based on regression, variable reliability has a significant effect on distributor satisfaction is 0.423. This keeps the focus of the design variable reliability in this study. Variable reliability have descriptive analysis, the ease of access integrally between distributors. Results obtained internally that have a strong enough relationship with employee satisfaction is a variable PT.Tulus Marisi facilities / equipment with a value of 0.413 correlation. relationship between the dependent variable Y1 (DC satisfaction with services) with dependent variable Y2 (Marisi PT.Tulus employee satisfaction) has a fairly close correlation is equal to 0.701. This means that between Y1 and Y2 also provide strong value and influence each other
Based on the analysis and descriptive , to increase employee satisfaction with the services of PT Tulus Marisi and Distributor Center can do with improvement strategies in facilities / equipment used . Designing information systems PT Tulus Marisi fertilizer demand to every DC in each region by applying the desired models according to the design of a web-based system is expected to address the factors that mempegaruhi service satisfaction .


Keywords :           Satisfaction of service , information systems , strategy Repair facilities  /equipment , web design.


ASPEK-ASPEK ARSITEKTURAL P.T.S. INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D. PARDEDE(ISTP) MEDAN TERHADAP BIDANG AKADEMIS

Darwin Sinabariba

Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan
Dosen Kopertis Wilayah I dpk ISTP Medan

ABSTRACT

Intention of this research is to look for and solution and or trouble-shooting in overcoming aspect arsitektural [of] [at] Institute of Science And Teknologo TD.PARDEDE(ISTP) Field to academic area exist in Jl. DR.TD.PARDEDE.NO. 8 Medan.Teknik [of] data collecting [done/conducted] [by] demean of[is way of study of bibliography and field study. From research result [of] about aspect of arsitektural PTS [of] [at] ISTP Field to area akademis,ada 3 aspect arsitektural [of] a[n campus which is concerning external yaitu, Aspek bangunan,Aspek [of] building and Aspect of building of lain,seperti building [of] outside education.

Keyword : Aspect of Asitektural of area akademik.


ROLE OF FACTORS RELATED TO THE LENGTH OF WOUND HEALING IN PATIENTS DIABETES MELLITUS IN Hospital Dr. PIRNGADI FIELD
YEAR 2014

FAKTOR-FAKTOR PERANAN BERHUBUNGAN DENGAN LAMANYA PENYEMBUHAN LUKA PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS
DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN
TAHUN 2014

Megawati,
  
DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN

ABSTRACT

From various epidemiological studies in Indonesia that the prevalence of diabetes mellitus by 1.5-2,3% among people aged over 15 years, even in an epidemiological study on the prevalence of diabetes mellitus Manado 6.1% and as wound infections / gangrene as much as 1, 8% / research conducted in Jakarta prove an increase in prevalence. The prevalence of diabetes mellitus in urban areas in Jakarta increased from 1.7% to 5.7% in tahun1982 in 1993. Similarly, the prevalence of diabetes mellitus in the end view of (urban) increased from 1.5% in 1981 to 2.9 % in 1998. in Tasikmalaya that the prevalence of diabetes mellitus at 1.1% and wound infections and necrosis of 0.4%, while in the District Sesean Toraja a remote area on the ground that the prevalence of diabetes mellitus is only 0.8% (11 penderta among 1310 people aged> 30 years). In Surabaya on epidemiological research undertaken by the urban health center in 1991 which covers 13 460 population, the prevalence of 1.43% were in the area Rurai on a study that includes 1640 inhabitants (1989) juga didapatkan nearly equal prevalence is 1.47% (Aru W. Sudoyo, 2007: 1853).
The purpose of this study was to determine the general length memitus diabetic wound healing. This study used a descriptive design. The population in this study were all patients treated in inpatient with diabetes indication memitus with gangrene wounds while samples were taken with a total sampling technique that is 20 people. Location of the study conducted at Hospital Dr. Pirngadi field since September 11, 2014-11 November, 2014.
The results of this study are in terms of the diet of 20 respondents can be seen that the respondents know how about a good diet as much as 70%, sport / physical activity of 20 respondents can be seen that the respondents know about the benefits and to exercise / physical activity as much as 70%, and administration of insulin treatment on a regular basis and in accordance with the dose of 20 respondents can be seen that the respondents knew about the provision of as much as 70% of insulin treatment, counseling and education of 20 respondents can be seen that the respondents do about counseling and education as much as 80% and wound care gangrene of 20 respondents it can be seen that the respondents know gangrenous wound care as much as 70%.
                                 
Keywords: Wound healing.
                
ABSTRAK
Dari berbagai penelitian epidemiologis di Indonesia didapatkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 1.5-2,3% pada penduduk usia lebih dari 15 tahun, bahkan pada suatu penelitian epidemiologis di Manado didapatkan prevalensi diabetes mellitus 6,1 % dan yang mengalami infeksi seperti luka/gangren sebanyak 1,8%/ penelitian yang dilakukan di Jakarta membuktikan adanya kenaikan prevalensi. Prevalensi diabetes mellitus pada daerah urban di Jakarta meningkat dari 1,7% pada tahun1982 menjadi 5,7 % pada tahun 1993. Demikian pula prevalensi diabetes mellitus di ujung pandang (daerah urban) meningkat dari 1,5 % pada tahun 1981 menjadi 2,9 % pada tahun 1998. Di Tasikmalaya didapatkan prevalensi diabetes mellitus sebesar 1,1% dan yang mengalami infeksi luka serta nekrosis sebesar 0,4%, sedang di Kecamatan Sesean suatu daerah terpencil ditanah Toraja didapatkan prevalensi diabetes mellitus hanya 0,8 % (11 penderta diantara 1310 penduduk umur > 30 tahun). Di Surabaya pada penelitian epidemiologis yang dikerjakan oleh Puskesmas perkotaan pada tahun 1991 yang mencakup 13460 penduduk, didapatkan prevalensi sebesar 1,43% sedang di daerah Rurai pada suatu penelitian yang mencakup 1640 penduduk (1989) jugadidapatkan prevalensi yang hamper sama yaitu 1,47 % (Aru W. Sudoyo, 2007:1853).
                Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui secara umum lamanya penyembuhan luka penderita diabetes memitus. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang dirawat di ruang rawat inap dengan indikasi diabetes memitus dengan luka ganggren sedangkan sampel diambil dengan tehnik total sampling yaitu 20 orang. Lokasi penelitian dilakukan di RSUD Dr. Pirngadi Medan sejak tanggal 11 September 2014 – 11 November 2014.
Adapun hasil penelitian ini adalah dari segi diet dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu bagaimana tentang diet yang baik sebanyak 70%, olahraga /latihan jasmani dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu tentang manfaat dan guna olahraga/ latihan jasmani sebanyak 70%, dan pemberian pengobatan insulin secara teratur dan sesuai dengan dosis dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu tentang pemberian pengobatan insulin sebanyak 70%, penyuluhan dan edukasi dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden melakukan tentang penyuluhan dan edukasi sebanyak 80% dan perawatan luka gangren dari 20 responden dapat dilihat bahwa responden tahu melakukan perawatan luka gangren sebanyak 70%.

Kata Kunci : Penyembuhan luka.

STRESSOR PEKERJAAN PERAWAT  

Asyiah Simanjorang SKep,Mkes

Widyaiswara Balai Pelatihan Kesehatan Propinsi Sumatera Utara
Progam Doktor  IKM Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara

Abstract

Studies have shown that job stress is integral part of the employee. Nurses often experience stress related to work stressors they face in the workplace. Stressor differences are hindrance stressors and challenge stressors, so that not all stressor are bad, some are actually needed to move forward in life.

Keywords : stress, stressor, hindrance stressors, challenge stressors


IMPLEMENTASI DATA MINING UNTUK MENGETAHUI KORELASI JURUSAN SISWA PADA TINGKAT SMA/SEDERAJAT DENGAN JURUSAN DI PERGURUAN TINGGI TERHADAP IPK DENGAN METODE A PRIORI (STUDI KASUS STMIK KAPUTAMA)

Relita Buaton, Akim Manaor Hara Pardede, dan Yani Maulita

ABSTRACT    
Data mining  adalah serangkaian proses untuk menggali nilai tambah berupa pengetahuan baru dari kumpulan data. Perguruan tinggi termasuk salah satu gudang data yang berasal dari akumulasi data mahasiswa setiap tahunnya. Tumpukan data sering dianggap sebagai sampah, dengan data mining tumpukan data dapat diolah menjadi informasi yang sangat berharga. Salah satu indikator keberhasilan pemilihan jurusan di perguruan tinggi adalah perolehan IPK tinggi. Calon mahasiswa sering dihadapkan dengan permasalahan keragu-raguan pemilihan jurusan di perguruan tinggi khususnya bidang ilmu komputer, karena hampir semua jurusan dapat dipilih tanpa melihat latar belakang jurusan di SMA/sederajat. Demikian halnya dengan perguruan tinggi, menjadi permasalahan ketika tidak dapat memberikan informasi dengan indikator yang jelas bagi calon mahasiswa baru untuk memilih jurusan. Data mahasiswa/alumni tahun 2010,2011 dan tahun 2012 dikumpulkan dan ditransformasi menjadi format ARFF, kemudian ditambang dengan metode A Priori menggunakan tool Weka. Dengan mengimplementasikan data mining terhadap data lulusan mahasiswa, dapat diketahui confidence dan support  perolehan IPK yakni mahasiswa dari jurusan IPA yang memilih Program Studi Sistem Informasi kemungkinan 71% akan lulus dengan IPK Memuaskan, apabila memilih prodi selain Sistem Informasi kemungkinan 66% lulus dengan IPK Memuaskan. Mahasiswa yang berasal dari jurusan IPS dengan memilih program studi apa pun di perguruan tinggi, tingkat kelulusan dengan IPK Kurang Memuaskan sebesar  49%.


Kata Kunci: DataMining, Korelasi Jurusan dengan IPK

PENGARUH RADIASI SINAR UV, KARAKTERISTIK  PEKERJA DAN ALAT PELINDUNG MATA (KACAMATA LAS) TERHADAP KETAJAMAN PENGLIHATAN PADA PEKERJA PENGELASAN LOGAM CV. PUTRA AGUNG MEDAN

Omry Pangaribuan, Rosmawati, dan Bungaran Tambun

  Dosen Tetap  Institut Sain Dan Teknologi TD. Pardede Medan
 Jl. Dr. TD. Pardede Kampus ISTP Medan

ABSTRACT

                A preliminary survey at CV. Putra Agung Medan shows that welding workers at the company suffer visual acuity disorders with symptoms such as eyes smarting, irritation, light sensitivity, and blurring. These are caused by exposure to ultraviolet radiation from welding activities.
                The goal of this research was to analyze the influence of ultraviolet radiation, the characteristics of worker and eye protector equipment (welding goggles) on visual acuity. The following research used a cross sectional, with observation on one of the welding industries in Medan with a total population of 32 welding workers and the total sample of 32 welding workers. The statistical test were used Multiple Linear Regression.
                From 6 of independent variables observed founded 5 variables statistically significant with p < 0.05, namely variable of ultraviolet radiation p = 0.041, education p = 0.000, exposure duration p = 0.000, knowledge p = 0.008 and eye protector equipment (welding goggles) p = 0.000. Based on Multiple Linear Regression was known that of ultraviolet radiotion value B = - 0.141, education B = 0.069, exposure duration B = 0.113, knowledge B = 0.006, eye protector equipment (welding goggles   0.083 had significant influence on visual acuity and exposure duration variable had more dominant influence because B value more than others.
               
Key word :    Ultraviolet radiation exposure, Visual acuity