Jumat, 15 September 2017

ISSN 2356-0878, Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol.07 No.02 edisi September 2017



Sistem Pendukung Keputusan Akreditasi Sekolah Dasar
Menggunakan Metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM )


Swingly Purba


Staf Pengajar Institut Sains Dan Teknologi TD. Pardede Medan

e-mail : swingly.purba61@gmail.com


ABSTRAK
Sistem Pengambilan Keputusan ( Decission Support System ) terkomputerisasi merupakan metode yang sangat berkembang dalam membantu user untuk menghasilkan informasi yang akurat dan bisa memecahkan berbagai masalah pengambilan keputusan multikriteria.
Sistem pendukung keputusan akreditasi sekolah dasar dengan menggunakan Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM ) dirancang untuk membantu para pengambil keputusan dalam menentukan sekolah dasar yang akan menerima akreditasi berdasarkan bobot dan kriteria yang sudah ditentukan.
Sistem dikembangkan dengan menggunakan Microsoft Visual Studio 2005, menggunakan aplikasi pengolah database SQL Server dan metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making ( FMADM ). Hasil akhir dari perancangan sistem ini diharapkan dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan (Decission Support System) berbasis web.

Kata Kunci : Decision Making, Acredited, Fuzzy Multiple Attribute

ABSTRACT
The computerized Decision Support System is a highly developed method of helping users to generate accurate
information and solve multicriteria decision-making problems.
The primary school accreditation decision support system using Fuzzy Multiple Attribute Decision Making
(FMADM) is designed to assist decision makers in determining which primary school will receive accreditation
based on specified weight and criteria.
The system was developed using Microsoft Visual Studio 2005, using SQL Server database processing
applications and Fuzzy Multiple Attribute Decision Making (FMADM) methods. The end result of system
design is expected to be learning in the development (Decission Support System) web-based.
 
Key Words : Decision Making, Acredited, Fuzzy Multiple Attribute





1), 2)DOSEN JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI T.D PARDEDE

1)pialamutiara@yahoo.com
2)bungtambun@yahoo.com


ABSTRAKSI
Untuk memenuhi permintaan konsumen dan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Restauran D’Cost, maka D’Cost perlu menjaga kualitas dari makanannya, dan makanan harus selalu segar. Maka dari itu penulis melakukan penelitian terhadap persediaan di restoran D’Cost dan melihat suatu masalah bahwa makanan yang dipesan terkadang tidak tersedia. Ikan Kakap Pedas salah satu makanan yang digemari di restoran tersebut, untuk itu penulis mencoba melakukan penelitian pada persediaan ikan tersebut agar selalu tersedia dalam jumlah yang cukup dan segar.

Maka dengan demikian  peneliti melakukan penelitian untuk memecahkan masalah yang terjadi di restoran D’Cost tersebut. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP). MRP adalah sebuah metode persediaan dependen dimana untuk terbentuknya suatu produk tergantung pada komponen  pembentuk produk lainnya. Hasil yang didapatkan dari penelitian antara lain, jumlah peramalan permintaan rata-rata terhadap Ikan Kakap Pedas di Restoran D’Cost pada periode Januari 2015 s/d Desember 2015 adalah mengikuti trend eksponensial smoothing. Jumlah persediaan bahan baku per bulan yang harus disediakan untuk memenuhi permintaan Ikan Kakap Pedas selama periode Januari 2015 s/d Desember 2015 adalah : .66 porsi/bulan, Rencana produksi yang digunakan adalah rencana ke 2 dengan menggunakan jam kerja regular, tidak ada jam lembur, tidak ada subkontrak, safety stock 7 porsi/ bulan dengan biaya minimal Rp.113.415.000/thn. Jumlah persediaan bahan baku per bulan yang harus disediakan untuk memenuhi permintaan Ikan Kakap Pedas selama periode Jan 2015 s/d Des 2015 adalah: Ikan kakap 19875 gr/ bulan, Rendaman ikan 8413.3 gr /bulan, saus bakar 662.5 gr/ bulan, saus kecap 2485.5 gr/bulan, garnis 4263.8 gr/bulan.

Keywords: Material Requirement Planning



PENGENDALIAN KUALITAS ROTI PADA P.T SINAR JAYA ROTI MEREK  (KABUPATEN KARO)

Ir. Julhenri Sinaga, MT

Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

Abstrak
Kualitas merupakan suatu istilah relatif yang sangat bergantung pada situasi. Ditinjau dari pandangan konsumen, secara subjektif orang mengatakan kualitas adalah sesuatu yang cocok dengan selera (fitness for use). Dewasa ini industri makanan terutama roti di Indonesia berkembang pesat. Ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik-pabrik roti yang didirikan di Indonesia. Dari industri kecil hingga industri besar. Dalam kondisi persaingan yang ketat tersebut hal utama yang diprioritaskan oleh PT. SINAR JAYA ROTI  Merek sebagai salah satu pabrik roti adalah kepuasan pelanggan.
Dalam kondisi demikian pimpinan perusahaan berusaha untuk menghasilkan produk sebaik mungkin sehingga dapat memuaskan pelanggan. Kepuasan pelanggan ditentukan oleh kualitas barang yang dikehendaki pelanggan sehingga jaminan kualitas menjadi jaminan prioritas utama yang dijadikan tolak ukur keunggulan daya saing perusahaan.

Keywords: Pengendalian Kualitas Roti



ANALISIS TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TERHADAP JASA PELAYANAN CALL CENTER XL DI PT. VADS INDONESIA


Ir. Rasmi Sitohang, M.Si

Dosen Kopertis-Wil I
Dpk Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan

Email       :rasmisitohang83@gmail.com


ABSTRAK
                PT. Vads Indonesia adalah anak perusahaan PT. XL yang bergerak khusus dibidang telekomunikasi.XL sangat memperhatikan kemudahan, dan kenyamanan pelanggan dalam memperoleh informasi atau konsultasi setiap saat dan dimana pun. Untuk itu, XL membangun akses pelayanan Call Center, yaitu pelayanan pelanggan melalui telepon, sebagai wujud dari pelayanan pelanggan 24 jam yang memberikan pelayanan tak henti kepada pelanggan untuk segala kebutuhan dan permasalahan pelanggan. Dengan disediakannya layanan Call Center tersebut, maka penulis mengidentifikasi permasalahannya sebagai berikut : adanya kesenjangan antara kepentingan pelanggan XL sehingga pelanggan belum merasa puas dengan pelayanan yang diberikan. Sedangkan permasalahannya adalah :berapa besar tingkat kepuasan pelanggan pengguna Jasa Call Center XL dilihat dari perbedaan jasa yang diterima dengan jasa yang diharapkan”.
                Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat kepuasan Jasa Call Center XL adalah sebesar 93,66%. Dari uji Wilcoxon diperoleh bahwa tidak terdapat perbedaan yang berarti antara tingkat pelaksanaan pelayanan Jasa Call Center XL dengan tingkat harapan pelanggan.

Kata kunci: Kepuasan, Pelayanan, dan Pelanggan


PENGARUH GEOMETRI JALAN TERHADAP DUMP TRUCK UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS BATUBARA        DI  PT. TITAN WIJAYA DESA TANJUNG DALAM KECAMATAN ULOC  KUPAI
KABUPATEN BENGKULU UTARA - PROVINSI BENGKULU


Saloom Hilton Siahaan, ST, MT


Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D Pardede


ABSTRAK
PT. Titan Wijaya merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan batubara yang berlokasi di Kecamatan Uloc Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu dengan luas IUP 300 hektar dibagi 2 pit yaitu pit A dan B. Sistem penambangan yang diterapkan adalah sistem tambang terbuka. PT. Titan Wijaya menetapkan target produksi (Batubara) untuk pit A sebesar 56.000 ton/bulan dengan luas wilayah penambangan 160 hektar. Proses penambangan batubara menggunakan alat mekanis 2 fleet yaitu 2 unit alat gali muat KOMATSU PC 300 dan 6 unit alat angkut DT NISSAN CWA MX 260  dengan jarak 2700 meter menuju stockpile. Permasalahan yang terjadi adalah belum terpenuhinya produksi dari alat muat dan alat angkut, terutama pada pit A. Kemampuan produksi alat gali muat dan alat angkut saat ini 39.942,25 ton/bln. Tidak tercapainya sasaran produksi disebabkan banyaknya waktu kerja yang terbuang karena adanya hambatan kerja baik hambatan yang dapat dihindari maupun hambatan yang tidak dapat dihindari. Dengan adanya hambatan-hambatan tersebut akan  memperkecil  waktu  kerja  efektif dari 8,5 jam/hari  sehingga  menyebabkan waktu effisiensi dari 7,5 jam/hari  kerja rendah. Upaya peningkatan produksi dapat dilakukan dengan cara meningkatkan waktu efektif kerja, waktu kerja tersedia sehingga produksinya menjadi 49.788 ton/bln. Disamping perbaikan waktu dan penambahan 1 (satu) alat angkut yang dibutuhkan. Dengan penambahan 1 (satu) unit DT Nissan CWA MX 260 sehingga produksinya meningkat dari 49.788 ton/bln menjadi 58.086 ton/bln.

Kata kunci : Perbaikan Jalan, Perbaikan Waktu, Penambahan Alat Angkut.


PENGARUH VARIASI KUAT ARUS LAS LISTRIK PADA
SUDUT KAMPUH V GANDA TERHADAP KEKUATAN
TARIK DARI  MATERIAL BAJA KARBON


Enzo W. B. Siahaan, S.T, M.T

Dosen Fakultas Teknik, Universitas Darma Agung, Medan

email:



ABSTRAK
Pengelasan merupakan bagian tak terpisahkan dari pertumbuhan peningkatan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa dan reparasi produksi logam. Sehingga hampir tidak mungkin pembangunan suatu pabrik tanpa melibatkan unsur pengelasan. Cara pengelasan yang paling banyak digunakan adalah pengelasan cair dengan las busur listrik dan gas. Tidak semua logam memiliki sifat mampu las yang baik. Bahan yang mempunyai sifat mampu las yang baik diantaranya adalah baja karbon. Baja ini dapat dilas dengan las busur elektroda terbungkus, las busur rendam dan las MIG (las logam gas mulia). Baja karbon biasa digunakan untuk pelat - pelat tipis dan konstruksi umum. Batasan masalah pada penelitian ini adalah bahan yang digunakan adalah pelat baja karbon, pengelasan menggunakan  mesin las SMAW (Shielded Metal Arc Welding) DC polaritas terbalik dengan elektroda RB26  diameter 3,2 mm, pengelasan menggunakan variasi arus 80 A, 100 A dan 120 A dengan jenis kampuh V ganda dengan sudut 450, pengujian yang dilakukan  adalah uji tarik (tensile test). Tujuan penelitian secara umum adalah untuk mengetahui perbandingan kekuatan tarik pada baja karbon yang telah mengalami proses pengelasan dengan variasi kuat arus serta menggunakan bentuk sudut kampuh V ganda. Dari  hasil penelitian ini di dapat bahwa untuk uji tarik nilai tegangan akan terus meningkat seiring pertambahan arus yang diberikan.
 
Kata kunci : Pengelasan, Uji Tarik, Kuat Arus







Jurusan Elektro, Institut Sains dan Teknologi TD Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No.8, Medan 20153, Indonesia



ABSTRAK
Banyaknya peralatan listrik yang tidak memiliki timer untuk mematikan secara otomatis. Maka dengan itu dirancang sebuah saklar otomatis dengan timer menggunakan Arduino Uno berbasis ATMega 328. Dengan adanya saklar otomatis ini, maka peralatan listrik dapat dimatikan sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Dalam perancangan ini, penulis merancang 2 buah timer yang akan terhubung dengan 2 buah stop kontak. Untuk input waktu timer digunakan push button berjumlah 3 buah untuk masing-masing timer. Setiap button berfungsi untuk input jam, menit, dan start/reset. Waktu timer akan ditampilkan pada 4 digit display. Waktu yang telah di-input akan diproses oleh mikrokontroller , dalam hal ini ATMega 328.  Ketika waktu timer telah habis, maka relay yang terhubung dengan stop kontak akan memutus arus yang tersambung sehingga peralatan listrik yang dicolok pada stop kontak tidak akan dialiri arus lagi.
Dengan menggunakan saklar otomatis ini maka dapat menghemat listrik dan juga menjaga keawetan peralatan listrik. Saklar otomatis ini dapat digunakan untuk meng-charge ponsel dan laptop, mematikan pompa air, dan lainnya.

Kata Kunci : Saklar Otomatis, Mikkontroller, ATmega 328



Faktor – Faktor Pengembangan Pasar Melati Medan

Darwin Sinabariba, ST, MM


Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

email@yahoo.co.id


ABSTRACT
It has been since ancient times the city will never be separated from commercial activity center called the market. With increasing population growth in social, economic and technological advances, especially in the field of trade there arose a new group of individuals who are engaged in merchant. Merchants that makes places more permanent to trade. Searang place that's called the market.One of them is the melati market  located at flamboyan raya, kelurahan tanjung selamat, district medan tuntungan, medan, northern Sumatra. This market has an area of approximately 3 hectares and has approximately 1,000 stalls measuring 1.5 m x 3 m. This land is owned by private / individual. Market location close to population centers makes this market very effectively. And can be easily visited by locals.
 
Keywords: market, melati, saler, medan, location.
 

ABSTRAK
Sudah sejak zaman dahulu kota tidak akan pernah terlepas dari pusat kegiatan komersil yang disebut dengan pasar. Dengan meningkatnya perkembangan penduduk kehidupan sosial, ekonomi dan juga kemajuan teknologi khususnya dibidang perdagangan timbullah sekelompok individu baru yang bergerak dalam bidang pedagang. Pedagang-pedagang inilah yang membuat tempat-tempat yang lebih permanen untuk berdagang. Tempat itulah yang searang disebut dengan pasar. Salah satunya merupakan pasar melati yang terletak di jalan flamboyan raya, kelurahan tanjung selamat, kecamatan medan tuntungan, medan, sumatera utara. Pasar ini memiliki luasan berkisar 3 ha dan memiliki kurang lebih 1000 kios yang berukuran 1.5 m x 3 m. Lahan ini dimiliki oleh swasta/ perorangan. Lokasi pasar yang dekat dengan pemukiman penduduk menjadikan pasar ini sangat efektif. Dan dapat dengan mudah dikunjungi oleh penduduk sekitar.

Kata kunci : pasar, melati, pedagang, medan, lokasi.



KAJIAN PERSPEKTIF PENYEDIA JASA KONSTRUKSI
TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3)
DI TIMOR-LESTE

Antonio Cono1, Anton Soekiman2

1Magister Teknik Sipil, Sekolah Pascasarjana,
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Email: antoniocono11@yahoo.com

2KBI Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Jurusan Teknik Sipil,
Universitas Katolik Parahyangan, Bandung.
Email: soekiman@unpar.ac.id


ABSTRACT
As a new and evolving country, development and revamping of various sectors is urgently needed and infrastructure development is one of the priorities in sustaining economic turnaround in Timor-Leste. The problem of accidents arising from the growth of construction service providers is the absence of consistency in the implementation of safety and health in the process of construction implementation. Current OSH regulations are labor laws and regulatory products adopted from other countries that already have adequate managerial, financial and human resource capabilities. The current occupational health and safety (OSH) law in Timor-Leste is not yet optimal in its implementation, so it is necessary to know the extent to which companies implement OSH of construction projects in Timor-Leste, and what are the constraints that may affect construction and safety service providers in Timor-Leste. The process of data collection will be done by questionnaire and interview to construction Service Company in Timor-Leste. The result of the analysis is that the company adequately enforces labor laws on the occupational safety, hygiene and health sections and the supervisory and sanctioning system sections of the workers if the workers violate OSH rules and procedures in construction projects in Timor-Leste. There are 9 obstacle indicators affecting construction service providers on OSH implementation in Timor-Leste, namely: (1) Capability of manager of OSH performs instruction and working methods in accordance with existing OSH standards and procedures, (2) Competence of employees assigned as supervisor of OSH in the field, (3) Hard to give verbal reprimands to workers that violation of OSH regulations and procedures, (4) Workers do blame each other in the case of work accidents, (5) Workers come to work not on time, (6) Manager of OSH do not open communication between workers in the field, (7) Workers do not get tired of doing work repeatedly, (8) Workers have been satisfied with the security of the naturally working environment and (9) Workers do not openly communicate with manager of OSH.

Keywords              : Health and Safety Act, Occupational Safety and Health (OSH), Service Provider, Obstacles of OSH
  implementation



HUBUNGAN KOMUNIKASI ORGANISASI DAN TATA RUANG PERPUSTAKAAN DENGAN MINAT BACA MAHASIWA
INSTITUT SAINS DAN TEKNOLOGI TD.PARDEDE MEDAN


ROSLILAWATI

Magister Ilmu Komunikasi, Pascasarjana Universitas Darma Agung, Medan

Email: roslilawati4773@gmail.com


ABSTRAKS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan dengan minat baca mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional, bertujuan meneliti hubungan antara variabel-variabel yang di gunakan, untuk mengetahui hubungan variabel pada suatu faktor yang berkaitan dengan variabel pada faktor lain atau dikenal dengan korelasi normal. Dalam hal ini untuk mengetahui hubungan komunikasi organisasi dan tata ruang sebagai variabel bebas dan minat baca sebagai variabel terikat. Selanjutnya uji F yang dilakukan, anatara variabel komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan dengan  minat baca mahasiswa ISTP Medan. Penentuan besarnya sampel pada penelitian ini menggunakan pendapat Arikunto (2010). Penelitian ini merupakan penelitian populasi atau total sampling. Selanjutnya jika jumlahnya subyeknya lebih besar dapat diambil antara 10% -15% atau 20% -25%. Subyek penelitian in adalah mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Dalam penelitian ini terdapat 100 orang mahasiswa sebagai responden, diambil 10% dari jumlah mahasiswa ISTP 1000 orang.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi antara komunikasi organisasi dan tata ruang Perpustakaan dengan minat baca mahasiswa Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede (ISTP) Medan. Dari hasil uji SPSS  untuk Komunikasi Organisasi Dengan Minat Baca Mahasiswa ISTP Medan, dihasilkan tingkat korelasi 0,01 (tingkat 2) hubungan atau correlation sebesar 0,669. Hasil SPSS tersebut menunjukkan adanya hubungan yang cukup berarti antara variabel tersebut. Demikian pula hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri dari komunikasi organisasi dan tata ruang perpustakaan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa ISTP Medan sebesar 2,828. Oleh karena itu kedua variabel X1 dan X2 berpengaruh terhadap Y, berarti memiliki hubungan yang kuat dapat diandalkan.

Kata Kunci: Komunikasi Organisasi,Tata Ruang Perpustakan dan Minat Baca Mahasiswa

ABSTRACT
    This study aims to determine the relationship of organizational communication and spatial library with interest in reading the students of the Institute of Science and Technology TD.Pardede (ISTP) Medan. The research method used is correlational method, aims to examine the relationship between variables used, to determine the relationship of variables on a factor associated with the variable on another factor or known as normal correlation. In this case to know the relationship of organizational communication and layout as independent variable and reading interest as dependent variable. Furthermore, F test conducted, anatara variable communication organization and spatial library with interest in reading ISTP Medan students. Determination of sample size in this study using the opinion of Arikunto (2010). This study is a population study or total sampling. Furthermore, if the number of subjects greater can be taken between 10% -15% or 20% -25%. The subjects of this research are students of TD.Pardede Institute of Science and Technology (ISTP) Medan. In this study there are 100 students as respondents, taken 10% of the number of ISTP students 1000 people.
    The result of the research shows that there is correlation between organizational communication and Spatial Library with reading interest of Institute of Science and Technology TD.Pardede (ISTP) Medan. From the result of SPSS test for Organizational Communication with Interest of Reading ISTP Student Field, resulted in correlation level 0,01 (level 2) correlation or correlation equal to 0,669. The SPSS results indicate a significant relationship between the variables. Similarly, F test results indicate that the independent variables consisting of organizational communication and spatial library influence on reading interest of ISTP Medan students of 2.828. Therefore the two variables X1 and X2 affect Y, means having a strong reliable relationship.

Keywords: Organization Communication, Spatial Library and Student Reading Interest

KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DENGAN METODE MINE DEWATERING DI PT. PAMAPERSADA NUSANTARA JOB SITE MTBU, TANJUNG ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN


Nalom Dahlan Marpaung

Dosen Fakultas Teknologi Mineral
Institut Sains Dan Teknologi TD.Pardede Medan

Email : opung0123@gmail.com


ABSTRAK
Sistem penyaliran tambang dengan metode mine dewatering merupakan salah satu kegiatan pendukung dalam kegiatan penambangan terutama pada tambang terbuka (open pit. Aktivitas penambangan sangat dipengaruhi oleh keadaan cuaca terutama curah hujan karena berhubungan langsung dengan udara terbuka. Penelitian dilakukan  pada Pit Suban TAL Selatan di PT. Pamapersada Nusantara yang memiliki luas wilayah 11,82 ha (118.200 m2). Pada pit Suban terdapat  Situpatenggang. Air yang berada dilokasi penambangan kemudian ditampung di sump tersebut dan akan dipompakan ke kolam pengendapan lumpur Diklat. Berdasarkan data curah hujan harian maksimum selama 8 tahun, curah hujan rencana untuk periode 5 tahun adalah 49,72 mm/hari maka intensitas curah hujan 24,78 mm/jam, debit air limpasan yang masuk ke Pit Suban TAL Selatan  sebesar 49.100,1 /jam (13,64 /detik). Dengan menghitung air tanah dan laju evapotranspirasi, total debit air yang masuk ke sumuran (sump) adalah 47.468,353 m3/hari. Volume air yang ada disump 77.241,375 m3, sementara  kapasitas sump 69.208,272 m3, maka sump berada pada elevasi banjir. Pompa yang bekerja di sump Situpatenggang sebanyak 2 Pompa MF 420 EX yang bekerja selama 13 jam 58 menit dengan RPM 1485 dengan volume pemompaan 13.934,64 m3/hari. Dengan total head 155,54 m, maka digunakan  pompa MF 420 EX dengan RPM dinaikkan menjadi RPM 1500 dengan working hours pompa 22 jam, didapat debit pompa rencana sebesar 720 m3/jam maka kebutuhan  adalah 3 unit pompa, dengan volume pemompaan 47.520 m3/hari.


Kata Kunci : Debit Air Limpasan, Mine Dewatering, Pompa. 

Jumat, 30 Juni 2017

ISSN 2356-0878 Jurnal Sains dan Teknologi ISTP Vol.07 No.01 edisi Juni 2017

Kajian Manajemen Pemeliharaan Gedung Sekolah
dengan  Studi Kasus Gedung Sekolah Yayasan Salib Suci

Study of School Building Maintenance Management
With the Case Study of the Foundation Building of the Holy Cross Foundation

Yeni Setiawan1 dan Anton Soekiman2

1Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Konstruksi, Sekolah Pascasarjana,
Universitas Katolik Parahyangan.


2KBI Manajemen dan Rekayasa Konstrukti, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil,
Universitas Katolik Parahyangan.



Abstract
Lack of attention or inconsistency of maintenance activities undertaken will cause a negative condition or impact, ie decreasing the productivity level of activities carried out by the owner or the user of the building as a result of the lack of maintenance of the condition of the building. This research is aimed to know the condition of damage and influence of maintenance of architectural component, component structure, and utility component to the quality of maintenance of school building of Holy Cross Foundation, data analysis using descriptive analysis and path analysis.
The result of the research showed that the damage of space with the biggest percentage in Toilet was mild damage 21.10% moderate damage 49.82% and heavily damaged 23.49%. While with path analysis, Maintenance of Architectural Component by partial give influence to the Building Maintenance Quality that is 85.20%, Utility Maintenance Utility, equal to 85.60%, and Maintenance of Structure Component s equal to 94.40% with very strong influence level. With Probability value sig 0.03 <0.05 it can be concluded that the maintenance of architectural components, structure, utility significantly affect the quality of building maintenance

Keywords: School Building, Salib Suci Foundation, Maintenance, Path analysis

Abstrak
Kurangnya perhatian atau tidak sesuainya kegiatan pemeliharaan yang dilakukan akan menyebabkan suatu kondisi atau dampak negatif, yaitu menurunnya tingkat produktifitas kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh pemilik atau pengguna bangunan sebagai akibat dari kurang terpeliharanya kondisi bangunan. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kerusakan dan pengaruh pemeliharaan komponen arsitektur, komponen struktur, dan komponen utilitas terhadap kualitas pemeliharaan bangunan gedung sekolah Yayasan Salib Suci, analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis jalur (path analysis)
Hasil penelitian menunjukkan kerusakan ruang dengan prosentase terbesar pada KM/WC yaitu rusak ringan 21,10% rusak sedang 49,82% dan rusak berat 23,49%. Sedangkan dengan analisis jalur, Pemeliharaan Komponen Arsitektur secara parsial memberikan pengaruh terhadap Kualitas Pemeliharaan Bangunan Gedung terbesar yaitu sebesar 85.20% , Pemeliharaan Komponen Utilitas ,sebesar 85.60% ,dan Pemeliharaan Komponen Struktur s sebesar 94.40% dengan tingkat pengaruh sangat kuat. Dengan nilai Probabilitas sig 0.03 < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan komponen arsitektur, struktur, utilitas berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas pemeliharaan bangunan gedung..

Kata Kunci: gedung sekolah, Yayasan Salib Suci, pemeliharaan, analisis jalur


PEMANFAATAN JARINGAN INTERNET SEBAGAI KENDALI SAKLAR LAMPU JARAK JAUH

Samaria Chrisna HS

Jurusan Teknik Elektro, Konsentrasi Elektronika dan Telekomunikasi
Institut Sains dan Teknologi Pardede (ISTP), Jl. TD. Pardede No. 8 Medan



ABSTRAK
Dengan kemajuan sistem komunikasi yang terjadi pada saat ini, maka penggunaannya dapat diterapkan pada segala keperluan. Internet juga termasuk dalam kemajuan sistem komunikasi yang memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi ataupun komunikasi secara jarak jauh selain dengan penggunaan media telepon seluler. Pada penelitian ini, pemanfaatan internet digunakan sebagai pengendali saklar lampu jarak jauh. Adapun media pengendali menggunakan 2 PC yang saling terhubung dengan internet dimana terlebih dahulu melakukan penyamaan Internet Protocol (IP) dan memanfaatkan aplikasi UltraVNC. 8 buah lampu digunakan sebagai objek kendali pada penelitian ini yang juga terhubung dengan Microcontroller AT89S51. Microcontroller ini berfungsi sebagai pengolah data yang akan meneruskan perintah ke PC untuk menghidupkan, mematikan ataupun melakukan pengecekan status lampu. Dalam melakukan pengecekan status lampu terdapat rangkaian sensor arus yang mendeteksi arus lampu, apakah lampu tersebut dalam keadaan mati atau hidup dimana status lampu akan ditampilkan pada layout PC Server dan Client. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa koneksi internet dengan Aplikasi UltraVNC dan didukung bahasa program VisualBasic 6.0 dan Microcontroller AT89S51 dapat memudahkan pengendalian perangkat lampu dan menghilangkan halangan jarak, ruang dan waktu.

Kata kunci: Internet, Kendali Saklar lampu, Microcontroller AT89S51, UltraVNC.

ABSTRACT
With the advancement of the current communication system, its usage can be applied to all purposes. Internet is also included in the advancement of communication systems that provides the ease in obtaining information or communication remotely besides the use of mobile phone media. In this research, the use of the internet is used as a remote light switch controller. The controller media uses 2 interconnected PCs with the internet which firstly performs Internet Protocol (IP) equations and utilizes UltraVNC applications. 8 pieces of lights are used as control objects in this study which is also connected with microcontroller AT89S51. This microcontroller functions as a data processor which will forward commands to the PC to turn on, turn off or check the light status. In checking the status of the lights there is a series of current sensors that detect the current of the lamp, whether the light is on or off where the light status will be displayed on the PC Server and Client layout. The results of this study indicate that internet connection with UltraVNC Application and supported language program VisualBasic 6.0 and Microcontroller AT89S51 can facilitate the control of lighting devices and eliminate obstacles spacing, space and time.

Keywords: Internet, Full Switch lights, Microcontroller AT89S51, UltraVNC.



Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

sanggams@yahoo.co.id


ABSTRACT
The dimension of bus stops in Medan is very diverse, illustrating the absence of coordination from the government does not apply the standard for halt dimension in Medan City. Placement of Bus stops along vehicle routes must comply with applicable regulations, as determined by the road traffic service, and be used for their intended use. Because the state of the shelter is ignored, its presence is precisely the main cause of traffic congestion in the path where the bus stops. In addition, if the utilization is less than the maximum, then the existence of bus stops would be the cause of the destruction of the beauty of the city. The purpose and purpose of this study is To be able to determine the factors that cause the ineffectiveness of bus stops as a means to facilitate transportation activities and Expected to be input materials to improve the effectiveness of the use of bus stops so that the benefits of the existence of bus stops in the city of Medan can be achieved optimally.

Keywords: Bus Stop, Placement of Bus Stop, Medan Bus Stop Home.

ABSTRAK
Dimensi halte di Kota Medan sangat beragam, ini menggambarkan tidak adanya kordinasi dari pihak pemerintah tidak menerapkan standar untuk dimensi halte di Kota Medan. Penempatan halte disepanjang rute kendaraan harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, yang telah ditetapkan oleh dinas lalu lintas jalan raya, dan digunakan sesuai kegunaannya. Karena keadaan halte tersebut diabaikan, maka keberadaannya justru merupakan penyebab utama kemacetan lalu lintas di jalur tempat halte itu berada. Selain itu apabila pemanfaatannya kurang maksimal, maka keberadaan halte justru menjadi penyebab rusaknya keindahan kota. Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah Untuk dapat mengetahui faktor–faktor yang menjadi penyebab tidak efektifnya halte sebagai suatu sarana untuk memperlancar kegiatan transportasi dan Diharapkan dapat menjadi bahan masukan untuk meningkatkan efektifitas penggunaan halte sehingga manfaat dari keberadaan halte di Kota Medan dapat tercapai dengan optimal.

Kata Kunci : Halte, Penempatan Halte, Halte Kota Medan.





Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Perdede, Medan
Jl. DR. TD. Pardede No. 8, Medan 20153, Indonesia

isniarritonga@yahoo.co.id


Abstract
The Ahmad Yani Park is one city park in Medan city. The role of Ahmad Yani park  for the city of Medan is quite large. This park has an area of ​​15,200 m2. The Ahmad Yani Park is one of the park with a statue of heroes namely: Ahmad Yani. The discussion about Ahmad Yani park is more emphasis on the function and standard of the park. With regard to existing facilities in the park Ahmad whether it meets the standards and comfort.
The final result of the discussion of Ahmad Yani park itself will later on the re-design of Ahmad Yani park.

Keywords : Ahmad Yani Park, City park, Standard and comfort of the park


ABSTRAK
Taman Ahmad Yani adalah satu satu taman kota di Kota Medan. Peran taman Ahmad Yani ini sendiri bagi kota Medan cukup besar. Taman ini mempunyai luas sebesar 15.200 m2.  Taman Ahmad Yani ini merupakan salah satu taman dengan patung pahlawan yaitu : Ahmad Yani. Pembahasan mengenai taman Ahmad Yani ini sendiri lebih mengutamakan pada fungsi dan standar taman itu sendiri. Dengan memperhatikan fasilitas-fasilitas yang ada pada taman Ahmad apakah sudah memenuhi standar dan kenyamanan.
Hasil akhir dari pembahasan taman Ahmad Yani ini sendiri nantinya mengaju pada re-desain ulang taman Ahmad Yani.

Kata kunci : Taman Ahmad Yani Medan, Taman Kota, Standar dan Kenyamanan Taman



Geometri Jalan Tambang di PT Surya Teknik Anugerah
Job Site PT Insani Bara Perkasa
 Provinsi Kalimantan Timur

Nalom D. Marpaung

Dosen Fakultas Teknologi Mineral,
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan

ABSTRAK
Pengangkutan memegang peranan yang sangat penting dalam industri pertambangan. Kelancaran operasi pengangkutan tidak terlepas dari interaksi antara jalan dan alat angkut. Oleh karena itu di lakukan analisa terhadap geometri jalan yang menghubungkan front penambangan menuju disposal. Penelitian  dilakukan di 2 pit yaitu pit 2 dan pit TBS. Kondisi jalan di pit 2, lebar jalan satu lajur pada jalan lurus selebar 8,04 meter, sesuai standar jalan pada jalan lurus di pit 2 dibuat
lebar jalan menjadi 11 meter dan lebar jalan satu jalur pada jalan tikungan selebar 8,69 meter, sesuai standar jalan pada jalan tikungan di pit 2 lebar jalan dibuat menjadi 12 meter. Di pit TBS untuk lebar jalan satu jalur pada jalan lurus selebar 10,37 meter, sesuai standar  jalan pada jalan lurus di pit TBS, lebar jalan dibuat menjadi 19 meter dan lebar jalan satu jalur pada jalan tikungan selebar 12,52 meter, sesuai standar  jalan tikungan di pit TBS lebar jalan dibuat menjai 21 meter. Jari-jari tikungan minimum di pit 2 dan pit TBS sebesar 25 meter, untuk memenuhi standart jari-jari tikungan dibuat menjadi 47,4 meter. Superelevasi di pit 2 minimum -0,31 meter dan pit TBS minimum -0,53, tetapi superelevasi dengan kecepatan rencana yang diterapkan adalah 40 km/jam maka beda tinggi yang harus dibuat antara sisi dalam dan sisi luar tikungan adalah 0,27 meter atau 27 cm. Daya dukung tanah pada jalan angkut pit 2 sebesar 6000 lb/ft2, pada pit TBS sebesar 2000 lb/ft2. Beban maksimal yang melintas terhadap badan jalan 10.907,5 lb/ft2, untuk itu sangat perlu proses pemadatan jalan angkut yang lebih dengan menambah material keras untuk meningkatkan daya dukung jalan terhadap beban yang melintas. Tahanan gulir jalan sebesar 150 lb/ton dirubah menjadi 40lb/ton dengan kondisi jalan lebih keras dan permukaan lebih halus.

Kata Kunci : Overburden, Geometri, jalan.




Dosen DIII Desain Interior, Fakultas
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

liesbeth.aritonang@yahoo.com


Abstrak
Dari pengalaman pribadi penulis maka muncul ide untuk merencanakan sebuah sarana yakni sebuah toko penyedia bahan serta material yang khusus untuk pembuatan maket, baik maket Interior dengan skala besar maupun maket Arsitektur / Lansekap dengan skala kecil. Lokasi toko juga di tempatkan di dekat kampus Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, dan dari pengalaman penulis, bila sebuah toko dengan bahan / barang yang diperlukan pastilah akan dicari sampai ke gang sempit sekalipun. Penulis menambah permasalahan pada proyek ini, dimana toko ini selain menyediakan bahan material juga menyediakan jasa konsultasi serta pembuatan maket, yang pastilah akan diminati oleh para kontraktor atau pengusaha di bidang perumahan atau para arsitek dan desain interior, yang menjadi konsultan ataupun pengawas proyek.
Judul proyek ini adalah Analisa Toko Bahan Maket sebagai Sarana Penyedia Material serta Pembuatan Aksesoris untuk Maket di Kota Medan, dimana toko ini selain menyediakan bahan serta material untuk pembuatan maket, juga tersedia barang / benda yang sudah jadi, yakni furnitur serta aksesoris untuk rumah boneka dengan skala tertentu.

Keywords: Toko, display, pembuatan maket, workstation

Abstract
From experience when the writer was an interior designer student, there were times when many craft homeworks for her studies, so she have an idea to make a paperstore that not only sell paper or material for making miniatur model, buat there is also a place for making model or miniatur for interior spaces or lansecap architecture. The plan is of the location from the store near Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede campus, and by experience even the store is in a narrow alley, there will always a buyer who is searching for exclusive products, like in this store miniatur for model and mock up.
The theme of this proyect is Analizing Paper Store as a Place for Retail Material and Place for Making Miniatur in Medan, make a paperstore that not only sell paper or material for making miniatur model, buat there is also a place for making model or miniatur for interior spaces, lansecap architecture, even for doll house in various scala.

Keywords: Store, display, making modeling, workstation


STUDI TINJAUAN  ENERGI  ANGIN  SEBAGAI
SUMBER ENERGI TERBARUKAN


Ir. Janter Napitupulu, MT


Dosen Jurusan Teknik Elektro Universitas Darma Agung                      
Jl. DR. TD. Pardede No. 21 Medan


Abstrak
Energi angin merupakan salah satu bentuk energi yang berasal  dari akibat terjadinya pergeseran udara yang disebabkan pemanasan matahari. Oleh karena itu berat jenisnya berkurang dan naik ke atas. Proses ini menyebabkan pergeseran udara yang disebut angin. Angin dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik karena pada angin yang bertiup terdapat energi kinetik yang dapat diubah menjadi energi mekanik dengan bantuan kincir. Selanjutnya energi mekanik yang berupa putaran kincir angin digunakan untuk memutar rotor generator, membangkitkan tenaga listrik.
Energi angin yang dihasilkan oleh generator tergantung besarnya energi kinetik yang terdapat pada angin dan kincir angin yang digunakan serta besar generator angin tersebut.

Kata Kunci : Energi Kinetik, Pembebanan, Penguatan




Jurusan Teknik Pertambangan dan Geologi
Fakultas Teknologi Mineral, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede




ABSTRAK
Daerah penelitian memiliki tiga blok yang aktif berproduksi dari 10 blok yang ada. Yaitu blok A-H, Blok A-B dan blok A-C. Blok A-H ditempat penelitian memiliki luas 17,5 hektar. Berdasarkan hasil pemetaan geologi yang dilakukan di lokasi blok A-H seluas 17.5 Ha maupun di lokasi sekitarnya, dapat diketahui bahwa kemungkinan batubara di lokasi penelitian berada pada kedalaman yang dangkal, hal ini karena ditemukanya outcrop di dalam lokasi seluas 17.5 ha tersebut.
Secara garis besar keadaan topografi lokasi penelitian adalah daerah perbukitan dengan ketinggian  berkisar 350 – 700 meter dibawah permukaan laut. Cadangan batubara pada blok penelitian (A-H) data dari sekunder sebesar 2.439.332,88 Ton. Hasil dari perhitungan dilapangan dengan ketebalan batubara diperkirakan 12,5 meter melalui metode penampang cross section adalah 1.150.387,5 Ton. Letak kedalaman batubara blok penelitian berada dikedalaman 30 meter sampai dengan ³ 80 meter dari permukaan tanah. Arah penggalian pada bulan penelitian bergerak dari barat menuju arah timur. Kearah jurus sampai pada kedalaman batubara. Target operasi batubara bulan pada bulan penelitian pada blok A-H sebesar 28.000 ton dengan rencana kemajuan tambang sepanjang 93 meter, kedalaman penggalian sedalam 30 meter dan lebar sebesar 10 meter. Realisasi dilapanganke arah Strike pada nilai SR 8,87:1 hasil yang didapat alat gali-muat dan alat angkut hanya sebesar 27.507 ton dengan panjang penggalian sepanjang 91 meter, kedalaman pengalian 30 meter dan lebar 10 meter. Sedangkan pada arah down dip pada Nilai SR 7:1 hanya 16.269 Ton. Artinya bahwa pada kondisi batuabara yang miring, produksi maksimal akan dapat diperoleh ke arah strike dari pada ke arah down dip suatu lapisan batubara.

Kata Kunci :     Batubara, Model cadangan, Strike dan Dip, Produksi.



PENENTUAN JUMLAH LOKET KASIR (SERVER) YANG OPTIMAL PADA PT.FIF CABANG MEGAN


Omry Pangaribuan


Dosen Institut Sains Dan Teknologi TD Pardede Medan


Abstrac
PT FIF is one of the private general financing company which is a subsidiary of Astra Financial Service. The day-to-day operations activities undertaken by PT FIF include; Application of motorcycle loan, installment payment, insurance claim, taking certificate for registration of vehicle registration tax, and repayment of credit. Every cash-related transaction is done at the checkout counter. In line with the increasing demand for funds needed by the community these days, consumers / customers who perform financial transactions at the company's cash register every day, continue to increase. The problem that often happens is a customer who will make transactions, can not be served immediately but rather, have to queue up and wait in a relatively long time, just get the service. The occurrence of long queues is relatively long symptom that appears due to the lack of three units of cashier counters that exist today to accommodate the number of arrivals average customer relative increased. The purpose of this study is to know what should be the optimal number of cashier service (server) at PT FIF Branch Medan for the waiting time and service time is relatively balanced in the sense that it can meet the consumer / customer's preference to shorten waiting time without prejudice the company's preference for Minimize idle time. Data collection method is a direct observation of the object of research, then data research results are processed by statistical methods and queuing models The conclusion of research results are as follows: Pattern of arrival of customers or customers at the cashier service PT. FIF branch of Medan, is distributed Poison with average arrival speed of 10 customers per 15 minutes. Pattern of service time to customer or consumer at Counter Cashier service distribution exponential negative, with service time average is 215,98 second / customer. The optimal number of cashier service (server) in PT.FIF Branch Medan, is 5 (five) units. The system utility level at server service counter is 49.39% (rounded to 50%).

Keywords: Rows Queued



ANALISA PELANGGAN PADA PENANGANAN KEPUASAN PELANGGAN DI CV. PERDANA GRAPHIA


Rosmawati Pandia1) dan Jodis2)

1)Dosen  Teknik Industri, Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan
2) Mahasiswa Teknik Industri,  Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede Medan

rosmawatipandia@gmail.com

Abstract
It has been established a well principal corporate cencept on graphic to serve public under operation to a printing solution focusing on five quality dimensions of service. The topic as problem to this study is to determine the factor influencing quality of public service thoroughly and how to provide their satisfactorily as customer upon the printing service on inaugural grapic works. The objektitive of this research is to know what factrs atributed services as priority of service on printing works properly in order to improve customer’ satisfactory. In collecting the data, it has been arranged questionnaire previously according to activities routinely done under the printig work as introductorily. This research adopted servqual and under an Importance Performance Analysis (IPA) method as well as. The serv-qual method is a model of analysis to see imbalance between a hope to the experiences of taking any services. The importance performance analysis is usually adoted to know the attributes of services in four guadrants from the kartesius diagram as in this matter is priority group. Following done data processed in and by serv-qual analysis indicated that by all attribute services found a gaps between hope and to the quality performance in services of printing introductorily in graphic works, this showed that way of handling satisfactorily of customers not fulfilled yet as they responded with the highest gaps found on attribute in 8, so set it priority to improve. On IPA method under a kartesius diagram analysis indicated that found some points need to put priority for repairmen by primer graphic printing such as in implementing the service from attribute serce of (7,8,9,12), it there was not fulfilled yet as hoped or to side of customers demand due to the existance of attribute of services while it was assumed having so bad quality of services in performance. For it is in generally the rate of quality and then provider services to customer in just normal is not recommended anymore, so the quality of services on reliability dimension, and responsiveness dimension and empathy dimension as well as seemly do not provide the hope rate of quality to customer and make them also not satisfactorily.

Keywords : Quality, Customer, Satisfactorily

Abstraksi
Penetapan konsep pelayanan perusahaan Perdana Graphia Utama dikenal dengan nama “Solusi Cetakan” yang menekankan pada lima dimensi kualitas pelayanan. Permasalahan dalam penelitian ini membahas faktor apa saja yang mempengaruhi kualitas pelayanan pelanggan atas penanganan tingkat kepuasan pelanggan akan jasa pelayanan percetakan perdana graphia. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui factor-faktor mana dari atribut pelayanan yang menjadi prioritas jasa pelayanan percetakan dalam rangka meningkatkan kepuasan pelanggan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyusun kuesioner berdasarkan aktivitas yang terjadi dan berjalan dipercetakan perdana graphia. Metode yang digunakan adalah metode Servqual dan menerapkan metode Importance Performance Analysis (IPA). Metode Servqual merupakan model analisis kesenjangan antara harapan dengan pengalaman menikmati jasa pelayanan. Metode IPA digunakan untuk mengetahui atribut-atribut pelayanan di empat kuadran dari diagram kartesius yang merupakan kelompok prioritas. Dari hasil pengolahan dan dengan analisis servqual menunjukkan bahwa dari keseluruhan atribut pelayanan terdapat kesenjangan (gap) antara harapan dengan kinerja kualitas pelayanan percetakan perdana graphia, hal ini menunjukkan penangan kepuasan pelanggan belum memuaskan bagi pelanggan, dengan gap terbesar terdapat pada atribut ke-8, dijadikan prioritas untuk diperbaiki. Pada metode melalui analisis diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki  oleh percetakan perdana graphia antara lain dalam pelaksanaan pelayanan dari atribut pelayanan ( 7,8,9,12 ), belum sepenuhnya memenuhi harapan maupun kepentingan pelanggan disebabkan keberadaan atribut pelayanan tersebut dinilai memiliki kualitas pelayanan kinerja yang sangat rendah. Karena umumnya tingkat kualitas pelaksanaan pelayanan yang dirasakan pelanggan biasa dan cukup saja, belum sesuai dengan tingkat kepentingan dan harapan pelanggan sehingga kualitas pelayanan untuk dimensi realibility dan dimensi responsivveness berikut dimensi empathy belum mampu memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan bagi pelanggan.  

Kata Kunci : Kualitas, Pelanggan, Faktor Kepuasan