Kamis, 30 April 2015

ISSN 2356-0878 Vol.02, No.03, April 2015



ANALISA ASPEK-ASPEK PENILAIAN DALAM PENENTUAN KAWASAN PRIORITAS PENANGANAN PENATAAN LINGKUNGAN PERMUKIMAN DENGAN METODE AHP
(ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

Citra Mayasari

Program Studi Magister Teknik Sipil, Manajemen Proyek Konstruksi
Universitas Katolik Parahyangan

Abstrak
Beragamnya masalah lingkungan permukiman yang timbul di Indonesia terutama pada kawasan perkotaan seperti kepadatan, kekumuhan dan ketidakteraturanpermukiman disebabkan oleh berbagai faktor antara lain tingginya laju pertumbuhan penduduk, keterbelakangan dan kemiskinan serta terbatasnya ruang kota. Hal inilah yang menjadi dasar dilakukannya suatu penataan terhadap kawasan lingkungan permukiman untuk menciptakan kondisi lingkungan permukiman yang lebih baik, sehat,layak huni dan sesuai dengan pengaturan tata ruang kota.Mengingat terbatasnya dana pemerintah dan banyaknya kawasan yang membutuhkan penataan lingkungan permukiman serta tingginyaminat pemda dan masyarakat untuk merencanakan dan menata kembali kawasannya, maka perlu dilakukan penentuan kawasan prioritas yang akan menjadi kawasan utama penanganan penataan lingkungan permukiman nantinya agar penataan lingkungan permukiman tepat sasaran dan sesuai dengan yang diharapkan. Analisa ini dilakukan melalui kajian studi literatur dan survei kuesioner terhadap 10 responden yang ada kompetensinya terhadap topik yang dibahas. Metode yang digunakan dalam analisa ini adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP merupakan metode yang cukup representatif dalam membantu proses pengambilan keputusan yang diambil berdasarkan kriteria-kriteria yang teruji.
Elemen kriteria/aspek-aspek dalam penentuan kawasan prioritas terlebih dahulu disusun untuk selanjutnya diberikan pembobotan yang dikumpulkan dari seluruh responden. Hasil analisis aspek-aspek penilaian menunjukkan bahwa aspektingkat pendapatan masyarakat (mencerminkan jumlah warga miskin) menjadi kriteria/aspek terpenting penilaian (15,56%), dilanjutkan dengan fasilitas sarana dan prasarana lingkungan meliputi: jalan, air bersih, persampahan, sistem sanitasi dan ruang terbuka hijau (13,78%), tingkat kepadatan penduduk (13,33%), tingkat kepadatan penduduk (11,11%), peraturan/komitmen pemerintah yang mendukung pembangunan (10,89%), kesesuaian peruntukan hunian (10,67%), kesesuaian bentuk bangunan dan jenis bangunan (9,11%), tingkat pendidikan masyarakat penghuni (8,67%) dan yang menjadi kriteria/aspek terakhir adalah kegiatan masyarakat penghuni (6,89%).

Kata kunci: AHP, kawasan prioritas, penataan lingkungan permukiman


ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN TINGKAT KEPENTINGAN PENGHUNI TERHADAP KUALITAS HUNIAN
DI RUSUNAWA KOTA BEKASI

Edi Krisna Priambodo

Mahasiswa Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi,
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK
Rusunawa sebaiknya memenuhi standar dan kriteria layak huni agar tercipta keamanan dan kenyamanan penghuninya, misalnya dari sisi kesehatan, keamanan, cukup ruangan, dan cukup akses. Pembangunan rusunawa bisa dikatakan berhasil apabila penghuninya merasa puas tinggal di dalamnya dan bisa berkembang dalam meningkatkan kondisi sosial ekonominya. Tentu tidak mudah untuk mewujudkan Rusunawa dengan kriteria yang layak huni dan juga mendapatkan tingkat kepuasan yang tinggi dari penghuninya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan penghuni Rusunawa Bekasi Jaya Kota Bekasi. Kepuasan terhadap bangunan Rusunawa apakah cukup layak bagi penghuninya, kinerja pengelola dalam mempertahankan kualitas hunian agar tetap layak huni,  juga guna mengetahui kebutuhan dan harapan penghuni Rusunawa agar menjadi masukan untuk perbaikan dan peningkatan program Rusunawa selanjutnya yang dapat bermanfaat dan sesuai dengan apa yang diharapkan juga sangat dibutuhkan  bagi masyarakat dalam hal ini penghuni Rusunawa.
Hasil pengukuran korelasi tingkat kepuasan dan tingkat kepentingan penghuni terhadap kualitas hunian Rusunawa Bekasi dengan menggunakan analisis statistik korelasi Spearman Rank, didapat  koefisien p (rho) = 0,71. Dari tabel terlihat bahwa untuk responden (n)  sebanyak 43 pada taraf kesalahan 5% diperoleh angka 0,254 dan untuk 1% diperoleh angka 0,359. Hasil rho hitung ternyata lebih besar dari rho tabel baik taraf 5% maupun 1%. Hal ini berarti terdapat kesesuaian yang nyata/signifikan antara tingkat kepuasan dengan tingkat kepentingan kebutuhan penghuni. Pada penelitian ini mendapatkan hasil 42% menyatakan puas, 35% menyatakan cukup puas dan 23% menyatakan tidak puas. Hasil ini memberikan gambaran bahwa kualitas hunian yang terdapat di Rusunawa Bekasi pada dasarnya cukup baik. Mungkin di karenakan belum cukup lama usia dari bangunan Rusunawa tersebut.

Kata kunci – tingkat kepuasan, rusunawa, spearman rank


Pemilihan Lokasi Tempat Evakuasi Sementara (T.E.S.) Menggunakan Perpaduan Metode AHP Dan TOPSIS, Di Kabupaten Lombok Tengah

Medy Juliana

Program Magister Manajemen Proyek Konstruksi, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Abstrak
                Indonesia mempunyai potensi rawan bencana yang cukup tinggi  sepanjang waktu. Daerah pada Zona B (meliputi Busur Sunda yang terdiri dari Pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa dan Sumba), mempunyai kontribusi kejadian tsunami terhadap seluruh Indonesia sebesar 10,09%. Berdasarkan permasalahan diatas, maka pemerintah bermaksud untuk melakukan tindakan penanggulangan bencana tsunami, dengan mendirikan bangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES) di Kabupaten Lombok Tengah. Namun persoalan berikutnya adalah, bagaimana menentukan lokasi TES yang tepat, agar bangunan TES tersebut dapat bermanfaat seluas-luasnya bagi masyarakat banyak. Penelitian ini akan mengkaji tentang penerapan metode MCDM (Multiple Criteria Decision Making) dalam pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) yang berdasarkan pada beberapa kriteria, dengan menggunakan perpaduan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan TOPSIS (Technique For Orders Reference by Similaruty to Ideal Solution). Tujuan penelitian  ini adalah untuk mengetahui peringkat faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES), dan melakukan pemilihan lokasi TES dengan menggunakan metode yang bersifat ilmiah. Berdasarkan hasil pemeringkatan dari tiga alternatif lokasi diperoleh hasil bahwa lokasi 1 merupakan alternatif yang terbaik untuk dipilih. Hal ini dikarenakan para responden menyatakan bahwa jarak optimal dari bibir pantai merupakan kriteria yang paling berpengaruh dalam menentukan lokasi TES. Dalam penelitian ini data kriteria yang dikaji dalam pemilihan lokasi TES masih sangat terbatas.Untuk itu, diharapkan penelitian ini dapat membuka pemikiran terhadap pengembangan penelitian lanjutan lain yang masih mengandung keterkaitan dengan permasalahan ini. Dengan demikian, proses pemilihan lokasi Tempat Evakuasi Sementara (TES) dapat dilakukan dengan metode dan kriteria yang lebih mendetail.

Keywords : Tsunami, Tempat Evakuasi Sementara (TES), AHP, TOPSIS.


KAJIAN TINGKAT KEPENTINGAN-KEPUASAN PENGHUNI RUSUNAWA ITB JATINANGOR-SUMEDANG
DENGAN METODE IPA
  
Rudi Eko Setiadi
  
Mahasiswa Magister Teknik Ssipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi
Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK

Untuk dapat mengetahui tingkat kepuasan pelanggan pada Rusunawa ITB Jatinangor, perlu diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan, maka diperlukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan agar dapat mewujutkan mutu rusunawa yang baik.
Penelitian dilaksanakan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Data yang didapat dianalisis dengan Importance Performance Analysis untuk mendapatkan informasi tentang tingkat kepuasan pelanggan terhadap suatu pelayanan dengan cara mengukur tingkat kepentingan serta kepuasannya.Lima indikator dalam rusunawa yang mendapat tingkat kepentingan tertinggi adalah ketersediaan air bersih, ventilasi udara, ketersedian listrik, ketersediaan sanitasi, keamanan dan keselamatan penggunaan tangga darurat. Lima indikator dalam rusunawa yang mendapat tingkat kepuasan tertinggi adalah ketersediaan pakir bersama, ketersedian listrik, dan ketersedian tempat peribatan, lantai, dan ketersediaan air bersih.Hasil klasifikasi indikator dengan IPA sesuai dengan indikator-indikator yang berada pada kuadran I (tingkat kepentingan tinggi tetapi tingkat kepuasan rendah) adalah indikator yang harus menjadi prioritas utama untuk diperbaiki, yaitu : pencahayaan ruangan, ventilasi udara, pelayanan perawatan gedung (garansi), keselamatan jalur evakuasi bencana, angkutan umum di lokasi rusunawa, jarak rusunawa ke tempat aktifitas, rumah sakit, dan pasar/swalayan.CSI sebesar 72% yang berarti penghuni rusunawa ITB Jatinangor dapat dikatakan puas dengan kondisi rusun.

Kata Kunci :tingkat kepentingan-kepuasan penghuni rusunuwa, IPA, CSI.


KENDALA-KENDALA DALAM MENERAPKAN GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN GEDUNG DI KOTA MEDAN

Asri Afriliany Surbakti

Jurusan Teknik Sipil – Universitas Katolik Parahyangan Bandung

ABSTRAK
                Berita mengenai pemanasan global telah menjadi berita yang mendunia saat ini. Kenaikan suhu rata-rata dari bumi yang mengakibatkan pemanasan global. Dimana peningkatan suhu rata-rata bumi salah satunya berasal dari industri konstruksi. Untuk menangani peningkatan suhu bumi yang diakibatkan oleh industri konstruksi yang semakin berkembang, maka diterapkan prinsip konstruksi berkelanjutan yang disebut dengan green construction. Walaupun penerapan green construction berdampak positif bagi lingkungan, namun masih jarang green construction diterapkan pada proyek konstruksi, termasuk proyek bangunan gedung tinggi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui apa yang menjadi kendala kontraktor sehingga green construction belum sepenuhnya diterapkan di Kota Medan. Penulis menemukan delapan kendala-kendala umum yang terjadi dalam menerapkan green construction dari berbagai sumber. Dengan metode pengolahan data menggunakan statistik untuk mengetahui nilai rata-rata dan varians dari kendala-kendala untuk menerapkan green construction, yang kemudian dibuat ranking untuk setiap kendala tersebut, maka ditemukanlah kendala yang paling besar adalah kurangnya sosialisasi mengenai penerapan green construction.

KATA KUNCI:  Green construction, kendala-kendala green construction, pemanasan global, bangunan tingkat tinggi

ABSTRACT
            News about global warming has become a global news at the present time. The increase in the average temperature of the earth causes global warming. One of increases in the average temperature of the earth comes from the construction industry. To deal with the increase in temperature of the earth caused by the incresed of construction industry is by applying  the principles of sustainable construction which is called it as green construction. Although the application of green construction has positive impact on the environment, but still rarely applied to the construction project,  including high building level. This study was aimed to find out the obstacles faced by contractor causing  green construction has not been fully implemented in Medan  city. The writer found eight common obstacles that occurred in implementing green construction from various sources. By data  processing using statistical methods to determine the average value and variances of the obstacles to implement  green construction, which then by making the ranking for each of these obstables, it was found that the biggest obstacle was the lack of socialization regarding the application of green construction.

Key Words: Green Construction, obstacles in green construction,  global  warming, high rise building.


ANALISA PEMILIHAN KONSTRUKSI PERKERASAN JALAN LINGKUNGAN PROGRAM PNPM MANDIRI PERKOTAAN
  
Eko Priyo Prastyo

Mahasiswa Magister Teknik Sipil, Konsentrasi Manajemen Proyek Konstruksi,
Program Pasca Sarjana Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

ABSTRAK
Kegiatan pembangunan infrastruktur pada program PNPM-Mandiri Perkotaan didasari oleh bentuk partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan penganggaran kegiatan pembangunan, yang mana aktivitasnya lebih tepat guna dan efisien. Pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu pilihan dari masyarakat penerima program, hal ini dikarenakan infrastruktur jalan dianggap dapat membantu perubahan bagi kehidupan sosial serta perekonomian warga. Didasari oleh hal inilah maka diperlukan sebuah solusi untuk membantu pemerintah melalui program PNPM Mandiri Perkotaan dalam menentukan jenis perkerasan jalan yang tepat guna dan efesien.
Pada umumnya konstruksi perkerasan jalan ada tiga jenis, yaitu perkerasan jalan aspal, beton, dan conblock. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menentukan jenis perkerasan jalan lingkungan yang akan digunakan dengan menggunakan kriteria yang didapat. Untuk menentukan urutan prioritas, digunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Adapun kriteria-kriteria yang berpengaruh dalam penentuan urutan prioritas jenis konstruksi perkerasan jalan lingkungan adalah kriteria biaya, daya tahan, kemudahan, dan kenyamanan. Urutan prioritas ditentukan berdasarkan jumlah bobot gabungan hasil pembobotan, kriteria, sub kriteria dan alternatif keputusan dalam pemilihan jenis perkerasan jalan lingkungan.
                Berdasarkan metode AHP maka urutan prioritas dalam penentuan jenis konstruksi perkerasan jalan lingkungan Program PNPM Mandiri Perkotaan dari bobot yang tertinggi sampai bobot yang terendah, yaitu konstruksi perkerasan jalan aspal dengan bobot 0,164 dengan urutan pertama, urutan kedua konstruksi perkerasan jalan beton dengan bobot 0,128, dan untuk urutan ketiga konstruksi perkerasan jalan conblock dengan bobot 0,090.

Kata Kunci        : Pemilihan perkerasan jalan lingkungan, Analytical Hierarchy Process (AHP), Urutan prioritas.

Kajian Intrusi Air Laut pada Akuifer Air Tanah di Daerah Belawan

Delima Panjaitan1 dan Johannes Tarigan2 Abdul Rauf3 Esther Sorta Mauli Nababan4

1Mahasiswa Program Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan SPs
Universitas Sumatera Utara
2Guru Besar Program Doktor Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara  
3Guru Besar Program Doktor Fakultas Pertanian Sumatera Utara
4Dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara
  
Abstrak
Akhir-akhir ini penggunaan air tanah semakin meningkat, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Peningkatan pemanfaatan air tanah yang berlebihan dapat mengakibatkan terjadinya intrusi air laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Penyebaran intrusi air laut dan faktor-faktor  yang mempengaruhi terjadinya intrusi air laut di daerah penelitian.
Pengambilan sample dilakukan dengan purposive sampling sebanyak 20 sampel air sumur, kemudian dilakukan analisis kimia terhadap sampel tersebut yang mencakup parameter Cl-, HCO3 CO3= dan DHL. Metode yang digunakan untuk menentukan tingkat intrusi air laut adalah metode “Chlorida Bicarbonat Ratio”. Sedangkan untuk menentukan klassifikasi jenis air dilakukan berdasarkan konsentrasi Chlorida dan daya hantar listri (DHL). Pengumpulan Data  dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa air yang terdapat pada akuifer dalam  merupakan jenis air tanah yang diklassifikasikan sebagai air tanah tawar atau  belum dipengaruhi oleh air laut. Untuk air tanah pada akuifer dangkal diklasifikasikan sebagai jenis air payau dan sudah  terintrusi air laut. Di daerah peneilitian faktor yang mempengaruhi intrusi air laut berdasarkan analisis overlay peta adalah faktor geologi, jarak dari garis pantai, kepadatan penduduk dan penggunaan lahan.

Kata kunci :  air tanah, akifer, intrusi air laut.
KAJIAN TEKNIS GEOMETRI JALAN ANGKUT BATUBARA
PADA TAMBANG  BATUBARA DI PT. TAMBANG BUKIT TAMBI
JOB SITE PADANG KELAPO KECAMATAN MARO SEBO ULU KABUPATEN BATANGHARI
PROVINSI JAMBI

Saloom Hilton Siahaan, ST, MT

Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D Pardede

Kegiatan pengangkutan batubara dari lokasi penambangan (pit) ke Stockpile PT. Tambang Bukit Tambi menggunakan Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES dengan jarak angkut 4.618 meter. Operasi pengangkutan memegang peranan yang sangat penting. Keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan tidak pernah lepas dari interaksi antara jalan angkut dan alat angkut itu sendiri. Geometri jalan angkut batubara yang menghubungkan lokasi penambangan (Pit) menuju stockpile PT. Tambang Bukit Tambi belum memenuhi syarat jalan angkut tambang yang baik. Oleh karena itu di lakukan pengkajian terhadap geometri jalan angkut batubara dan perawatan saluran penirisan di tepi jalan angkut batubara yang menghubungkan lokasi penambangan (Pit) menuju stockpile PT. Tambang Bukit Tambi untuk keamanan dan kelancaran operasi pengangkutan.
Spesifikasi alat angkut terlebar yaitu Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES dengan lebar 2.49 meter diperoleh lebar jalan angkut minimum untuk dua jalur pada jalan lurus yaitu 9 meter dan pada jalan tikungan yaitu 15 meter. Superelevasi atau kemiringan pada tikungan adalah 0,60 m. Cross slope sebesar 18 cm. Grade jalan yang mampu di atasi oleh Dump Truck Nissan CWM 330 SERIES sebesar  11,883 %. Daya dukung tanah pada jalan angkut batubara 6.000 lb/ft2 yaitu lempung pasiran, sementara beban maksimal yang melintas terhadap badan jalan 16.000 lb/ft2, untuk itu sangat perlu proses pemadatan jalan angkut yang lebih dan menambah material keras untuk meningkatkan daya dukung tanah terhadap beban yang melintas terhadapnya. Tahanan gulir setelah dilakukan perawatan jalan berdasarkan tabel 3.11 sebesar 65 lb/ton yaitu kuat dengan permukaan fleksibel, terawat baik.
Klasifikasi jalan berdasarkan kondisi jalan dapat dikelompokkan sebagai jalan kolektor yaitu jalan yang melayani angkutan pengumpulan dan pembagian dengan ciri-ciri merupakan perjalanan jarak dekat dengan kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk dibatasi. Data curah hujan dari bulan 1 sampai bulan 9 tahun 2014 dengan curah hujan rata-rata 220.55 mm dan hari hujan 9 hari.

Kata Kunci : Kajian Teknis Geometri Jalan Angkut Batubara.


PEMILIHAN MAHASISWA BERPRESTASI MENGGUNAKAN
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Indra Kelana Jaya

Dosen Manajemen Informatika ISTP
  
ABSTRAK
Pemilihan Mahasiswa Berprestasi merujuk pada kinerja individu mahasiswa memenuhi kriteria pemilihan dengan menggunakan beberapa macam unsur. Penilaian mencakup unsur prestasi akademik (Indeks Prestasi Kumulatif-IPK), karya tulis ilmiah, kegiatan ko dan ekstrakurikuler, kemampuan berbahasa Inggris, dan kepribadian. Pemilihan mahasiswa berprestasi yang layak akan mendapatkan fasilitas beasiswa dalam skripsi ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP adalah metode penentuan bobot berpasangan dari setiap kriteria-kriteria. Metode AHP ini menggunakan skala prioritas, untuk menyelesaikan pemilihan mahasiswa berprestasi dalam mendapatkan fasilitas beasiswa. Program yang dibuat dalam skripsi ini dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan.

Kata Kunci : analytical hierarchy process, sistem pendukung keputusan, skala prioritas, bobot berpasangan


TINJAUAN BAHAN KAYU PADA LANTAI KAMAR MANDI
DI HOTEL BUTIK GEULIS BANDUNG

Liesbeth Aritonang


Dosen Tetap DIII Desain Interior,
Institut Sains dan Teknologi TD.Pardede, Medan

ABSTRAK

Bahan kayu merupakan bahan alami yang dapat dengan mudah dibentuk sesuai keinginan, memiliki tekstur unik, akan tetapi kekuatan bahan terbatas. Bahan kayu sangat tergantung pada proses pengeringan, selain usia asal pohon itu sendiri, pengaruh lingkungan geografis, sampai tingkat kelembaban suarut ruangan. Penggunaan bahan kayu pada konstruksi bangunan semakin jarang ditemukan, tetapi pada penelitian ini bahan kayu dalam bentuk parquet ditemukan sebagai penutup lantai kamar mandi kering, yang ditemukan pada Hotel Butik dan Kafe Geulis di jalan Ir. H. Juanda 129, Dago, Bandung yang bertemakan Victorian style. Pada penulisan ini akan diuraikan keunikan bahan kayu itu sendiri, khususnya pada perancangan Desain Interior suatu ruangan, akan tetapi untung rugi bila peletakkan kurang tepat, sehingga akan menimbulkan masalah yang perlu diperhatikan, baik secara umum pada penggunaan bahan kayu di ruangan yang memiliki tingkat kelembaban tinggi serta perhatian akan maintenance yang tinggi oleh pihak pengelola Hotel Butik Geulis.


Kerwords: bahan kayu, parquet, kamar mandi, kamar mandi kering, Victorian stye, kelembaban tinggi.


PENYUSUNAN MODEL KOMPETENSI UNTUK PELAKSANA JABATAN
PADA PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

Indira Ruth Septarini

Dosen Manajemen Informatika ISTP

Pendekatan pengelolaan SDM klasik yang mengukur kemampuan dan pengetahuan akademis pekerja terbukti tidak dapat memprediksi performansi kerja seseorang dan seringkali bias pada perbedaan jenis kelamin, suku maupun strata sosial-ekonomi. Salah satu metode yang digunakan dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah sistem pengelolaan sumber daya manusia berbasis kompetensi. Metode atau pendekatan kompetensi ini dapat mengurangi kelemahan-kelemahan dan bias yang terjadi pada pendekatan sumber daya manusia klasik. Dalam penelitian ini disusun model kompetensi jabatan untuk jabatan manajerial di PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara karena manajer merupakan decision maker dan leader serta motivator perusahaan. Penyusunan model kompentensi ditujukan untuk lima jabatan yaitu manager keuangan, teknik, niaga, perencanaan, dan SDM dengan menggunakan variabel yang mengacu kepada kompetensi Spencer & Spencer. Pengolahan data dilakukan dengan uji validitas, uji reliabilitas, pengurutan dan pengelompokan data, verifikasi dan penentuan level kompentensi dan pengembangan model kompetensi. Model kompetensi jabatan ini diharapkan dapat lebih memotivasi karyawan dalam peningkatan kinerjanya.

Kata Kunci : kompetensi, spencer & spencer, kinerja, model kompetensi

Selasa, 31 Maret 2015

ISSN 2356-0878 Vol 02, No 02, Maret 2015



OPTIMALISASI ALAT PENUNJANG TAMBANG TRACK
STACKLE DALAM UPAYA PEMBERSIHAN TUMPAHAN
BATUBARA DAN OVERBURDEN DARI BELT CONVEYOR DI
TAMBANG AIR LAYA PT. BUKIT ASAM (PERSERO) Tbk.
TANJUNG ENIM SUMATERA SELATAN

Saloom Hilton Siahaan, ST, MT

Dosen Teknik Pertambangan
Institut Sains Dan Teknologi T.D. Pardede
Medan

ABSTRAK

Areal Tambang Air Laya PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Unit Penambangan Tanjung Enim berlokasi di Kecamatan Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Propinsi Sumatera Selatan. Sistem penambangan menggunakan tambang terbuka dengan metode BWE System.
Peralatan mekanis yang digunakan u ntuk pembersihan tumpahan material terdiri dari 4 unit Track Stackle Komatsu PC 100 F. Waktu kerja yang disediakan sebesar 21 jam/hari dengan 2 shift kerja.
Berdasarkan data yang didapat dari perusahaan, batubara dan overburden yang tertumpah dari belt conveyor bulan Agustus 2010 sebesar 77.490 bcm dan kemampuan produksi empat unit track stackle sebesar 44.312 bcm/bulan. Dari hasil pengamatan data tersebut maka batubara dan overburden yang tertumpah akibat belt conveyor di jalur penambangan belum dapat terimbangi oleh kemampuan produksi empat unit track stackle. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi alat mekanis agar kemampuan produksi alat dapat meningkat dan kerja alat lebih optimal .
Penyelesaian yang diupayakan adalah dengan melakukan kajian t eknis terhadap alat mekanis yang digunakan, diantaranya dengan mengoptimalkam waktu kerja efektif , sehingga material yang tertumpah dapat terimbangi oleh track stackle.
Upaya optimalisasi produksi dilakukan dengan meningkatkan waktu kerja efektif dengan cara mengurangi waktu-waktu hambatan yang terjadi pada kegiatan pengupasan lapisan tanah penutup. Pengurangan terhadap waktu -waktu hambatan secara langsung akan meningkatkan waktu kerja efektif dari peralatan mekanis.
Waktu kerja track stackle meningkat dari 15,26 jam/hari menjadi 15,96 jam/hari
dengan efisiensi kerja alat meningkat dari 72,66 %, menjadi 76,03 %. Produksi yang
dihasilkan sebesar 46.358 bcm/bulan tetapi batubara dan overburden yang tumpah
dari belt conveyor masih belum terimbangi.
Upaya berikutnya yaitu menghilangkan muatan material yang terjatuh pada saat alat bekerja. Produksi tiap alat meningkat dari 11.078 bcm/bulan menjadi sebesar 19.373 bcm/bulan. Total produksi yang dihasilkan meningkat dari sebesar 46.358 bcm/bulan menjadi 77.357 bcm/bulan, material yang tumpah dari belt conveyor sudah terimbangi namun kurang optimal karena terjadi kelebihan alat.
Upaya yang optimalisasi yang terakhir dilakukan adalah pengurangan jumlah alat. Track stackle dikurangi 1 unit dari 4 unit menjadi 3 unit dengan penempatan sebanyak 2 unit di conveyor excavating dan 1 unit di conveyor shunting.Kemampuan produksi track stackle tetap dapat mengimbangi tumpahan batubara dan overburden yang tumpah dari belt conveyor tanpa ada kelebihan alat.

Kata Kunci : Alat Penunjang Tambang Track Stackle



  
Jurusan Arsitektur, Institut Sains dan Teknologi TD. Pardede, Medan
Jl. Dr. TD.Pardede No.8, Kampus ISTP, Medan 20153, Indonesia

Abstrak
                Perancangan Arsitektur selalu berusaha menyediakan bangunan dengan kinerja (efisensi dan efektivitas) yang memiliki kenyamanan secara fisik bagi pelaksanaan aktivitas. Kemampuan dalam mengakomodasi pelaksanaan aktivitas merupakan salah satu aspek fungsional bangunan. Namun pada akhirnya ketika bangunan yang direncanakan dihuni, perkembangan sering terjadi pada aspek fungsional. Hal ini menjadi tantangan bagi bangunan dalam mempertahankan kinerjanya. Pelaksanaan evaluasi kinerja pasca bangunan digunakan menjadi perlu dilakukan agar dapat mengevaluasi kinerja bangunan. Evaluasi kinerja bangunan diharapkan mampu memperoleh hasil yang optimal dalam mengakomodasi kegiatan.

Kata Kunci: Arsitektur/Aspek Fungsional/ Evaluasi Kinerja.
  
Abstract
Architectural Design always strive to provide the building with the performance (efficiency and effectiveness) which has a physical comfort for the implementation of activities. The ability to accommodate the implementation of the activity is one of the functional aspects of the building. But in the end when the planned buildings inhabited, development often occurs in functional aspects. It is a challenge to maintain the building in its performance. Implementation evaluation on post occupancy be necessary in order to evaluate the performance of the building. Performance evaluation of the building is expected to produce optimal results in accommodating activity.

Keywords: Architecture/ Functional Aspects/ Performance Evaluation


PERANCANGAN APLIKASI PENGHITUNGAN SEPEDA MOTOR SECARA OTOMATIS MENGGUNAKAN MIKROKONTROLER DENGAN BAHASA C

Novriyenni, M.Kom., Drs. Hermansyah Sembiring, M.Kom.

STMIK KAPUTAMA BINJAI

ABSTRACT
In the modern industrial world, the process of counting vehicles ranging rare human effort. All processing is done by the engine and robots and humans only act as supervisor vehicles. In order to support the implementation of vehicles in public places, particularly the parking area, it is a technology-based system is a major requirement given the task of the future is supposedly able to provide services. Parking place that is safe, comfortable, and has a certain capacity that is now being masyarakat.Guna realize the demands of the system, at this time it is very possible with the rapid development of information technology is also supported by human resources in Indonesia in the mastery of information technology.Automatic calculation is one way to facilitate human to do a job, for example, in calculating the amount of motorcycles, officers no longer do it by hand or by means of mutilation, which is vulnerable to neglect and requires a relatively long time.With the application of the system that is designed to overcome these problems the author, the author offers a new application using a microcontroller with the programming language C. with the new application is expected to help the problems above.

Key words: Motorcycles,Microcontroller, Proximity Sensor.


Proyeksi (Forecast) Penjualan Barang Elektronik dan Hubungan Potongan Harga dengan Menggunakan Metode PairedSampleT-Test pada
CV. Riza Wijaya

Wahyu Sugeng Imam Soeparno, SE., M.Si

ABSTRAK
            CV. Riza Wijaya adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang jual beli barang elektronik secara eceran. Selama ini penjualan barang elektronik pada CV. Riza Wijaya sudah berjalan dengan baik karena secara garis besar mengalami kenaikan. Namun untuk mengurangi resiko dan ketidakpastian di masa yang akan datang, manajemen perlu melakukan proyeksi atau peramalan, atau yang biasa juga disebut dengan forecast. Dengan adanya forecast tersebut maka manajemen tersebut dapat menggunakannya sebagai dasar untuk menentukan rencana-rencana operasioanal yang akan ditentukan kemudian.
                Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan penulis dengan menggunakan metode dekomposisi, yakni metode least squared dalam meramalkan tingkat penjualan barang elektronik secara kredit (TV, AC, Mesin Cuci) pada CV. Riza Wijaya, maka dapat diambil kesimpulan bahwa prediksi hasil penjualan dari ketiga barang elektronik tersebut mengalami kenaikan/peningkatan. Namun potongan harga yang diberikan kepada customer (pelanggan) tidaklah terlalu berpengaruh terhadap volume penjualan. Karena jumlah produk terjual dengan potongan harga dan tanpa potongan harga adalah sama atau tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya.

Kata Kunci: Forecasting, SPSS, Paired Sample T-Test

ABSTRACT
            CV. RizaWijayaisacompanythat specializes inbuying and sellingelectronicgoodsat retail. So farsales ofelectronic goodson theCV. RizaWijayahas been running wellsincelargelyincreased. However, to reducethe riskanduncertaintyin thefuture, the managementneeds to doprojectionsorforecasts,or commonlyalso calledtheforecast. Giventheforecast, the management can beusedas a basisfor determining operasioanal plans which will be determined later.
                Based on the resultsof researchanddata processingperformedbythe authorsusing thedecompositionmethod, theleastsquaredmethodin predictingthe level ofsales ofelectronic goodson credit(TV, AC, Washing Machine) on theCV. RizaWijaya, it can be concludedthat theforecastsalesofelectronic goodssuchthirdincrease/improvement. But thediscounts offeredto customers(subscribers) are notsignificantly affect thesalesvolume. Due tothe number of productssoldat a discountandwithoutdiscountisequalto nosignificant difference between the two.

Keywords: Forecasting, SPSS, Paired SampleT-Test


DATA MINING MEMPREDIKSI PENGGUNAAN AIR MENGGUNAKAN
METODE BACKPROPAGATION
(STUDI KASUS PADA PDAM TIRTASARI BINJAI)

Yani Maulita M.Kom

Program Studi Sistem Informasi, STMIK Kaputama, Binjai, 20714, Indonesia

Abstrak
Kebutuhan manusia terhadap air tentu sangat tergantung dari sistem penyediaan air bersih yang dikelola PDAM, artinya PDAM memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Produksi air bersih berkaitan dengan aspek teknik, yaitu kapasitas produksi terpasang dan kapasitas produksi terpakai. Dimana produksi air bersih tidak akan melebihi dari kapasitas produksi terpasang. Sedangkan kapasitas produksi terpakai menunjukkan besarnya pemakaian produksi air bersih. Backpropagation adalah metode penurunan gradien untuk meminimalkan kuadrat error keluaran. Ada tiga tahap yang harus dilakukan dalam pelatihan jaringan yaitu tahap perambatan maju (forward propagation), tahap perambatan balik, dan tahap perubahan bobot dan bias. Sehingga dapat dilihat  beban penggunaan air pelanggan yang lebih konvergen adalah pada kecamatan Binjai Utara dan Binjai Timur dengan beban penggunaan tertinggi 4B (Industri Besar) 92 M3 dan 2F (Ins. Pemerintah/ABRI) 54 M3.

Kata Kunci :  Data Mining, Backpropagation, Penggunaan air.

Abstract
Human needs for water of course highly dependent on the water supply system managed taps, taps means plays an important role in meeting the needs of clean water. Production of clean water with regard to technical aspects, the installed production capacity and production capacity unused. Where the production of clean water will not exceed the production capacity installed. While the unused production capacity indicates the amount of clean water production usage. Backpropagation is a gradient method to minimize the quadratic reduction in the error output. There are three steps that must be done in the training phase propagation network is forward (forward propagation), back propagation phase, and phase changes in the weights and biases. So it can be seen that the burden of customer water usage is more convergent in the districts Binjai Binjai North and East with the highest usage load 4B (Large) 92 M3 and 2F (Ins. Government / Armed Forces) 54 M3.


Keywords : Data Mining, Backpropagation, use of water.

SISTEM INFORMASI PELAYANAN MASYARAKAT
PADA KANTOR KELURAHAHAN LALANG
MEDAN

Nurhayati

Dosen, Sekretaris Prodi Teknik Informasi (S1) STMIK KAPUTAMA BINJAI

ABSTRAK
                Masyarakat adalah sekelompok manusia dalam arti seluas-luasnya dan terikat oleh suatu kebudayaan yang mereka anggap sama. Dalam menjalankan hidupnya didalam pemerintahan, masyarakat harus memiliki kartu identitas yang mendeskripsikan dirinya. Selain itu masyarakat juga memiliki kepentingan lain dalam hidupnya yang berhubungan dengan urusan pemerintah. Dikantor Kelurahan Lalang terutama bagian pelayanan masyarakat untuk memperoleh kartu identitas dan melayani kepentingannya masyarakat, mereka tidak dapat memperolehnya dengan sendirinya, seperti  pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP),  pembuatan Kartu Keluarga dan pembuatan Surat Keterangan dan lain sebagainya, hanya menggunakan sistem informasi yang manual, dengan banyaknya urusan yang harus diselesaikan, sehingga pelayanan masyarakat dalam hal ini menjadi tidak efektif dan tidak efisien. Melihat permasalahan tersebut, maka penulis berniat untuk merancang sebuah sistem informasi yang berbasis komputer yang dapat mengolah data secara cepat, tepat dan akurat. Dengan adanya sistem yang dirancang, diharapkan akan dapat membantu kegiatan operasional. Oleh sebab itu penulis mengambil judul  Skripsi “Sistem Informasi Pelayanan Masyarakat Pada Kantor Kelurahan Lalang Medan “.

Kata Kunci : Flowchart, DFD, Database Visual Basic 6.0



KAJIAN TENTANG PERLUNYA DILAKUKAN PENATAAN
ULANG KEMBALI PROSES PEMBELAJARAN
DI PERGURUAN TINGGI
  
Drs.Alimin Purba, M.Pd.

Dosen Kop. Wil. I Dpk FKIP – Universitas Darma Agung, Medan

Abstrak

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa  yang telah member rachmat dan petunjukNya kepada penulis, sehingga dapat menyelesaikan tulisan ini. Dalam penulisan karya ilmiah ini penulis  mendapatkan banyak bantuan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan banyak  terimakasih atas masukan dan saran yang telah diberikan.
                Penulis menyadari bahwa  karya ilmiah ini belum sempurna, masih banyak bagian yang membutuhkan penyempurnaan. Oleh sebab itu saran yang konstruktif penulis harapkan sebagai masukan yang berharga untuk memperbaiki tulisan ini selanjutnya dengan hasil yang lebih baik.
                Terlepas dari kekurangan karya ilmiah ini, penulis tetap berharap tulisan ini dapat memberi manfaat kepada para pembaca. Bagi para penulis lain yang ingin menulis masalah ini baik dari aspek yang sama maupun yang berbeda semoga dapat mengambil manfaat dari tulisan ini.


ANALISIS PENGARUH BAURAN PEMASARAN TERHADAP KEPUTUSAN NASABAH MEMBELI JASA ASURANSI AXA
KANTOR AGENSI MEDAN
  
Chainar Elliria, SH, SE, MM

Dosen, Universitas Darma Agung, Medan

ABSTRACT

                Analysis of Influence Marketing Mix Customer Buying Decision Against AXA insurance Services Office Agency Medan. Many factors affect the decision of consumer behaviour in the purchase of goods and services Consumers in the purchase decision will reflect responses to marketing stimuli were visible from the responses of the various forms or container product, price, promotion, and other gifts This greatly helps marketing managers in pricing, distribution designing, implementing diversification and product development as well as how to implement proper promotion
                The problem is formulated based on the phenomenon that is raised in this study is how the marketing mix of insurance services performed by PT AXA?, How is the consumer ‘s decision to purchase insurance products of PT . AXA? Is marketing mix simultaneously and partially influence the customer’s decision to buy the product Axa Insurance services ?, The purpose of the study was to determine how the marketing mix of insurance services performed by PT AXA, to determine how the consumer decision to purchase insurance products of PT AXA to determine whether the marketing mix variables simultaneously and partially influence the customer’s decision to buy AXA Insurance Product Services
                Universe in this study is a customer AXA Agency Office Medan City who entered during August - November 2013, amounting to 1085 customers The sampling technique used is the technique accidental if the research will be carried out by multivariate analysis (correlation or multiple regression), the number of sample members at least 10 times the number of variables studied ( free plus bound ) the number of samples in this study were 50 respondents . The variable in this study is the independent variable: namely Personal Selling X1 , X2, namely Ad, X3 is the product, X4 is the process the dependent variable / Y ie Purchasing Decisions
                The findings obtained by the influence of marketing mix over the customer’s decision to buy the product Axa simultaneously ( F test ) was significantly affected by the F - count (90 992)> F - table and sig - p (0.000) > 0.05 , and the partial (t test) is significantly affected by variables X1 (personal selling) has a value oft-test = 2.388> t - table value = 1.68, X2 (ad) has a value oft-test = 3.375 >1 - table value = 1.68 variable X3 ( product) t - count = 2080> t - table value = 1.68, variable X4 (process) has a value oft-test = 2.110> t - table value = 1.68 . This means that the hypothesis is accepted . Deteminasi coefficient ( R) = 0.890, meaning that the influence of the marketing mix for the decision to buy is at 89 % . While the remaining 11 % were influenced by other factors not examined.

ABSTRAK

                Analisis Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Nasabah Membeli Jasa Asuransi Axa Kantor Agensi Medan”. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam keputusan pembelian barang dan jasa. Keputusan konsumen dalam pembelian akan mencerminkan tanggapan terhadap rangsangan pemasaran yang terlihat dan tanggapan akan berbagai bentuk atau wadah produk, harga, promosi, hadiah dan lain-lain. Hal ini sangat membantu manajer pemasaran dalam menetapkan harga, merancang distribusi, melaksanakan diversifikasi dan pengembangan produk serta bagaimana melaksanakan promosi yang tepat.
Masalah yang dirumuskan berdasarkan fenomena yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bauran pemasaran jasa asuransi yang dilakukan oleh PT. AXA?, bagaimanakah keputusan konsumen dalam membeli produk jasa asuransi PT. AXA?, Apakah bauran pemasaran secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keputusan nasabah dalam membeli produk jasa Asuransi AXA?, Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimanakah bauran pemasaran jasa asuransi yang dilakukan oleh PT. AXA, untuk mengetahui bagaimanakah keputusan konsumen dalam membeli produk jasa asuransi PT. AXA, untuk mengetahui apakah variabel bauran pemasaran secara simultan dan parsial berpengaruh terhadap keputusan nasabah dalam membeli Produk Jasa Asuransi AXA,
Universe dalam penelitian ini adalah nasabah AXA Kantor Agensi Medan yang masuk selama bulan Agustus-Nopember 2013 yang berjumlah 1085 nasabah. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Aksidental. Bila dalam penelitian akan dilakukan analisis dengan multivariate (korelasi atau regresi berganda), maka jumlah anggota sampel minimal 10 kali dan jumlah variabel yang diteliti (bebas ditambah terikat). maka jumlah sampel pada penelitian mi adalah 50 orang respoden. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas X1 yaitu Personal Selling, X2 yaitu Iklan, X3 yaitu produk, X4 yaitu proses, variabel terikat / Y yaitu Keputusan Membeli.
Temuan yang diperoleh yakni pengaruh bauran pemasaran atas keputusan nasabah membeli produk AXA secara serempak (uji F) adalah berpengaruh secara signifikan dengan F-hitung (90.992)> F-tabel dan sig-p (0.000) <0.05, dan secara parsial (uji t) adalah berpengaruh secara signifikan dengan variabel X1 (personal selling memiliki nilai t hitung 2.388 > nilai t-tabel = 1.68, variabel X2 (iklan) memiliki nilai thitung = 3.375> nilai t-tabel = 1.68, variabel X3 (produk) t-hitung = 2.080> nilai t tabel = 1.68, variabel X4 (proses) memiliki nilai thitung = 2.110> nilai t-tabel = 1.68. Hal ini berarti Hipotesis diterima. Koefisien Deteminasi (R) = 0.890, artinya bahwa besarnya pengaruh bauran pemasaran atas keputusan membeli adalah sebesar 89%. Sedangkan sisanya 11% lagi dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.


ANALISA PERBANDINGAN EMISI GAS BUANG
PADA SEPEDA MOTOR 4 TAK 
150 CC ANTARA TEKNOLOGI ELECTRIC FUEL INJECTION (EFI)
DENGAN KARBURATOR BERBAHAN BAKAR PREMIUM

Enzo W. B. Siahaan, S.T, M.T

Dosen Fakultas Teknik, Universitas Darma Agung Medan

Abstrak

            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong manusia untuk menciptakan teknologi yang semakin maju. Diantara teknologi tersebut adalah pengembangan mesin kendaraan dengan sistem bahan bakar injeksi (EFI), mesin dengan sistem ini mensyaratkan penggunaan bahan bakar tanpa timbal (pertamax plus), namun kenyataannya bahan bakar dengan jenis pertamax plus sangat sulit untuk ditemukan khususnya untuk daerah perkampungan, sehingga kebanyakan masyarakat masih menggunakan bahan bakar bensin (premium). Penggunaan bahan bakar premium ini menghasilkan gas buang yang berbahaya yaitu karbon monoksida (CO) dan hidro karbon (HC) yang dihasilkan dari proses pembakaran.Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan penelitian terhadap sepeda motor sistem EFI empat langkah 150 cc dengan menggunakan bahan bakar premium pada putaran 2000, 2500 dan 3000 rpm. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui emisi gas buang dan temperatur oli pada sepeda motor sistem EFI.Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa penggunaan premium pada sepeda motor sistem EFI menghasilkan CO tertinggi dengan nilai 3,04%, HC tertinggi dengan nilai 63 ppm dan temperatur oli mesin tertinggi pada 860C. Dengan demikian penggunaan premium pada sepeda motor sistem EFI dinyatakan aman untuk digunakan.